Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Tawaran Metthew Pada Syanala


__ADS_3

"Menikahlah denganku Nala, aku akan membuat mu bahagia." ucapan Metthew seakan-akan seperti petir yang menyambar di siang hari tanpa adanya di sertai hujan.


"Pak, anda jangan bercanda seperti itu." tukas Nala yang saat itu tengah merapikan piring piring yang ada di meja. Syanala saat ini bekerja di sebuah restoran sebagai waiters.


"Aku tidak bercanda Nala. Aku serius."


"Saya orang kotor, saya orang hina. Tanpa saya jelaskan anda pastinya paham."


"Masa bodoh dengan sebutan yang melekat pada diri mu." jelas Metthew.


"Temui aku di rooftop gedung ini. Agar kita bisa mengontrol dengan santai."


"Saya tidak akan datang."


"Kau harus datang. Aku menunggu mu."


Syanala sangat di buat bigung oleh sikap Metthew yang tiba tiba saja mengajaknya menikah.


Sebagai sesama rekan kerja, Syanala tau siapa itu Metthew Wilson. Seorang pengusaha sukses dan kaya. Yang mempunyai Hotel berbintang, bisnis properti, dan bisnis bisnis yang lain. Rasanya sangat mustahil sekali jika seorang Metthew Wilson menginginkan dirinya.


Sedangkan Nala sendiri yakin, pasti Metthew pun juga sudah tau jika ia pernah menjalin kasih bersama Reyhan, yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Rooftop gedung


Syanala berjalan dengan langkah bimbang menghampiri Metthew yang saat ini sedang berdiri tegak dengan pandangan tertuju pada cakrawala senja yang indah dengan warna semburat jingga nya.


Menyadari kini Syanala sudah ada di belakangnya, Metthew kemudian berbalik. Menegakkan badan tegapnya dan mendelik tajam kearah Syanala yang sepertinya terlihat sangat grogi.


"Aku sangat menghormati wanita Syanala. Entah kau percaya atau tidak, aku sangat benci melihat wanita yang tertindas hati nya. Aku sudah pernah menikah, aku setia dengan pasangan ku. Bahkan sampai detik ini pun aku masih setia dengan mendiang istri ku yang sudah meninggal. Aku akan mendekati wanita jika memang aku ingin serius dengan wanita itu. Aku sudah tau siapa kamu, tanpa perlu kamu jelaskan panjang lebar. Dan jangan kira aku bodoh hanya karena aku mengajak mu menikah. Dan asal kau tau, aku juga tidak sembarangan dalam memilih seseorang yang sangat ingin aku nikahi. Jika aku sudah memilih mu, jangan tanyakan lagi alasannya."


Mendengar semua perkataan Metthew membuat Syanala terbengong. Di lain sisi ia merasa tidak pantas untuk menerima tawaran Metthew. Dan di lain sis pula ia masih merasa asing dengan Metthew.


"Maaf pak, saya."


"Metthew, pangil aku nama saja. Atau jika kau tak nyaman pangil aku dengan nama, sebut aku apa saja asal jangan pak."


"Kenapa? Karena kau merasa tidak pantas? Aku sudah jelaskan tadi kan, aku sudah tau semuanya tentang diri mu, hidup mu. Bahkan hubungan mu dengan Reyhan, aku tau. Tapi bukankah kau dengannya sudah berakhir. Reyhan sekarang sedang berjuang mendapatkan hati Andrea kembali. Kenapa, kau masih menaruh hati pada Reyhan?"


"Aku tidak akan pernah mencampuri urusan mereka lagi. Aku bersalah pada mereka, aku senang jika mereka kembali bersama."


"Aku mengenal mereka sudah lama, mereka memang pasangan serasi, hanya Reyhan sepertinya khilaf. Dia tidak benar-benar mencintai mu Nala."


"Bisakah tidak membahas masalah itu." ucap Syanala merasa tidak nyaman.


"Kalau begitu bagaimana tawaran ku."

__ADS_1


"Aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Maaf aku harus kembali ke restoran." tutur Nala yang kemudian hendak berlalu.


"Nala, pikirkan lagi tawaran ku. Aku bukan mengajak mu berkencan. Tapi aku mengajak mu untuk berumahtangga. Aku tidak peduli kisah mu atau latar belakang mu. Aku hanya yakin, kamu pasti sudah banyak berubah tetang banyak hal." Nala yang terhenti langkahnya saat itu, hanya terpaku saat mendengar perkataan Metthew. Tanpa kembali menoleh ke belakang, Nala mengayuh kan langkahnya meninggalkan Metthew yang masih berdiri di sana.


"Aku tau yakin, kau sebenarnya bukan wanita seperti itu Syanala. Sudah lama aku memperhatikan mu. Walau aku tau kau pernah ada afair dengan sahabat ku sendiri. Aku yakin, itu semua akan jadi cerita masa lalu."


🌹🌹🌹🌹🌹


Wilson Hotel


"Kau dari mana saja Mett. Kita janjian jam 4 sore tapi kau malah baru datang. Aku sudah lama menunggu mu." keluh Reyhan saat Metthew baru saja datang menemuinya di lounge hotel.


"Aku habis melamar seseorang." tukas Metthew santai.


"Akhirnya, setelah sekian lama. Siapa wanita beruntung?" tanya Reyhan penasaran. Dan Metthew nampak tersenyum getir.


"Tebak siapa?" ucap Metthew, dan hal itu membuat Reyhan makin penasaran.


"Siapa?" tanya Reyhan sambil mengerutkan keningnya.


"Syanala Arunika." jawab Metthew terus terang.


Dan hal itu seketika membuat mata Reyhan terbelalak kaget.

__ADS_1


Jejak Komentarnya doang bestie jgn lupa ya 🤗🤗🤗


__ADS_2