Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Pantaskah Aku Untuk Mu


__ADS_3

Sebuah mobil mewah melintas tiba tiba dan berhenti tepat di hadapan Syanala ketika ia hendak berjalan menuju halte bus seusai ia bekerja.


"Masuklah Nala, aku anter kau pulang." seru Metthew yang masih duduk di kursi kemudi sambil memegang stir mobilnya.


"Terimakasih, aku naik bus saja," kilah Nala, yang masih nampak mengenakan pakaian waiters dan berlapis sweter.


"Masuklah, pembicaraan kita kemarin belum selesai." tukas Metthew.


"Aku rasa sudah tidak ada lagi yang perlu di bahas. Kita tidak sepadan." jawab Nala yang kemudian memilih kembali berjalan menuju halte bus dan tak menghiraukan Metthew.


"Kita tetap harus bicara," tutur Metthew yang tiba-tiba saja sudah memegang pergelangan tangan Nala dan mengajaknya untuk masuk ke dalam mobil. Nala pun tak punya pilihan selain menurut.


🌹🌹🌹🌹🌹


"Kita bukan orang asing Nala, kita sudah saling kenal sebelumnya. Walaupun aku tidak mengenal mu secara intens, aku cukup kenal dengan mu."


"Kau tidak tau siapa aku. Kita bukan orang sepadan. Kita sangat jauh berbeda. Kau orang yang sangat terhormat, sedangkan aku bukan siapa siapa jika di bandingkan dengan diri mu Metthew." ujar Syanala pada Metthew ketika mereka masih berada di dalam mobil. Metthew sengaja menepikan mobilnya dari jalan raya. Dan mencoba berbicara dengan Nala untuk mengutarakan niatnya menikahi wanita yang sudah lama membuat ia tertarik itu.


"Jika alasan mu menolak ku karena urusan yang telah lalu, aku tidak peduli Nala."

__ADS_1


"Banyak wanita di luar sana yang jauh lebih terhormat dan bahkan mereka masih Vergine. Aku tidak dalam kriteria itu Mett. Bahkan orang yang tau skandal itu, pasti akan menilai aku kotor." jelas Nala pada Metthew merendah.


"Sekotor apa pun diri mu, setiap orang punya kesempatan untuk berubah kan. Walau kau salah ketika itu, aku yakin kau tidak sejahat itu dan kau tidak semunafik itu. Kau hanya salah jatuh cinta. Kau salah memberikan apa yang kau punya pada orang yang tidak benar-benar mencintai mu. Dan kau salah mencintai orang terlebih dia sudah beristri. Hanya itu kesalahan mu." Nala tertunduk mendengar penuturan Metthew. Air mata Nala pun jatuh, saat ia kembali merasa berada dalam kubangan penyesalan.


Penyesalan yang sudah tidak ada artinya saat ini. Penyesalan yang selama nya akan menjadi aib bagi nya dan juga bagi orang yang tersakiti.


Tapi entah kenapa, sehancur apa dia saat ini. Dan sekotor apa dirinya, jauh dari lubuk hati terdalam ia tak bisa mempungkiri jika dirinya memang sangat tulus mencintai pria yang sudah menalaknya saat itu.


Nala rela menerima segala konsekuensi ketika ia sudah yakin mau di nikahi Reyhan secara siri kala itu. Entah setan apa yang membuat dia seolah gelap mata, Nala benar-benar mencintai Reyhan. Bukan karena pada saat itu Reyhan seorang pengusaha sukses. Tapi yang membuat Nala jatuh cinta karena sikap lembut Reyhan dan segala pesona pria itu.


Namun ternyata, semua ketulusan menjadi istri siri tidak semulus seperti apa yang ia harapkan dan pikirkan.


Nala memutuskan untuk mundur. Dia melihat sendiri bagaimana perasaan seorang istri sah terluka hati nya. Dia juga merasakan rasa cemburu saat ia mempergoki Reyhan dan Andrea bermesraan kala itu di kantor. Dan sebaliknya, ia sadar. Andrea pasti merasakan hati nya hancur saat mempergoki Nala dan juga Reyhan di Penthouse kala itu. Dan saat itu Nala sadar, seorang wanita tidak akan sanggup jika harus berbagi suami.


Sejak saat itulah, Nala menilai dirinya sangat jahat. Meski kini dia telah menyesal, semua tidak bisa kembali seperti sediakala.


Dan saat inilah dia berusaha memperbaiki semuanya. Memperbaiki mental dirinya sendiri. Mengembalikan kepercayaan diri, dan berusaha mengatur hidupnya untuk bisa lebih baik.


"Menikahlah denganku Nala, aku akan melindungi mu." ucap Metthew yang kemudian meraih sebuah tisu yang ada di mobil dan menghapuskan air mata Nala.

__ADS_1


"Aku tidak pantas menjadi istri mu Metthew."


"Jika aku bilang pantas, bagaimana. Tidak ada yang tau skandal itu. Kau tetap akan di kenal sebagai Syanala Arunika. Bukan di kenal sebagai pelakor. Dan mungkin hanya Andrea yang akan menyebut mu dengan istilah itu. Tapi cobalah lupakan semuanya. Kau berhak hidup lebih baik. Bukankah kau sudah menyesali itu semua. Apa lagi yang akan kamu lakukan. Biarkan Reyhan dan Andrea menyelesaikan urusan mereka. Toh semua sudah terjadi. Terlihat egois memang. Tapi apa yang bisa kamu lakukan, selain hanya bisa menyesal."


Lagi lagi Nala hanya bisa terdiam mendengar penuturan Metthew.


"Bagi ku setiap wanita itu punya keistimewaan. Terlepas dia seperti apa. Dan aku melihat itu dalam diri mu Nala. Kau seharusnya tidak bertemu Reyhan brengsek itu. Kau sudah mengakui kesalahan mu dan kau menyesali itu sudah cukup. Memangnya kau bisa apa lagi?"


"Aku tidak ingin bertemu dengan mereka lagi. Aku tindak ingin menyakiti hati Mbak Andrea. Aku sudah sangat jahat padanya." imbuh Nala yang merasa sangat bersalah pada Andrea.


"Andrea wanita kuat. Dia tau apa yang harus dia lakukan. Orang yang paling jahat dan brengsek di sini adalah Reyhan. Dia aktornya."


Syanala



Metthew


__ADS_1


Segini dulu ya gaes, komentarnya jgn lupa 😁


__ADS_2