
"Metthew," sapa Andrea pada seseorang. Saat mereka tak sengaja berpapasan dari toilet di sebuah restoran.
"Andrea," sapa balik Metthew pada Andrea. Keduanya pun kini saling berjabat tangan.
"Sedang apa kau di sini,?" tanya Andrea.
"Aku habis meeting bersama klien tadi, kamu sendiri sedang apa di sini?" tanya balik Metthew.
"Aku juga habis meeting. Bagaimana jika kita duduk sebentar dan mengobrol." tawar Andrea.
"Sure, tentu. Sudah lama juga kita tidak bertemu."
Metthew adalah sahabat Andrea dan juga Reyhan. Mereka dulu adalah tetangga satu komplek perumahan.
"Bagaimana kabar mu, kabar Reyhan juga?" tanya Metthew dengan ramah.
"Reyhan dan aku baik. Aku ikut sedih dengan apa yang kau alami. Pasti tidak mudah di tingal oleh seseorang yang kita sayangi." ungkap Andrea yang juga telah tau jika Metthew di tingal pergi untuk selamanya oleh sang istri.
"Ya aku bisa apa Dea. Aku tak bisa melawan takdir."
"Sabar Mett, aku yakin, suatu saat kau pasti akan mendapatkan penganti nya." mendengar itu Metthew tersenyum getir.
"Punya tampang yang lumayan, harta melimpah dan bisnis di mana mana rupanya tak membuat semua wanita yang ku rayu jatuh cinta dengan mudah padahaku. Aku bahkan selalu di tolak oleh wanita yang aku taksir." ungkap Metthew sedih.
"Oya, aku tidak percaya itu. Siapa yang berani menolak mu?" tanya Andrea.
"Ada, bahkan dia menolak semua pemberian cuma cuma dari ku. Dia wanita hebat. Tapi sayang, dia tak tertarik dengan ku."
"Jangan menyerah dong. Taklukan dia!" ucap Andrea menyemangati. Lagi lagi Metthew hanya bisa terkekeh.
"Dia wanita yang sulit di dekati. Nama nya Sava, tapi sudahlah. Aku tidak lagi ingin mendekati nya, walau aku suka dengan nya." cerita Metthew pada Andrea.
"Dalam mendapatkan wanita kau harus sabar Mett," Andrea berucap memberikan dukungan. "Kalau untuk dia rasa nya sulit. Kini aku sudah anggap dia sebagai adik ku. Hanya dengan cara itu, setidaknya aku bisa tetap dekat dengannya. Jika kau ada gambaran seseorang, boleh lah kenal kan pada ku," gurau Metthew pada Andrea. Kemudian mereka sama sama tertawa.
"Seorang Metthew Wilson, Raja property ternyata payah ya dalam mengaet wanita." Andrea berucap sambil menyeruput minumannya.
"Aku salut dan iri pada kebahagiaan kalian berdua. Reyhan sangat beruntung mendapatkan mu." puji Metthew.
"Kita sudah sama sama dewasa dan tau bagaimana rasa nya hidup berumahtangga. Aku dah Reyhan juga melalui beberapa titik jenuh." kilah Andrea.
__ADS_1
"Tapi kan kalian bisa lalui itu. Reyhan kan tipe cowok romantis, property ku laris manis saat aku bekerja sama dengan nya. Ku akui suami mu itu pandai berbisnis. Kemarin kan kita sama sama meeting di Yunani."
"Jadi kemarin kau juga ikut ke sana.?"
"Aku juga bagian dari pemegang saham nya."
"Oya, wow. Kau juga hebat Mett." puji Andrea.
"Bagaimana, kau suka Penthouse yang Reyhan hadiahkan pada mu." tanya Metthew soal Penthouse yang Reyhan beli dari Metthew spesial untuk Andrea.
"Aku suka, kejutan paling wah dari nya. Tapi aku tidak tingal di sana. Aku lebih suka tingal di sebuah rumah. Tapi kan Penthouse itu bisa untuk investasi. Aku hanya sesekali menempati nya, jika kadang jenuh di rumah."
"Sekarang ini bayak orang berinvestasi di bidang properti. Penthouse salah satu hunian yang di buru. Selain nyaman untuk di tinggali, juga bagus untuk investasi jangka panjang. Tidak tanggung-tanggung, Reyhan membeli 3 unit langsung waktu itu."
Mendengar Metthew berceloteh jika Reyhan membeli 3 unit Penthouse langsung, seketika membuat dahi Andrea berkerut.
Dalam hati Andrea berfikir, buat siapa 2 unit yang lainnya. Karena yang Andrea tau, Reyhan hanya membeli satu unit Penthouse untuk diri nya. Itu sebagai kado ulang tahun pernikahan mereka kala itu yang ke 9 tahun. Tetapi Andrea tidak tau jika Reyhan ternyata membeli 2 unit lagi.
"Aku tidak tau jika Reyhan beli 2 unit Penthouse lagi. Aku tau nya dia beli satu?" ungkap Andrea.
"Mungkin yang 2 untuk investasi?" jawab Metthew.
"Suami mu banyak uang Dea, dia bisa beli 10 Penthouse pun tak akan membuat dia miskin." tukas Metthew lalu dia terkekeh. Dan Andrea pun ikut tersenyum simpul.
🌹🌹🌹🌹🌹
Malam itu, Bella sepertinya sedang manja bersama Daddy nya. Dia tidak mau di bacakan dongeng oleh Reyhan di kamarnya sendiri. Melainkan dia kini sudah tiduran santai di tempat tidur orang tua nya.
Dengan sambil membacakan dongeng untuk Bella, Reyhan sesekali menciumi rambut pajang sang putri kesayangannya itu.
"Daddy, boleh ya aku malam ini tidur di sini bersama Daddy dan Mommy." tanya Isabella memohon.
"hemmm, coba nanti tanya sama Mommy."
"Tanya apa?" ucap Andrea yang baru saja keluar dari ruang ganti baju. Dan kini Andrea sedang duduk di meja riasnya. Melakukan ritual seperti bisa jelang tidur.
"Malam ini Bella ingin tidur bersama kita." ujar Reyhan.
"Boleh ya Mommy." rengek Bella.
__ADS_1
"Tentu saja boleh sayang," jawab Andrea yang terlihat masih sibuk di depan kaca rias nya.
"Yeahh." seru Bella senang.
"Ayo Daddy. Ceritakan lagi aku dongeng nya."
Dan Reyhan pun membacakan kembali dongeng dari buku yang Bella bawa sampe pada halaman akhir.
Setelah Bella kini tertidur lelap, Reyhan bergerak perlahan untuk memberikan Bella ruang agar tidurnya bisa lebih nyaman.
Kemudian Reyhan berjalan mengitari tempat tidur. Dan dia membaringkan tubuhnya di sisi Andrea yang sudah duluan berbaring di sana.
"Rey, ada Bella." Andrea bersuara pelan.
"Iya, aku tau. Aku hanya ingin tidur di sini." jawab Reyhan.
"Kenapa harus di sini. Nanti kamu bisa jatuh."
"Kamu yang bergeser sedikit dekat Bella. Aku mau tidur di sisi mu." ucap Reyhan yang sudah merangsek kan diri nya sambil melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Andrea.
"Kenapa kau akhir akhir ini seperti anak kecil Rey. Bahkan kau lebih manja dari Bella." keluh Andrea, yang kini tiduran dengan posisi di peluk oleh Reyhan dari belakang.
"Aku merindukan mu." jawab Reyhan.
"Memangnya selama ni kau tak rindu. Padahal aku tak kemanapun."
"Sudahlah. Jagan bahas lagi soal itu Dea. Aku sudah bahagia bisa seperti ini bersama mu."
Kemudian Reyhan mengecup tengkuk Andrea dalam dalam.
"Selamat malam sayang." ucap Reyhan.
"Selamat malam Rey." jawab Andrea.
Beberapa jam setelah mereka semua terlelap. Andrea nampak mengerjap. Kemudian, pelan pelan ia bangkit dari tidurnya. Menyingkirkan lengan Reyhan dari perutnya.
Dengan gerakan sangat pelan, Andrea berinsut dari rajang. Dengan bertelanjang kaki, Andrea keluar kamar. Kemudian Andrea berjalan menuju ruang kerja Reyhan.
Setelah mendengar dari Metthew bahwa Reyhan ternyata membeli lagi 2 Penthouse, membuat Andrea bertanya tanya. Dan ia ingin mencari suatu informasi yang bisa membuat nya tidak lagi merasa penasaran.
__ADS_1
Andrea merasa ada sesuatu yang Reyhan sembunyikan dari nya. Karena Reyhan hanya bercerita jika dia hanya membeli satu Penthouse. Tapi ternyata Reyhan membeli dua unit lagi Penthouse.
Andrea merasa penasaran, untuk siapa dan buat apa Penthouse itu. Apakah benar semata mata untuk investasi.