Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Saat kedewasaan berfikir bicara


__ADS_3

Reyhan POV


Julian menelpon ku siang itu. Kata nya, ada hal penting soal pekerjaan yang harus kami bahas bersama. Pembahasan itu juga akan menyertakan Andrea di kantor nya. Karena ada Andrea, aku jadi bersemangat untuk cepat cepat datang ke kantor Julian.


Katanya, Andrea pun sudah berada di kantornya saat ini.


Karena itu menyangkut soal pekerjaan, aku pun bersikap profesional dan tepat waktu mendatangi kantor Julian.


"Selamat siang, aku Reyhan Aditya Dimitri. Aku sudah ada janji dengan Julian Alexander." kata ku pada sekertaris Julian.


"Oh, iya Pak Reyhan. Anda sudah di tunggu di ruangan Pak Julian. Bu Andrea juga sudah ada di dalam." tutur wanita itu.


Karena sudah di izinkan masuk. Aku pun masuk ke ruangan kerja Julian.


Saat aku masuk kedalam, sebenarnya saat itu aku sudah mengetuk satu kali ke pintu ruangan kerja Julian. Karena tak ada sahutan, aku pun memutar gagang pintu dan membukanya. Wel, apa yang ku lihat. Malah aku melihat dua orang dewasa sedang bermesraan.


"Hemmm," aku berdehem untuk sekedar berbasa-basi jika aku sudah datang.


Liatlah, sekarang aku seolah-olah menjadi keledai payah.


Ku saksikan sendiri dengan mata kepala ku. Saat itu Andrea dan Julian tengah berpelukan. Bahkan Julian sempat mencium kening Andrea dengan begitu lembut dan manis.


Apa yang sudah mereka lakukan tadi ?


Pasti mereka sudah melakukan banyak hal, tidak mungkin hanya cuma berpelukan dan di cium kening nya ?


"Rey," sapa Julian pada ku. Kemudian dia berjalan menyambut ku.


Sedangkan Andrea sendiri nampak berexpresi biasa saja ketika mata kami saling bertemu.


"Hemm, maaf jika aku telah menganggu kalian. Aku pasti mengacaukan kegiatan kalian ya." kata ku jujur.


Julian kemudian malah tertawa.


"Kau ini, tau saja jika kamu memang sudah menganggu kami. Tapi bukankah kita memang ada janji. Ayo, kita bahas pekerjaan sekarang."


🌹🌹🌹🌹🌹


Andrea POV

__ADS_1


Aku tersentak begitu melihat Reyhan yang tiba-tiba muncul dari balik pintu di ruangan kerja Julian.


Saat itu, Julian memberikan kecupan manis ke kening ku bertepatan saat Reyhan datang.


Julian tipe orang yang sangat pandai menguasai situasi. Terlihat sekali bagaimana Reyhan terlihat begitu sangat canggung ketika mempergoki aku dan Julian sedang bersama. Tapi Julian tetap bersikap sangat tenang dan santai.


Reyhan tidak tau saja, padahal kami baru saja saling sepakat untuk menyudahi hubungan kami.


Ya, hubungan ku dan Julian berakhir saat ini. Kami memilih mengakhiri hubungan pertunangan kami dengan cara baik baik. Aku dan Julian sama sama saling menghargai.


Terlebih Julian, dia memang pria baik dan berhati sangat tulus dan bijaksana.


Jika aku terus berlarut-larut membohongi diri ku sendiri untuk tidak jujur dengannya. Sama saja aku telah berbuat jahat pada Julian. Sedangkan ia sendiri berhak mendapatkan cinta sejati yang tulus dan benar-benar mencintainya.


Aku bukannya tidak menyukai Julian. Aku sangat suka sifatnya, cara dia berfikir, sikapnya, kedewasaan dan semua hal yang begitu bijak dalam memahami sesuatu yang ada pada diri Julian.


Dia pria baik dan terbaik. Hanya saja, ternyata aku tidak bisa dengan sepenuh hati mencintai nya. Walau awalnya, aku mencoba dan yakin aku bisa mencintai nya, tapi nyatanya aku tidak bisa.


Aku tidak bisa merasakan cinta yang menggebu dan perasaan berdebar pada Julian. Malah justru perasaan itu aku rasakan kembali pada Reyhan. Seseorang yang sudah pernah menyakiti ku. Aku melihat dia kini sudah berubah. Dan aku tak bisa menghindari gejolak cinta itu tumbuh kembali terhadap nya.


Aku merindukan sentuhan dan cinta manis yang pernah ia berikan pada ku, sebelum ia berkhianat.


Kami dengan profesional fokus untuk membahas tentang pekerjaan. Proyek pembangunan gedung perkantoran yang kami menangkan tendernya sudah mulai di bangun.


Reyhan melalui perusahaannya, kami berikan kepercayaan untuk menjadi kontraktor dan akan bertanggung jawab penuh untuk berbagai tahapan dalam proses pembangunan.


Di sela sela kami saling berdiskusi penting, aku sesekali melirik ke arah Reyhan yang sepertinya acuh pada ku.


Apa dia cemburu melihat aku dan Julian tadi saling peluk dan terakhir Julian mencium kening ku ?


Jika dia memang cemburu, bagus lah. Sesekali aku harus membalasnya. Bukankah dulu aku juga sempat mempergoki dia bersama Syanala. Bahkan apa yang dia lakukan lebih parah.


Ya sudahlah, aku tidak mau lagi mengingat nya.


Itu tragedi paling membuat ku muak. Walau itu masa lalu, ternyata memory ku tak bisa ku kendalikan jika sudah mengungkit masa masa pengkhianatan yang pernah di lakukan oleh Reyhan.


🌹🌹🌹🌹🌹


Julian POV

__ADS_1


Akhirnya, aku gagal untuk mendapatkan Andrea.


Tak ada yang bisa aku lakukan untuk membuatnya tidak memutuskan aku. Aku tidak setega itu padanya, memaksa Andre untuk bisa menerima ku.


Terlebih, aku tidak mungkin memaksa nya untuk mau menikah dengan ku.


Marah, harus kah aku marah. Kecewa, sudah tentu aku sangat kecewa.


Bahkan saat ini aku, begitu sangat kecewa. Tapi aku bisa apa, sedangkan Andrea sendiri sudah trauma dengan kegagalannya.


Dan kini, aku tidak bisa memaksanya untuk tetap menikah dengan ku jika hal itu tidak membuat dia bahagia.


Buat apa pernikahan itu di paksakan. Aku yakin Andrea menyukai ku, hanya saja ia tidak bisa mencintai ku.


Dan oke, aku hanya bisa menerima kenyataan bahwa akhirnya, aku hanya bisa menjalin hubungan dengan Andrea tidak lebih dari sekedar berteman.


Aku iklas Andrea dengan keputusan mu. Aku ikut bahagia, jika bisa melihat mu bahagia. Jika dengan kau kembali bersama Reyhan membuat mu bahagia lahir dan batin mu. Maka aku akan turut bahagia bersama dengan kebersamaan kalian.


Jika kalian memang masih berjodoh, apapun jalan yang membuat kalian berpisah, Tuhan akan menciptakan jalan untuk kalian bisa bersatu kembali.


Terimakasih untuk waktu dan kebersamaan yang pernah kau berikan pada ku Andrea.


Dan terimakasih untuk kasih sayang yang sudah kamu usahakan saat bersama ku.


Walau pada akhirnya, kata hati dan jiwa mu tak bisa kau paksakan lagi untuk menerima ku.


Tidak apa, justru aku senang, kau jujur dengan perasaan, hati dan jiwa mu.


Anak anak kalian pasti juga akan sangat merasa bahagia, jika kedua orangtuanya yang sudah berpisah kini akan bersatu kembali. Kalian keluarga yang hebat. Aku senang melihat sebuah keluarga seperti kalian.


Julian Alexander




jangan lupa mampir di karya terbaru ku jika berkenan,🌹🥰♥️🔥🙏🥰 terimakasih sudah menjadi bagian dari kisah drama rumah tangga Andrea dan juga Reyhan.


Kalian luar biasa ♥️🔥💐

__ADS_1


__ADS_2