Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
The Happiness (way back home)


__ADS_3

1 Bulan Kemudian


Pagi itu Andrea terbangun dari tempat tidur ketika Reyhan masih terlelap di rajang mereka. Merasa selalu tidak enak badan beberapa waktu berakhir membuat Andrea curiga. Apa lagi di tambah saat ia pingsan setelah rapat di kantor semakin membuat Andrea berfikir jika dirinya mungkin saja hamil lagi.


Siklus menstruasi yang ia alami pun juga sudah telat beberapa Minggu terakhir. Dan hal itu makin menguatkan anggapan Andrea mungkin saja dia kini tengah berbadan dua.


Mengingat usianya yang sudah tak lagi muda 38 tahun Andrea pikir ia tidak akan lagi bisa hamil. Tapi kemungkinan itu juga bisa saja meleset.


Nyatanya, ia kini merasakan sesuatu pada dirinya. Mulai dari seringkali pusing, gampang capek dan ingin lebih banyak tidur.


Saat ia dan Reyhan kemarin pulang dari kantor bersama. Reyhan berbelok ke sebuah apotik untuk membelikan tes alat kehamilan untuk sang istri.


Setelah Reyhan sudah mendapatkan barang itu, dia memberikannya pada Andrea.


"Tes lah besok pagi saat kamu bangun nya sayang." ucap Reyhan pada Andrea ketika ia memberikan alat tes itu kepada istri tersayang nya.


"Apa kau pikir aku bisa hamil lagi?" ujar Andrea nampak ragu.


"Kenapa tidak, kamu masih muda sayang." puji Reyhan.


"Aku sudah 38 tahun Rey, putri ku sebentar lagi 14 tahun, dan Alden 6 tahun. Bahkan aku sudah mendekati 40 tahun." Reyhan terkekeh mendengarkan keraguan sang istri jika ia kemungkinan hamil.


"Umur tak menjamin sayang, asal ****** kita sama sama masih bagus dan rahim mu masih subur bisa saja itu terjadi. Dan aku yakin, aku akan jadi Daddy untuk anak ku yang tiga, aku yakin itu." ujar Reyhan penuh percaya diri.


🍁🍁🍁🍁🍁


Andrea kemudian mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Kemudian ia membawa alat tes kehamilan yang Reyhan belikan kemarin ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Andrea melakukan tes. Dengan perasaan hati yang deg deg kan Andrea menunggu dengan penuh rasa penasaran akan hasil yang akan ia lihat.


Setelah beberapa saat menunggu, dua garis merah terang pun terlihat begitu jelas. Dan benar, dirinya ternyata sedang hamil. Setelah ia mengetahui bahwa dirinya tengah berbadan dua lagi, secara refleks Andrea memegangi perutnya.


"Welcome sayang, selamat datang di perut Mommy." ucap lirik Andrea.

__ADS_1


Kemudian dengan perasaan hati yang bahagia. Andrea keluar dari kamar mandi dan langsung bergegas mendekati Reyhan yang masih terlelap itu.


Dengan pelan, Andrea membangunkan sang suami.


"Rey, Reyhan bagun!" seru Andrea.


Ketika Reyhan sudah bergerak dan bangkit dari tidurnya, Andrea nampak sangat bersemangat ingin memberitahukan pada sang suami tentang kehamilannya.


Saat mereka kini sudah saling duduk berhadapan. Andrea kemudian mengeluarkan sebuah tes pack yang ia sembunyikan di belakang badannya tadi kepada Reyhan.


"Selamat Rey, kamu akan jadi Daddy untuk yang ke tiga. Aku positif hamil." seru Andrea pada Reyhan.


Reyhan kemudian meraih alat tersebut dan tersenyum penuh kemenangan.


"Aku bilang apa, kamu pasti hamil. Selamat juga untuk mu sayang." Reyhan kemudian mencium kening Andrea dengan dalam. Lalu memeluk erat wanita yang ia cintai itu.


Kemudian, Reyhan dan Andrea sepakat untuk memberi kejutan tentang kehamilan itu kepada kedua anaknya Isabella dan Alden.


Pagi itu keluarga Dimitry sedang bersarapan di meja makan dengan penuh riang dan penuh dengan kebahagiaan.


Kedua anak itu selalu bercanda jika mood mereka sedang baik.


Reyhan dan Andrea pun bahagia melihat keceriaan anak anak nya di tengah tengah kebersamaan bersama mereka.


Kini kehidupan mereka seakan lengkap. Berkumpul bersama kembali dalam satu atap. Tidak lagi berpisah satu sama lain.


"Bell's, Alden, Mommy nada kabar gembira untuk kalian." ucap Andrea sesaat setelah mereka berhenti gaduh.


"Kabar gembira apa Mom?" tanya Isabella penasaran?"


"Apa kita akan pergi liburan?" sergah Alden.


Andrea kemudian melirik ke arah Reyhan, dan kemudian kembali menatap ke arah ke dua anaknya yang ketika itu duduk bersebelahan di meja makan.

__ADS_1


"Sini, dekati Mommy." perintah Andrea. Isabella dan Alden pun menurut, mereka bersama sama mendekati Andrea.


"Selamat Bella, selamat Alden kalian berdua akan jadi kakak. Ada mahluk kecil yang hidup di perut Mommy sekarang. Mommy positif hamil." ucap Andrea sambil meletakkan kedua telapak tangan Isabella dan Alden ke perutnya.


"Yang benar Mommy, aku akan punya adik lagi!" sergah Isabella tak percaya.


"Ia Bell's, Mommy hamil."


Isabella pun kemudian memeluk Andrea dengan penuh rasa sayang.


"Selamat Mommy, adik ku yang ini adalah kado spesial untuk bersatunya kembali Daddy dan Mommy." ucap Isabella.


"Terimakasih ya Bell's, karena mu juga Mommy dan Daddy bersatu kembali. Terimakasih sudah sangat sayang sama Mommy dan Daddy."


"Kita adalah keluarga yang bahagia" imbuh Reyhan sambil merangkul istri dan kedua anaknya bersamaan.


Dan itulah kisah rumah tangga Andrea Sahara dan Reyhan Aditya Dimitri.


Meskipun mereka pernah berpisah karena sebuah pengkhianatan yang di lakukan Reyhan. Akhirnya mereka bersatu kembali karena masih saling mencintai dan juga karena anak anak mereka.


Penyesalan yang Reyhan tunjukan pada Andrea akhirnya bisa mengubah keras hati Andrea untuk bisa memaafkan Reyhan dan menerima pria itu kembali.


Dan kini, saat mereka sudah sah kembali menjadi suami istri. Tuhan kembali menganugerahkan mereka seorang keturunan dengan kembalinya Andrea berbadan dua.


Semoga kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga Reyhan dan Andrea selamanya. Sampai mereka menua dan tua bersama. Menyaksikan anak anak mereka tumbuh dan berkembang.


The end 💐♥️


Terimakasih sudah mengikuti kisah perjalanan rumah tangga Reyhan dan Andrea. Terimakasih untuk dukungannya, like komen dan vote nya.


Jangan lupa ikuti kisah perjalanan kisah Julian Alexander ya dalam Rahim bayaran Mr Julian Alexander yang ngk kalah seru...ada kisah cinta segitiga antara Julian dan sekertaris Andrea Jenna, dengan pemeran baru Valerie Florencia.


Silahkan mampir ♥️💐🙏 i love you guys and thanks you.

__ADS_1




__ADS_2