
"Pagi Mommy," sapa Alden pada Andrea ketika ia baru saja sampai di meja makan pagi itu. Sedangkan Alden sendiri sudah siap di kursi nya dan telah di siapkan sarapan oleh pengasuhnya.
"Pagi Al, maaf ya mommy kesiangan." ujar Andrea sambil mencium puncak kepala Alden. Kemudian ia duduk di kursinya dan mulai untuk sarapan pagi.
"Di mana kakak mu?" tanya Andrea sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.
"Kakak belum turun mommy," jawab Alden.
"Mommy pangil kakak dulu ya kalau begitu." ucap Andrea, kemudian ia berjalan menaiki naik tangga ke lantai atas, menuju kamar Isabella.
Sesampainya di depan kamar sang putri kesayangan. Andrea langsung membuka dengan pelan pintu kamar Isabella. Dan benar saja, pemandangan pertama yang ia liat adalah, Isabella masih bergelung dengan selimut di ranjangnya.
"Bells, bangun ini sudah siang. Ayo kita sarapan." ajak Andrea yang saat itu sudah duduk di tepian ranjang anak gadisnya sambil membelai rambut panjang Isabella.
"Aku masih ngantuk mom, biarkan aku tidur. Lagian kan ini weekend." kilah Isabella yang masih memejamkan matanya itu.
"Kasian Alden sayang. Dia bahkan sudah siap di meja makan sejak tadi. Ayo bangun, kata mu mau ajak jalan jalan mommy. Memangnya kau ada rencana apa Sabtu ini."
"O iya aku lupa, oke aku bangun." jawab Isabella tiba-tiba aja sangat bersemangat.
🌹🌹🌹🌹🌹
"Dad, datang ke rumah sekarang!" ucap Isabella ketika sambungan teleponnya di jawab oleh Reyhan.
"Ada Bell's, ada masalah?" tanya Reyhan penasaran.
"Tidak ada Daddy. Semua baik dan terkendali, pokoknya Daddy datang ke rumah ya. Aku dan Alden menunggu, See you Dad,"
Belum sempat Reyhan menjawab, anak gadisnya itu sudah menutup telponnya.
__ADS_1
Reyhan akhirnya segera menuntaskan sarapannya. Setelah itu ia naik ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian kasual yang santai.
Tak butuh waktu yang lama untuk Reyhan bersiap. Kini ia sudah berjalan menuju sebrang rumah yang berdiri megah nan mewah itu. Di mana menjadi tempat anak anak nya tingal bersama ibu nya.
Dan kadangkala anak anak juga tinggal bersamanya di rumah miliknya sendiri. Meski sudah bercerai Reyhan dan Andrea masih menjalin hubungan dan komunikasi dengan sangat baik demi anak anak.
Begitu Reyhan memasuki ruang tengah, ia langsung menangkap keberadaan Alden yang sedang asik bermain. Anak itu langsung menghambur ke arah Reyhan begitu menyadari Daddy datang.
"Daddy," teriaknya. Dan ia pun langsung minta untuk di gedong.
"Hai, gajoan Daddy, sedang apa?" tanya Reyhan ramah.
"Main mobil," jawab Alden yang kini sudah besar dan juga sudah bersekolah itu.
"Mainan baru ya, Daddy belum pernah liat sebelumnya" tutur Reyhan kemudian menurunkan Alden dari gendongannya dan ikut menimbrungkan diri bersama Alden main mobil mobil lan di lantai.
"Om Julian yang membeli kan ini semua untuk Alden Dad." jawab Alden polos.
"Oya, Om Julian baik ya," pancing Reyhan.
"Ia Om Julian baik, suka membeli kan Alden mainan." mendengar itu ada rasa iri yang menggelitik di hati Reyhan. Ternyata putranya memang sudah benar-benar akrab dengan Julian.
"Baikan mana Om Julian sama Daddy ?" tanya Reyhan sengaja.
"Hemmmmmm," Alden nampak berfikir. Dan dari tempatnya berdiri, Andrea yang sudah sejak tadi memperhatikan interaksi Alden dan Reyhan sama sama penasaran dengan jawaban Alden. Bagaimana pun perasaan anak kecil seusia Alden selalu jujur dan apa adanya.
"Om Julian baik, tapi Daddy tetap yang terbaik." jawaban Alden pun seketika membuat hati Reyhan terunyuh dan ia bangga karena walau dirinya tidak bisa 24 jam bersama sang putera cinta dan sayang anak ke dua nya itu tetap no satu adalah untuk nya.
"Anak pintar," Reyhan berucap sambil memberikan kecupan manis di pipi sang putera kesayangannya.
__ADS_1
"Kau itu anak anugerah Al. Kau hadir di kehidupan Daddy dan Mommy di saat kami sedang dalam kehancuran. Walaupun pada akhirnya Daddy dan Mommy bercerai, karena kehadiran mu lah Daddy dan Mommy masih bisa berhubungan baik." ratap Reyhan dalam hati sambil menciumi lagi puncak kepala Alden yang saat itu tengah asik bermain.
"Rey," sapa Andrea, Reyhan kemudian menoleh ke arah sumber suara itu. Lalu Reyhan pun bangkit dari duduk nya di lantai.
"Isabella menelpon ku, katanya aku disuruh kesini. Aku tanya apa ada tapi dia malah menutup teleponnya." ujar Reyhan menjelaskan.
"Bella rupanya telah merencanakan untuk pergi ke suatu tempat, aku sendiri juga tidak tau ke mana. Dia ingin kita pergi ber empat dan kau yang menyetir." Andrea menjelaskan.
"Oya, mau pergi ke mana memang?" tanya Reyhan penasaran.
"Entahlah, aku sendiri juga tidak tau."
Dan tak lama kemudian, Isabella datang dengan beberapa barang bawaan.
"Bell's, kita sebenarnya mau kemana?" tanya Andrea pada sang putri ketika Bella sudah tiba di tengah tengah mereka dengan membawa lumayan banyak barang.
"Kita akan camping." ujar Isabella sambil meringis. Menunjukan deretan gigi putihnya yang rapi.
🌹🌹🌹🌹
Setelah beberapa saat baik Isabella, Reyhan dan juga Andrea berdebat soal mereka akan pergi camping yang di gagas Bella. Reyhan dan Andrea akhirnya mengalah. Dan mengikuti kemauan Isabella untuk pergi camping sekeluarga.
Selama dalam perjalanan Isabella dan juga Alden tak henti-hentinya bercerita tentang banyak hal dan mereka juga sesekali bercanda.
Andrea duduk di sebelah Reyhan yang saat ini tengah fokus menyetir. Andrea pun nampak terlihat bahagia ketika melihat anak anak nya nampak bahagia dan ceria. Sesekali baik Reyhan dan juga Andrea juga ikut menimpali celotehan kedua anaknya yang duduk di bangku belakang.
Bahkan Andrea dan Reyhan juga terlihat sangat cair dan membaur dengan keceriaan yang sedang di rasakan anak anak nya. Seolah-olah mereka bukanlah sebuah keluarga yang broken home. Tetapi lebih terlihat seperti keluarga bahagia.
See you di next bab : Camping Dadakan ala Isabella ðŸ¤ðŸ¤—
__ADS_1