
"Mett, aku ingin menarik saham ku 40 persen dari Dimitry Corp," ucap Andrea pada Metthew ketika ia sudah ada di ruang kerja Metthew.
"Kenapa Dea? Kenapa tiba-tiba?" tanya Metthew kaget.
"Aku selalu pemegang saham 40 persen di Dimitri Corp secara resmi, hari ini menarik saham ku di sana." ucap Andrea mantap.
"Memangnya ada apa Andrea, perusahaan Reyhan baik baik saja bukan?"
"Tidak akan baik baik saja jika aku sudah hengkang dari sana. Aku ada banyak bukti beberapa upaya pengalihan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi sang CEO, tanpa ada kompromi terlebih dahulu dengan ku selaku pemilik saham 40 pesen. Dan aku tidak bisa terima itu, terlebih itu pemborosan dan juga bisa di bilang korupsi uang perusahaan."
"CEO nya itu Reyhan, Dea. Dia suami mu,?" tutur Metthew nampak bingung.
"Ia aku tau, justru karena itu. Aku tidak ingin dia dengan seenaknya mengunakan uang perusahaan untuk membeli beberapa property yang bersifat pribadi untuknya."
"Bisa kau jelaskan lebih detail. Aku masih bigung Andrea" tutur lagi Metthew, yang merasa bigung dengan sikap sepihak Andrea yang tiba-tiba ingin menarik semua sahamnya dari Dimitry Corp.
"Reyhan ada afair dengan sekertaris nya. Sebagai temannya, aku rasa kamu juga tau apa yang Reyhan lakukan di belakang ku?" ucap Andrea menduga pada Metthew. Kemudian Metthew terkekeh pelan.
"Kau ini apa apaan Dea. Aku tidak tau apa apa. Yang aku tau, Reyhan membeli tiga unit Penthouse dari agen property milik ku. Dan itu ia bilang sebagai investasi."
"Dia mengunakan uang perusahaan untuk membeli itu semua, bukan dengan uang pribadi. Dan brengseknya, dia membeli aset aset itu untuk wanita simpanannya?" jelas Andrea pada Metthew yang sudah tidak ada lagi yang ia tutupi.
"Maksudnya,"
"Jangan pura pura bodoh Metthew, kalian para lelaki suka melakukan itu kan!" ujar Andrea yang kini mulai tersulut emosi.
"Reyhan selingkuh di belakang ku Mett. Dia selingkuh dengan sekertarisnya."
"Dia membelikan Penthouse mewah seharga 25 milyaran, sebuah ruko, dan mobil baru untuk wanita itu. Dia membeli itu secara cash dengan mengunakan uang perusahaan. Sebagai pemilik saham terbanyak ke dua, aku merasa tidak terima itu. Dan aku bisa menuntunnya dengan dugaan penggelapan." tutur Andrea dengan nada emosi.
__ADS_1
"Apa kau yakin dengan itu. Dan apa kau sudah bicarakan ini dengan Reyhan sebelumnya?"
"Aku tidak perlu berdiskusi dengannya, aku sudah punya banyak bukti tentang penyalahgunaan keuangan perusahaan. Sekarang sekertaris ku sedang mengurus ini di kantornya." tutur Andrea menjelaskan.
"Apa kau sudah serius dengan keputusan mu ini Dea. Jika kau menarik saham mu, itu pasti akan sangat berdampak pada keuangan perusahaan Reyhan. Apa lagi saat ini banyak proyek yang di menangkan oleh nya. Dan semua proyek itu keuntungannya sangat besar Dea. Itu proyek prestisius sekali. Walau dia mengunakan uang perusahaan untuk membeli itu, pasti akan dengan sangat mudah bagi Reyhan untuk mengembalikan uang yang sudah ia pakai." tutur Metthew mencoba menasehati.
"Jadi kau membela nya?" tuduh Andrea pada Metthew.
"Bukan seperti itu Andrea, aku berbicara ini dari sisi bisnis."
"Tapi kau tidak tau tentang perasaan ku Mett. Aku tidak peduli lagi soal keuntungan. Aku hanya ingin menarik saham ku dari Dimitry Corp. Dan aku berpesan pada mu Metthew. Jangan pernah mencoba untuk membantunya. Karena aku yakin, dia pasti akan datang pada mu, untuk meminta bantuan keuangan, saat aku hengkang dari perusahaannya." ucap Andrea mengancam Metthew, sambil memandang Metthew dengan tatapan serius.
"Jangan campur adukkan urusan pribadi kalian dengan bisnis Dea. Itu sangatlah tidak profesional."
"Aku tidak peduli dengan kata profesional. Jika dia bukan suamiku mungkin aku akan tetap mencoba profesional. Saat suami ku sendiri yang juga sebagai partner bisnis, sudah berkhianat, aku tidak punya pilihan lain selain aku akan menghancurkannya sekalian. Dan tidak hanya di situ Mett, aku akan membuat dia kehilangan semuanya."
🌹🌹🌹🌹🌹
"Seperti yang Bapak sudah baca, bahwa Bu Andrea menarik seluruh sahamnya dari perusahaan Bapak terhitung pada hari ini."
Dengan perasaan emosi, Reyhan mengepalkan tangannya. Dan meremas keras yang berisikan surat kuasa menarikan saham yang sudah Andrea tanda tangani.
Seperti baru saja mendengar guntur yang menggelegar, Reyhan begitu tercengang dan kaget mendapati surat kuasa tentang menarikan saham sang istri dari perusahaannya.
Reyhan kemudian menyambar ponselnya dan mencoba menghubungi sang istri. Namun ponsel sang istri rupanya sengaja di matikan. Kemudian Reyhan beralih mencoba menghubungi nomor kantor perusahaan Andrea. Tetapi sang resepsionis hanya berpesan, bila Andrea sedang tidak ada di tempat. Hal itu membuat Reyhan makin gusar.
"Keluar kau dari ruangan ku," perintah Reyhan kasar pada Jenna. Tanpa berucap sepatah kata pun lagi, Jenna kemudian bergegas pergi dari ruangan Reyhan.
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Sepeninggal Jenna dari ruangan Reyhan, Syanala kemudian masuk.
"Mas, ada apa? Kenapa Mas marah marah?" tanya Nala bingung, karena mendengar sang suami berteriak tadi, dan membanting pintu ruangannya.
"Sial, sial, sial," umpat Reyhan emosi.
"Mas, ada apa," tanya Nala bigung dan penasaran.
"Diam Nala. Siapa yang suruh kau masuk?" bentak Reyhan dengan nada suara tinggi dan raut wajah penuh emosi. Mendengar bentakan dan juga tatapan marah Reyhan, membuat Syanala tersentak dan juga sesak hati nya. Karena selama ini Reyhan tidak pernah bersikap kasar padanya.
"Maaf Mas, aku minta maaf. Aku kemari hanya ingin memberikan surat pengunduran diri. Dan mulai hari ini aku resmi untuk tidak bekerja lagi di perusahaan ini." ucap Nala.
Bak sudah jatuh ketimpa tangga, Reyhan kini malah semakin tersulut emosi.
"Aku permisi Mas," tukas Syanala, kemudian ia melangkah berjalan ke arah pintu. Namun sebelum Nala benar benar meningalkan ruangannya, Reyhan sudah berada di depan Nala dan mencegat Nala.
"Jadi kau sama saja dengan Andrea, sama sama ingin menikam ku." ucap Reyhan, dengan expresi wajah yang dingin sambil menahan emosi.
"Apa maksudmu?" tanya Nala bigung.
"Kalian ternyata sama saja. Dasar wanita, cepet sekali emosi dan marah." kilah Reyhan mencemooh.
"Apa kalian tidak tau, apa kalian tidak paham, jika aku sangat mencintai dan menyayangi kalian berdua. Tidak kah kalian bisa memahami aku, apa yang aku lakukan demi bisa membuat kalian bahagia," tutur Reyhan mencurahkan isi hatinya, akan tetapi hal itu tidak di pahami oleh Nala maupun Andrea.
"Cepat atau lambat hal ini pasti akan terjadi Mas, dan kau sudah salah sejak awal. Merahasiakan ini terlalu lama dan tidak jujur pada Mbak Andrea?" tutur Nala.
Dan Reyhan sendiri kini sudah nampak lemas dengan kenyataan yang baru saja dia hadapi. Dengan berjalan lemas ke arah sofa, Reyhan menghempaskan dirinya ke sofa dengan perasaan yang begitu kacau, dan pikiran yang sudah tak karuan.
Bayangan goyang nya perusahaan karena Andrea secara resmi menarik sahamnya perusahaan seakan menjadi pukulan telak untuk perusahaan yang ia rintis. Karena, Reyhan memang masih bergantung dengan perusahaan milik sang istri, yang lebih kuat dari perusahaannya.
__ADS_1
Bukan hanya itu, kini kehidupan rumah tangganya dengan Andrea juga sedang di pertaruhkan. Reyhan sangat paham dengan karakter sang istri, Andrea tidak akan main main dalam setiap keputusan yang sudah ia buat.