Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Seksinya Wanita Hamil


__ADS_3

"Daddy," seru Bella yang langsung beranjak dari tempat duduknya di meja makan, dan menghambur ke arah Reyhan yang baru saja datang selepas bekerja.


"Hai princess." sapa Reyhan seraya membuka kedua tangannya untuk menyambut kedatangan sang putri yang langsung mendekap erat pada tubuhnya.


"I Miss You Dad." celoteh Isabella yang saat ini sudah ada dalam gendongan Reyhan sambil mengalungkan kedua tangannya dengan manja ke leher Reyhan. Sambil berjalan ke arah meja makan. Reyhan nampak sengaja menggelitik sang putri kesayangannya itu. Sehingga Isabella pun kegelian dan berteriak-teriak.


"Stop Dad, stop." jerit Isabella, kemudian Reyhan pun menghentikan menggelitik Isabella. Lalu menaruh Isabella ke tempat duduknya kembali.


"Selamat malam Dea," sapa Reyhan pada Andrea yang tengah duduk sambil menikmati makan malamnya.


"Malam Rey, duduklah. Ikutan lah makan." ucap Andrea kemudian menyuruh pelayanan di rumah untuk mengambilkan peralatan makan untuk Reyhan.


Dan malam itu, mereka bertiga pun makan malam bersama. Suasana dan kegiatan makan malam yang sudah lama tidak mereka lakukan beberapa bulan ini dalam satu meja di rumah.


Hati Reyhan pun terasa hangat saat bisa merasakan apa yang dulu sering mereka lakukan di rumah.


Sarapan bersama, dan makan malam bersama. Sambil menikmati makan malamnya, Reyhan sesekali mencuri pandang ke arah Andrea yang nampak sibuk mengupas undang untuk nya. Reyhan merasakan suasana hati penuh haru saat melihat wanita di hadapannya itu.


Wanita sempurna yang cantik, elegan, yang sudah 9 tahun ini menemaninya dalam kehidupan berumahtangga. Wanita yang tak pernah banyak ptotes, seorang ibu dan juga seorang wanita karier yang hebat. Dan juga seorang wanita yang telah ia lukai harinya. Jika mengingat apa yang sudah ia lakukan pada Andrea, rasa sesal itu menyeruak membuat nya sesak napas.


Ketika Reyhan terhanyut dalam menikmati wajah ayu rupawan sang istri yang kini tidak bisa dengan mudah ia sentuh, tiba tiba Andrea dengan mata tajamnya menatap Reyhan. Dan hal itupun membuat Reyhan menjadi salah tingkah.


"Kenapa Rey, mengagumi ku." cetus Andrea to the point.


Reyhan kemudian tertunduk sambil terkekeh malu.


"Kapan cek ke dokter lagi?" tanya Reyhan mengalihkan topik.


"Lusa,"


"Aku akan atur waktu ku untuk mendampingi mu periksa."


"Dad, aku sudah selesai makan. Aku mengantuk." keluh Isabella yang nampak sudah ke keyangan dan kini terlihat mengantuk itu.


"Oke, Daddy anter ke kamar ya. Tapi sebelumnya cuci tangan dulu."

__ADS_1


Kemudian Isabella berinsut dari tempat duduknya. Dan berjalan kearah wastafel untuk mencuci tangannya.


"Aku tidurkan Isabella dulu ya." ucap Reyhan yang kemudian juga berdiri menghampiri sang putri yang masih sibuk mencuci tangannya.


Reyhan pun dengan sayang membantu Isabella mencuci tangan. Andrea yang ketika itu menyaksikan interaksi anak dan ayah itu hanya bisa mengulas senyum tipis. Andrea tidak bisa mempungkiri, jika sang putri memang begitu dekat dan sayang pada Daddy-nya.


"Selamat malam mommy, aku tidur dulu ya." ucap Bella yang kini sudah ada dalam gedongan Reyhan.


"Selamat malam sayang. Cepat tidur ya, sini kiss mommy dulu." lalu Bella mencium pipi Andrea sebagai ciuman selamat malam.


🌹🌹🌹🌹🌹


Seusai menidurkan Isabella, Reyhan kini berjalan menuju kamar Andrea. Ia berniat ingin mengobrol santai dengan istri nya itu sebelum ia kembali pulang ke apartemen. Renyah kemudian mengetuk pintu kamar Andrea dengan pelan.


"Siapa," tanya Andrea, bersuara dari dalam kamar.


"Aku sayang," jawab Reyhan. Dalam sekian detik tidak ada jawaban. Dan Reyhan tetap berdiri menunggu apakah ia di ijinkan masuk kamar atau tidak.


"Masuk Rey, pintunya tidak di kunci." jawab Andrea dari dalam sana setelah terjeda sekian menit.


"Aku menumpang mandi ya. Badan ku tadi penuh keringat. Dan aku juga ingin ganti baju. Baju baju ku masih tersimpan di sini semua kan." izin Reyhan ber basa basi dengan nada suara ragu. Sejenak Andrea berfikir dan menatap Reyhan tanpa expresi.


Kemudian Andrea memperhatikan baju yang Reyhan kenakan memang nampak terlihat lusuh, akhirnya Andrea pun mengizinkan.


"Ku ambilkan baju untuk mu," lalu Andrea berinsut dari tempat tidur dan berjalan pelan menuju ruang ganti.


Dalam hati Reyhan pun senang. Reyhan kemudian memperhatikan Andrea saat ia sedang berjalan melaluinya dengan mengenakan gaun malam dengan potongan yang sangat seksi dan di tambah pemandangan perut Andrea yang makin besar. Seakan hal itu menambahkan ke seksi an wanita hamil itu. Apa lagi wewangian khas sang istri yang selalu ia pakai jelang tidur masih sama.


Dan hal itu makin membuat candu bagi Reyhan. Reyhan pun hanya bisa menelan saliva nya dengan susah payah ketika ia terpesona melihat Andrea tapi tidak bisa menyentuhnya dengan leluasa.


"Ini baju mu, pakailah di kamar mandi." perintah Andrea.


"Terimakasih sayang." ucap Reyhan sambil meraih pakaian yang Andrea berikan.


Beberapa saat kemudian, Reyhan sudah keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian lengkap sambil mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk. Kemudian ia melangkah berjalan ke sisi ranjang, dimana Andrea sedang bersandar di headbord tempat tidur.

__ADS_1


"Kau sedang apa." tanya Reyhan yang saat ini sudah duduk di depan Andrea di sisi tempat tidur.


"Kaki ku terasa pegal. Pinggang ku jelang tidur selalu terasa nyeri." keluh Andrea sambil memijat mijat kakinya.


"Sini aku pijat kaki mu," tukas Reyhan yang kemudian sudah meraih kaki Andrea dan menumpangkan ke pahanya, Reyhan tak menggubris walau Andrea sudah menolak.


"Aku hanya memijat kaki mu Andrea, ini bentuk kepedulian ku terhadap mu. Karena kau saat ini mengandung anak ku. Maafkan aku jika tidak bisa selalu di samping mu setiap malam. Maafkan aku karena tidak bisa membantu mu meredakan setiap kesaksian yang kau rasakan selama hamil."


"Tidak perlu merasa bersalah, aku dari awal sudah katakan. Jika aku bisa melalui masa kehamilan anak ke dua ini tanpa mu." jelas Andrea.


"Kaki mu sedikit bengkak," tutur Reyhan dengan masih memijat kaki Andrea dengan pijatan lembut.


"Itu normal,tidak apa apa."


"Jangan terlalu capek. Kau harus banyak istirahat. Besok hubungi aku jika mau cek kandungan."


"Iya, sudah malam Rey. Pulanglah,"


"Sebentar lagi, aku masih mau memijat kaki mu."


"Tapi aku sudah mengantuk." tutur Andrea.


"Kalau begitu tidur saja. Aku akan pulang saat kau sudah tertidur. Tidurlah."


Andrea pun akhirnya menurut, ia memejamkan matanya dan tak lama pun Andrea nampak tertidur. Setelah memastikannya Andrea benar benar tertidur pulas. Reyhan kemudian bergerak pelan dari tempat tidur. Kemudian memindahkan kaki Andrea ke bawah selimut, dan menaikan selimut agar bisa menyelimuti tubuh Andrea sampai seputaran dadanya.


Sejenak Reyhan nampak memperhatikan wajah cantik Andrea yang sudah tertidur lelap itu. Kemudian dengan pelan dan dengan sedikit perasaan ragu ragu Reyhan mendekatkan wajahnya ke wajah Andrea. Kemudian ia mendaratkan ciuman lembut pada kening Andrea.


"Selamat malam sayang. Selamat tidur dengan nyenyak."


Andrea Sahara pas lagi hamil ni



Maaf ya aku buat bab yang menyebalkan tapi pencet like juga doangπŸ˜…πŸ€­πŸ˜¬. Itu mng bab yang harus ada dan mmg itu lah bab yang harus aku tulis untuk menunjang alur/ bab berikutnya..πŸ₯°πŸ™ jgn lupa komentarnya ya bestie... nanti aku up lagi😁😁😁πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2