Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Bersinar Setelah Hujan


__ADS_3

"Pagi Bella sayang, maafkan Mommy ya, semalam tidak menjenguk mu di kamar. Mommy langsung tidur setelah pulang dari kantor." ucap Andrea yang baru saja tiba di ruang makan, sambil mengecup pipi kanan Isabella.


"No Problem Mom," jawab Bella manis.


Saat itu Bella dan juga Reyhan yang sudah terlebih dulu duduk sambil menikmati sarapan di ruangan makan.


Andrea hanya menyapa sang putri. Ia sama sekali tidak menyapa suami nya,Reyhan. Reyhan pun hanya bisa duduk diam sambil mengamati Andrea yang kini duduk di sebelah Bella. Padahal biasanya ia duduk tepat di sampingnya. Reyhan, hanya bisa menghela nafas berat. Sepertinya perang dingin antara dirinya dan sang istri kini kembali berlangsung.


Acara makan pagi kali itu berlangsung dingin. Baik Andrea maupun Reyhan hanya menjadi pendengar yang baik saat Bella semangat bercerita tentang kegiatan sekolahnya. Dan Andrea serta Reyhan sesekali menimpali pertanyaan-pertanyaan yang Bella ajukan. Seolah paham dengan sikap kedua orangtuanya, Bella kemudian berceloteh.


"Mommy, Daddy, kapan aku akan punya adik?" Tanya Bella polos. Dan hal itu membuat Andrea dan juga Reyhan tersedak, bahkan Reyhan pun sampai terbatuk-batuk.


"Kalian ini kenapa, Mom, Dad ?" Tanya Bella bingung, karena kedua orangtuanya tersedak secara bersamaan.


"Habiskan makanan mu Bells, Mommy akan mengantar mu ke sekolah," Tukas Andrea, yang kini membereskan sisa sisa makanannya.


"Aku yang akan mengantarkan Bella ke sekolah, jika kau mau, kita bisa berangkat bersama." Ucap Reyhan menawarkan.


Bukannya menjawab, Andrea kini malah berdiri dari tempat duduknya. Kemudian mengecek waktu pada jam tangan yang melingkar di tangannya kiri nya.

__ADS_1


"Kalau begitu Mommy berangkat ke kantor duluan ya sayang. See You." Ucap Andrea sambil mencium lagi pipi Bella. Kemudian Ia meraih tas nya dan bergegas pergi meningalkan ruang makan.


Dari tempatnya ia duduk, Reyhan masih mengamati sang istri yang terlihat rapi dan begitu elegan saat mengenakan pakaian kantornya. Parfum khas sang istri masih tercium wangi di indra penciuman Reyhan. Wanita itu memang luar biasa. Sungguh beruntungnya ia mendapatkan istri secantik dan sepintar Andrea Sahara.



Tapi saat ini, sepertinya Reyhan harus berjuang untuk merebut kembali hati sang istri yang terluka karena ulahnya.


"Dad, kenapa seperti itu melihat Mommy," Tanya Bella, saat melihat Daddy terbengong melihat kepergian sang Mommy.


"Tidak ada apa apa sayang, Daddy sangat mencintai Mommy. Hem, Bella beneran, ingin punya seorang adik?"


"Teman aku di sekolah, Mommy nya perutnya besar Dad, dan dia bilang sebentar lagi adik nya itu akan keluar dari perut Mommy. Bella pikir kalau Mommy Bella punya perut besar, maka Bella akan punya adik," Celoteh Bella. Gadis kecil lima tahun itu sungguh membuat Reyhan tersenyum-senyum.


"Daddy janji, Mommy pasti akan memberikan mu adik Bells," Jawab Reyhan sambil mengusap pipi sang putri dengan sayang.


"Memangnya, Daddy bisa membuat Mommy perutnya jadi besar?" tanya lagi Bella.


"Itu soal mudah dan itu rahasia," Jawab Reyhan makin gemas dengan putri kesayangannya itu.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Siang itu di sebuah Lounge hotel. Nampak sebuah rapat penting sedang berlangsung. Beberapa orang terlihat berdebat. Dan beberapa orang lagi nampak sedang berdiskusi.


Reyhan selalu CEO Dimitri Corp menyampaikan sebuah pengumuman. Jika perusahaannya kini sedang mengalami krisis keuangan. Sehingga, semua itu berdampak pada semua bisnis yang sedang di jalankan Dimitry Corp.


Untuk menghindari kebangkrutan, maka opsi yang di pilih Reyhan adalah melelang perusahaannya. Hanya saja tidak ada yah berani membeli perusahaan yang sudah Reyhan rintis itu.


"Mett, ini adalah penawaran terakhir ku. Kau bisa mendapat 80 persen saham di perusahaan ku jika kau berani menyelamatkan perusahaan ku." Tawar Reyhan pada Metthew, yang kala itu juga hadir dalam rapat.


"Maaf Rey, bukanya aku tidak mau. Keuangannya perusahaan ku saat ini sedang sibuk dengan berbagai pengeluaran. Kau tau sendiri kan, tender di kota Santorini Yunani. Aku sedang mengerjakan proyek itu."


Dan makin lama suasana rapat kala itu makin gaduh. Dan Reyhan pun semakin mendapatkan tekanan dari rekan bisnisnya.


Sampai pada akhirnya, seseorang wanita datang dengan gaya yang begitu elegan, melenggang menuju ruang rapat.


"Aku yang akan mengakusisi semua saham Dimitry Corp." Tutur wanita yang baru masuk itu, yang tak lain adalah Andrea Sahara.


bonus bab hari ini walau dikit 😬😬🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2