
Hentikan Rey,"
"Kenapa?"
"Kita bukan lagi suami istri."
"Kalau begitu aku akan menikahi mu kembali." jawab Reyhan tegas. Dan perkataan Reyhan membuat Andrea termangu. Tatapan mata mereka kini kembali beradu. Reyhan masih menahan tubuh Andrea dalam lingkupan kedua tangannya. Masih mengunci nya.
"Menikah lah kembali dengan ku Andrea sayang. Mari kita kembali bangun rumah tangga kita yang sempat rubuh. Kita bangun kembali rumah tangga kita dengan pondasi yang lebih kokoh dari sebelumnya. Aku berjanji, untuk hidup ku, aku hanya akan bersama mu sampai akhir hayat ku." Andrea hanya diam menatap wajah Reyhan yang berbicara serius kepadanya.
"Aku akan memikirkan itu dulu Rey." jawaban Andrea dengan nada suara pelan.
"Kita masih saling mencintai dan menyayangi. Kita masih saling peduli. Aku merasa getaran setiap kali dekat dengan mu. Dan aku sebenarnya sangat cemburu pada Julian, setiap kali dia menyentuhnya mu. Aku tidak rela kau di miliki oleh orang lain. Kau yang telah melahirkan anak anak ku, wanita yang aku cintai dan aku menginginkan diri mu kembali pada ku sayang. Izinkan aku memeluk mu, menghangatkan mu dan memberikan mu kebahagiaan lahir dan batin. Aku sudah menunggu mu Andrea. Jangan buat aku menunggu lagi." tutur Reyhan dengan penuh perasaan dan keseriusan.
Tak kuasa menahan rasa haru di setiap penuturan yang Reyhan uangkapkan. Andrea kemudian langsung memeluk sang mantan suami yang juga masih ia cintai itu dengan sangat erat.
"Reyhan, entah apa yang bisa aku ucapkan. Terimakasih sudah mencintai ku." tutur Andrea di sela sela ia mendekap erat tubuh Reyhan. Meletakkan kepalanya di dada telanjang Reyhan dan merangkul pundak Reyhan dengan begitu posesif. Sebuah pelukan yang menentramkan. Sebuah sentuhan yang sama sama membangkitkan gairah cinta mereka.
__ADS_1
"Aku merindukan bisa berpelukan seperti ini sayang." ujar Reyhan sambil mengelus-elus rambut panjang Andrea yang tergerai.
Saat Andrea mengudarkan pelukannya. Wajah itu kini terlihat berseri seri. Reyhan kembali menangkup wajah cantik Andrea. Memandangi nya dengan tersenyum manis. Kini hati mereka seolah sudah terkoneksi satu sama lain. Hanya dengan saling tatap seperti itu. Luapan kebahagiaan, kehangatan dan debaran itu muncul kembali. Bahkan hasrat itu juga kian melanda kedua nya. Hasrat yang pernah mereka bisa saling salurkan satu sama lain dengan bebas. Hasrat yang bebas mereka bisa lakukan di mana saja sampai mereka puas dan terpuaskan.
Sebuah kebutuhan batin yang akan menambah chemistry sebuah hubungan. Yang menambah keterikatan satu sama lain. Tanpa bisa mereka lawan lagi, Reyhan dan Andrea kini sudah terlibat dalam ciuman panas penuh gelora dan penuh api asmara. Saling tidak bisa menahan dan saling merindukan. Karena sebelumnya mereka sudah pernah melakukan itu semua.
Dan, entah bagaimana bisa, saat ini mereka berdua sudah berada di tempat tidur, di ranjang Reyhan. Ketika Andrea sudah makin terkungkung, terkunci dan bahkan kini terhimpit oleh Reyhan di atas rajang. Baru saat itu otak nya bekerja dengan sehat.
"Rey, tunggu. Tidak seperti ini harusnya." tukas Andrea sambil mendorong dada Reyhan. Reyhan yang sudah di buat terengah-engah pun juga kini kembali sadar.
"Maaf sayang," jawabnya, kemudian ia memilih untuk menggulingkan tubuhnya ke samping. Tepat di sisi Andrea yang sudah terkapar berbaring di atas ranjang sejak beberapa menit yang lalu.
Keheningan untuk sesaat melanda Andrea dan juga Reyhan. Keduanya sama sama hanya memandangi langit-langit kamar. Saat Andrea menengok ke samping, Reyhan pun di waktu yang sama juga menengok ke samping. Dan hal itu membuat kedua nya tertawa kecil.
"Maaf kan aku. Ini sudah lama. Jadi aku tertawa hasrat."
"Tidak masalah. Aku pulang ya, Isabella dan Alden pasti sudah mencari ku. Aku sudah 3 jam lewat telat pulang."
__ADS_1
"Aku akan mengantar mu,"
"Tidak usah, kau mandi lah. Pakai baju yang hangat, demam mu sudah turun seperti nya."
"Bagaimana tidak turun, kau yang membuat demam ku hilang. Apa lagi jika kau mengobati ku dengan metode skin to skin." ucap Reyhan sambil terkekeh. Satu sikutan lemah mendarat pada lengan Reyhan.
Tak mau berlama-lama berada di kamar Reyhan. Andrea kemudian bangkit dan merapikan bajunya yang sempat kusut. Setelah mengecek pakaiannya masih rapi. Andrea pun pamitan pada Reyhan.
Reyhan kemudian mengantarkan Andrea sampai ke pintu di ruang tamu.
"Sampaikan salam ku pada anak anak ku. Aku mencintai mereka dan juga sangat mencintai mu Andrea."
"Ya Rey, aku pulang ya."
"Hati hati sayang."
"Aku hanya perlu menyebrang." pungkas Andrea, kemudian ia pun melangkahkan kakinya meningalkan rumah Reyhan dengan perasaan hati yang berbeda.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke novel baru ku 🔥♥️💐🥰