Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Kebimbangan hati Andrea


__ADS_3

"Andrea aku minta maaf ya, soal tadi." tukas Julian memulai pembicaraan. Sesaat setelah mereka kini sudah berganti baju dan duduk saling berhadapan di meja yang di dekor khusus malam itu oleh Julian dengan dekorasi dan suasana yang sangat romantis di dekat kolam renang.


Saat ini, Andrea sendiri mengenakan sebuah gaun yang memang juga di siapkan oleh Julian sebelumnya.


Karena menurut Andrea gaun itu terlalu terbuka, Andrea meminjam kemeja polos putih milik Julian untuk menutupi belahan dadanya yang sedikit terbuka.


"Kau juga harus meminta maaf untuk gaun ini. Aku memang suka pake gaun, tapi tidak dengan potongan yang terbuka seperti ini," desis Andrea sambil melirik Julian dengan tatapan mata tajam. Julian nampak mendengus, dan tersenyum manis saat Andrea memprotes gaun yang ia belikan untuk wanita yang ia cintai itu.


"Sepertinya aku melakukan dua kesalahan malam ini. Maaf kan aku sayang, aku tidak bermaksud apa apa. Dan tidak bermaksud untuk tidak menghargai mu, maaf untuk yang di kolam renang dan untuk gaun itu. Aku memesannya lewat sekertaris ku." ucap Julian lembut. Pria itu memang selalu lembut.


"Sudah lupakan saja soal di kolam renang. Mungkin, lain waktu kita harus bisa saling mengontrol diri di ruang terbuka seperti itu. Aku bukan wanita single Julian, aku seorang ibu. Aku juga harus menjaga harga diri ku, aku adalah seorang janda sekarang. Apa lagi ini di rumah mu, pasti banyak pelayan kan."


"Maka dari itu Andrea. Kapan aku bisa segera menikahi mu. Agar aku bisa menjaga mu, bisa memberikan status yang jelas untuk mu, untuk kita. Dan menjadi ayah sambung untuk anak anak mu juga. Kau tau kan, aku juga sayang pada anak anak mu. Apa lagi dengan Alden, aku sudah punya chemistry denganya. Jadi, pertimbangan apa lagi yang kau tunggu tunggu?" Dan sontak saja, uangkapan Julian membuat Andrea makin terdesak.


"Dengar Andrea, aku ingin menikahi mu karena pertama aku mencintaimu, kedua aku ingin membuat mu bahagia, menjadi ayah sambung untuk anak mu, melepaskan status janda mu. Aku sudah berikan waktu yang lama untuk mu berfikir dan bersiap. Karena aku tidak ingin kau terpaksa dan di paksa. Kita sudah sama sama dewasa dan sama sama pernah gagal dalam berumah tangga. Maka, untuk kali ini aku tidak mau gagal dengan mu. Aku punya angan angan besar bersama mu. Kita menikah, jika masih ada kesempatan aku ingin punya anak dari mu, kita jalani hidup ini bersama sama sampe kita tua. Jadi, putuskan lah. Kapan aku bisa menikahi mu."


Dan Andrea hanya bisa terpaku dalam diam sambil menatap wajah Julian yang penuh harap kepada dirinya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Melintasi pekatnya jalan raya di malam itu yang sudah lengang. Andrea mengendarai mobilnya sendiri menuju rumah. Sepanjang perjalanan, ia merutuki sikapnya yang kelepasan saat berciuman dengan Julian. Bukan hanya Julian yang kelewatan tapi dia juga mengakui bahwa dirinya juga kelepasan. Padahal sebelumnya ia tidak pernah melakukan ciuman sepanas itu.

__ADS_1


Baik dirinya dan Julian memang sudah sama sama dewasa dan sudah banyak pengalaman dalam berhubungan intim dengan pasangan sebelumnya. Tapi ini masalahnya berbeda.


Apa ada yang salah dengan diri Andrea.


Begitu sampai di halaman rumahnya, Andrea dengan langkah cepat langsung masuk kedalam rumah.


Menaiki anak tangga dengan langkah panjang, tiba tiba Andrea di buat kaget dengan sebuah suara yang tak asing bagi nya.


"Kamu dari mana Andrea?" tanya pria itu, yang tak lain adalah Reyhan.


"Astaga, Rey. Kau membuat aku kaget," pekik Andrea dengan nafas memburu.


"Maaf jika aku membuat mu kaget. Aku," Reyhan kemudian tak melanjutkan kata-katanya tetapi kini ia nampak diam sambil memindai penampilan Andrea dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Ini, punya Julian. Aku meminjamkannya." jelas Andrea. Reyhan kemudian menganguk paham.


"Jangan berfikir negatif Rey," ucap Andrea nampak was was.


Reyhan kemudian tersenyum getir. Lalu menghela nafas panjang.


"Jangan kawatir Andrea. Bukankah sekarang kau bebas. Maaf, jika aku tadi seperti orang yang kepo. Aku tidak bermaksud untuk mencampuri urusan pribadi mu. Kalian sudah sama sama dewasa. Jadi aku rasa, kalian pasti akan bijak dalam hal itu."

__ADS_1


"Kenapa kau ada di sini." tanya Andrea mengalihkan pembicaraan.


"Baby sister Alden menelpon ku. Alden menangis mencari mu. Kata suster nya, Alden bermimpi buruk. Karena dia terus menangis dan kau tidak ada, maka aku ke sini. Tapi sekarang dia sudah tidur kembali."


Mendengar itu Andrea nampak mendesah frustasi. Tapi Reyhan tidak ingin terlalu banyak bertanya lagi.


"Kalau begitu aku pulang. Selamat malam Andrea." ucap Reyhan, kemudian ia berlalu dari hadapan Andrea yang masih mematung di tempatnya. Sambil memperhatikan Reyhan yang melaluinya. Andrea masih saja diam, bahkan ia tak menjawab salam dari Reyhan.


Tak ingin di liat lebih banyak orang di rumahnya. Andrea kemudian melesat ke kamarnya. Ia segera ke kamar mandi. Melakukan bersih-bersih diri lagi, dan setelah itu berganti pakaian dengan mengenakan baju tidur yang panjang dengan gambar yang serasi atas dan bawahannya.


Kini jam telah menunjukkan pukul 2 dini hari. Tapi Andrea belum juga bisa tidur. Pikirannya kacau entah kenapa. Hati nya bimbang, perasaan kalut dan jiwa nya seolah-olah mengambang.


Banyak hal berkecamuk dalam dirinya. Andrea tipe orang yang tertutup. Dia tidak bisa menceritakan semua yang dia alami pada seseorang. Bahkan pada ibunya sekali pun dia tidak pernah curhat soal masalahnya.


Dan entah kenapa malam ini, dirinya merasa gundah gulana. Bigung harus menentukan bagaimana. Dan bingung dengan apa yang ia pilih.


Di satu sisi dia merasa gengsi pada dirinya sendiri untuk mengakui bahwa, benar dia masih ada perasaan dengan Reyhan Aditya Dimitri.


Mantan suaminya itu kini kembali memikat hatinya, di saat yang bersamaan Julian juga terus mendesak untuk segera meresmikan hubungan mereka ke pernikahan.


Awalnya Andrea sangat yakin dengan keputusannya bahwa Julian lah lelaki baik hati dan penuh karisma yang akan menjadi suami nya.

__ADS_1


Dan anak anak nya juga sudah memberikan izin. Walau Isabella masih terlihat kurang setuju. Dan kurang setujunya Isabella juga Andrea bisa maklum. Karena sang putrinya masih berharap ia bisa kembali pada Daddy-nya yaitu Reyhan.


Kini Andrea berada dalam dua pilihan. Ia juga mencintai Julian, tapi sekarang Reyhan kembali mencuri perhatiannya. Dengan segala sikap dan tindakannya yang sudah sangat jauh berbeda dan berubah.


__ADS_2