Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Hati yang kembali terpaut


__ADS_3

"Hemmmmm, berapa lama lagi kalian akan berciuman," deheman Julian tak pelak membuat Andrea dan juga Reyhan tersadarkan.


"Kau merusak suasana Julian." desis Reyhan yang seketika langsung menarik bibirnya yang sejak tadi sibuk dengan bibir Andrea. Andrea pun kini tersipu malu. Karena dia benar-benar terbawa suasana dengan ke intimannya bersama Reyhan.


"Kau yang sudah tidak tahu diri, bermesraan bersama calon istriku yang gagal ku nikahi." tukas Julian sambil tergelak. Dan hal itu membuat Andrea tidak enak hati pada pria baik di hadapannya itu.


"Sudah sudah, jangan menjadikan aku sebagai objek pembicaraan. Maafkan aku Julian, aku pasti sudah membuat mu kecewa." tutur Andrea, masih merasa tidak enak hati pada Julian.


"Tenang saja Andrea. Jangan merasa bersalah atau tidak enak hati pada ku. Jujur, aku sangat terharu melihat kalian berdua. Kekuatan cinta kalian berdua itu sangat membuat aku iri dan terharu. Kalian sungguh manis dan romantis. Aku senang melihat kalian seperti ini, bersatu kembali setelah apa yang kalian lalui. Angap saja, Tuhan masih memberkati kalian, kalian masih berjodoh. Segera lah menikah, jangan lama lama." ucap Julian tulus pada Andrea dan juga Reyhan.


"Terimakasih Julian, kau pria baik dan orang yang tulus. Aku doakan yang terbaik untuk mu. Semoga kau segera menemukan pendamping hidup yang benar-benar mencintai mu."


"Terimakasih Andrea, aku bahagia untuk mu, untuk mu juga Rey."


🌹🌹🌹🌹🌹


"Sekarang kita mau ke mana Rey," tanya Andrea ketika mereka telah berada di dalam mobil.


"Acara kejutannya belum selesai sayang." tutur Reyhan lembut.


"Setelah sukses memberikan kejutan untukmu. Aku berniat untuk memberikan kejutan juga untuk anak-anak kita. Sini ku pakaikan sabuk pengaman mu." ujar Reyhan sambil memasangkan sabuk pengaman untuk Andrea, yang saat itu duduk di kursi penumpang di sampingnya.


"Aku sudah menyuruh sopir untuk menjemput Isabel dan juga Alden. Aku juga sudah buat reservasi meja di restoran. Kita akan makan malam di sana." jelas Reyhan yang kemudian menyalakan mesin mobil nya, dan mengemudikan mobil meningalkan area pembangunan gedung perkantoran.


"So apa rencana mu." tanya Andrea penasaran.


"Kita beritahukan kepada anak-anak kita malam ini, bahwa kita akan menikah lagi. Aku sudah merekam video kita tadi, saat aku melamar mu dan kau bilang yes. Aku yakin anak anak pasti akan surprise. Apa lagi Isabella, selama ini, dia sangat ingin melihat kita bersatu kembali kan."


"Isabella, anak itu luar biasa. Pernah melalui masa masa pahit saat kita dalam masalah dulu. Dia menjadi saksi bagaimana kita berpisah, dia juga bagian dari alasan kita kembali bersama."


"Terimakasih sudah melahirkan anak anak yang hebat untuk ku Andrea. Aku semakin mencintai mu." Tutur Reyhan yang kemudian meraih tangan Andrea dan mencium telapak tangan nya.

__ADS_1


"Jelaskan padaku siapa pria yang terjatuh dan yang berlumuran darah itu." tanya Andrea begitu ingat tentang pria yang dia kira Reyhan.


"Hahaha, itu sebenarnya hanya patung. Dan darah yang mengalir itu hanya sebuah cairan berwarna merah." jelas Reyhan sambil terkekeh.


"Kejutan mu sangat sukses."


"Bagaimana seandainya, jika itu benar-benar terjadi?" tanya Reyhan.


"Aku tidak mau hal itu terjadi. Walau seandainya pun aku juga tidak mau membayangkan. Aku takut kehilangan mu. Aku masih sangat mencintaimu Rey. Bahkan saat kita bercerai pun, rasa cintaku terhadapmu tidak bisa dengan mudah aku hapus. Setiap malam aku merindukan mu."


"Terima kasih untuk tetap mencintaiku. Kau berharga untukku. Kau bukan hanya sekedar seorang ibu dari anak-anak ku, tapi juga seseorang yang sangat berarti untuk ku."


"By the way, baju kita basah Rey."


"Tenang saja, aku dah siapkan baju untuk kita berdua. Ada di bagasi mobil. Sebentar lagi kita sampai di hotel."


"Hotel, buat apa kita ke hotel." tanya Andrea tercenang.


"Masa cuma ganti baju saja cek in hotel."


"Jika kita pulang, kita akan terlambat. Ini juga sudah sore. Aku buat reservasi makan malam di restoran yang ada di sebuah gedung hotel. Jadi kita sekalian di sana. Kau pikir apa memang?" tanya Reyhan menerka nerka.


"Pikir saja sendiri Rey," cicit Andrea malas menjawab, Reyhan pun terkekeh.


Sesampainya mereka di hotel, Reyhan langsung bergegas menuju kamar hotel bersama Andrea. Reyhan memang sudah memesan kamar hotel itu sejak pagi.


Kini mereka sudah ada di depan kamar hotel, Reyhan lalu membukakan pintu kamar nya.


"Silahkan masuk Nyonya," ujar Reyhan.


"Kita tidak akan melakukan hal hal aneh kan." ujar Andrea menyelidik.

__ADS_1


"Kita hanya perlu mandi dan ganti baju. Masih ada waktu dua jam sebelum acara makan malam di mulai. Jadi, kita bisa ngobrol di dalam." ujar Reyhan sambil melipat jam tangannya.


"Ingat ya Rey, hanya ganti baju."


"Memangnya kita mau apa Andrea. Kau kaya tidak kenal aku saja."


Setelah sedikit berdebat, akhirnya Andrea dan Reyhan masuk ke kamar hotel. Sesampainya di sana, Reyhan langsung memberikan sebuah paper bag pada Andrea.


"Ini ada baju untuk mu, kau tenang saja. Ukurannya pasti pas, aku sudah hafal dengan gaun gaun yang kau sukai. Aku beli ini di butik langganan mu, pakailah." ucap Reyhan sambil menyerah paper bag itu pada Andrea.


"Makasih Rey, kalau begitu aku mandi dulu." ujar Andrea, yang kemudian hendak berlalu tapi pergelangan tangannya d tahan oleh Reyhan.


"Mandi bersama yuk," goda Reyhan nakal.


"Jangan macam-macam pada ku atau pernikahan kita gagal." ancam Andrea.


"Haaaaa, aku hanya bercanda Andrea, kau seram sekali kalau marah." ledek Reyhan.


"Mandilah, dandan yang cantik. Kita beri kejutan untuk anak anak kita." ujar Reyhan sangat bersemangat.


"Kau mandi setelah aku selesai mandi, okey,"


"Padahal aku ingin mandi berduaan dengan mu." goda Reyhan lagi bercanda, Andrea tidak menjawab. Tapi ia memelototkan kedua matanya ke arah sang mantan suami.


Dengan tak lagi menghiraukan Reyhan, Andrea bergegas ke kamar mandi. Sesampai di dalam kamar mandi, ia langsung mengunci pintunya.


Dekat kembali bersama Pria itu membuat hati Andrea selalu berbunga-bunga. Hatinya kembali hangat, debaran jantung nya tak bisa di kondisikan. Dan terkadang, sebuah tuntutan lebih juga ia rasakan. Itu hal normal yang Andrea alami, setelah sebelumnya ia membina rumah tangga dengan Reyhan. Dan yang terbaik untuk mereka saat ini adalah memang, harus segera menikah.


Isegini dulu ya, dan mau end kok 🤗♥️


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2