Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Hampir Lepas Kendali


__ADS_3

Kini Andrea sudah berada di halaman mansion tempat Julian tinggal. Mengenakan gaun satin warna biru tua, Andrea sangat terlihat cantik dan begitu elegan malam itu. Bagaimanapun ia harus berpenampilan istimewa di hari ulang tahun tunaganya itu.


Keluar dari mobil BMW mewahnya, Andrea langsung di suguhi pemandangan yang membuat hatinya menghangat.


Welcome my sweet heart, tulisan itu lah yang terukir di lantai teras rumah Julian dengan mengunakan bunga mawar sebagai medianya.


"Siapa yang ulang tahun, siapa yang di beri kejutan," guman Andrea, menghiraukan tulisan yang berada di lantai itu.


Kemudian ia pun langsung bergegas masuk kedalam mansion mewah milik Julian. Karena suasana rumah nampak sepi, dan beberapa kali Andrea memangil Julian tapi tidak ada jawaban. Akhirnya Andrea meraih benda pipih dari dalam tas nya dan mencoba menghubungi kekasihnya itu.


"Halo sayang," sapa Julian dari sebrang telepon.


"Happy birthday Julian, aku sudah berada di dalam rumah mu. Tapi kenapa rumah mu sepi sekali. Yang ada hanya satpam yang menyuruh ku untuk langsung masuk." tukas Andrea.


"Cari aku di kolam renang. Aku sedang berenang sekarang. Dan aku sejak tadi sudah menunggu mu." tutur Julian dengan nada suara lembut.


"Oke, aku kesana."


Kemudian Andrea pun melangkahkan kakinya menuju area kolam renang yang berada di mansion tersebut.


"Kata nya ada acara makan malam spesial. Mana, kau malah asik berenang." ujar Andrea sedikit kesal pada Julian. Ketika ia malah mendapati pria bertubuh besar itu malah asik berada di kolam renang.


"Menurut mu," balas Julian sambil mengukir senyum jail.


"Kau sudah mempermainkan aku. Tau begitu aku tidak perlu lama lama berdandan di depan kaca untuk berpenampilan menarik dan istimewa malam ini."


"Mau dandan atau tidak kau sudah sempurna Andrea Sahara. Kau punya kecantikannya alami dan skil bisnis di atas rata rata. Dan kau juga wanita sempurna dengan sudah melahirkan dia anak yang begitu hebat. Itulah kenapa aku bisa jauh cinta dengan mu." puji Julian yang masih betah berada di kolam renang.


"Jangan banyak membual Julian. Ayo keluar dari kolam renang itu. Atau aku akan kembali pulang saja." ancam Andrea.


"Hai tunggu sayang. Kau tidak liat di meja itu. Aku sudah siapkan candle light dinner romastis untuk kita berdua. Masa kau tidak ada perhatian khusus di hari ulang tahun ku yang sudah semakin menua ini." ujar Julian sambil mengarahkan pandangannya ke arah sebuah meja lengkap dengan candle light serta berbagai macam hidangan malam malam di sana. Andrea pun mengikuti arah pandang mata Julian.


"Sepertinya kau sudah tidak sabar untuk memulai makan malam romantis dengan ku."

__ADS_1


"Aku ada anak anak di rumah Julian. Aku bukan anak gadis yang keluar dari rumah tanpa izin orang tua untuk hanya sekedar berpacaran. Aku meningalkan anak ku di saat mereka sudah tidur dan akan kembali sebelum mereka mencari ku. Aku tidak ingin terlihat seperti ibu yang buruk." jelas Andrea pajang lebar.


"Ya sudah, kalau begitu bantu aku keluar dari kolam renang ini." ujar Julian sambil menjulurkan tangannya pada Andrea.


"Dari kapan kau bersikap manja begini." keluh Andrea, tapi ia tetap melangkahkan kakinya menuju Julian yang tersenyum penuh dengan ke misteriusan itu.


Dan tiba-tiba saja Andrea yang tengah berjongkok untuk menyambut uluran tangan Julian, justru kini diri nya di tarik oleh tunggangannya itu untuk ikut terjebur di kolam renang.


"Julian," pekik Andrea yang kini sudah basah kuyup dan tengah berada dalam kekuasaan dekapan Julian.


Pria ber manik mata cokelat ke emasan itu mengunci pergerakan tubuh Andrea dengan mendekap erat pinggang wanita yang sudah 3 tahun menjadi tunangannya itu dengan kedua lengan kekarnya.


"Apa yang kau lakukan. Kau membuat gaun ku basah. Bahkan sekarang seluruh tubuh ku juga basah." gerutu Andrea. Tapi Julian justru tersenyum jail dan puas mengerjai wanita yang membuatnya jatuh cinta itu.


"Aku memang sengaja membuat gaun mu basah sayang. Aku ingin kita berdua ber romantis di kolom renang malam ini."


"Mana ada seperti itu, yang ada kita akan mengigil kedinginan. Aku malu Julian, kita belum sah, takut para pelayan di rumah mu melihat. Ini pemandagan yang tidak pantas." balas Andrea, yang kini nampak berusaha melepaskan diri dari lilitan tangan Julian.


"Kalau begitu sah kan segera. Kau yang ku berikan kuasa untuk menentukan tanggal pernikahan kita. Tapi kau malah sengaja menundanya. Padahal kan aku sangat ingin segera menikah dengan mu. Buat apa kita lama lama bertunangan. Kita sudah sama sama tua." keluh Julian.


"Aku sudah tidak bisa sabar lagi untuk memiliki diri mu seutuhnya Andrea. Karena aku takut, jika kamu akan berubah pikiran dan kita gagal untuk menikah." tutur Julian yang memandangi secara intens wajah cantik Andrea.


"Beri aku waktu sedikit lagi sayang, untuk menentukan tanggal itu."


"Janji," cecar Julian, Andrea nampak kesulitan untuk mengucapkan kata janji.


"Tidak usah berjanji, aku percaya pada mu." ujar Julian sambil memutar-mutar kan tubuh Andrea yang saat ini masih berada dalam kuncian kedua tangannya di kolam renang.


"Karena ini hari ulang tahun ku, bolehkah aku minta sesuatu dari mu. Anggap saja ini adalah hadiahnya."


"Aku sudah menyiapkan hadiah untuk mu Julian. Ada di dalam tas ku"


"Tapi aku minta hadiah lain."

__ADS_1


"Kau minta hadiah lain apa?" tanya Andrea nampak berfikir keras.


Untuk sesaat mereka saling diam. Kemudian satu tangan Julian terangkat untuk menyelipkan beberapa helai rambut panjang Andrea yang berserakan di pipi ke telinganya.


"Kiss me. Aku mau, kau mencium ku sebagai hadiah untuk hari ulang tahun ku." ucap Julian serius.


Dan sejurus kemudian dengan tatapan mata elangnya yang tajam. Julian memandangi dengan lekat iris mata Andrea. Dan seolah-olah pandangan Julian itu sengaja ia lakukan untuk bisa menerobos masuk ke dalam iris mata Andrea yang nampak memandanginya dengan pikiran yang sudah melayang.


Sejenak mereka hanya saling diam, dan saling mengunci dalam dalam tatapan mata yang intens. Andrea kemudian mengulas tersenyum tipis dan menghela nafas panjang.


"Baiklah, ku kabulkan hadiah mu." Andrea lalu mendekatkan wajahnya ke arah wajah Julian, serta mendekatkan bibirnya ke bibir Julian yang nampak sudah siap menyambut bibir ranum Andrea. Dengan mengalungkan kedua tangannya ke leher Julian, satu kecupan manis mendarat di bibir pria yang ber wajah tampan itu.


Tapi, di saat Andrea hendak menarik bibirnya dari bibir Julian. Julian justru menangkup wajah Andrea dengan kedua telapak tangannya. Mengunci wajah Andrea agar tidak berinsut dari wajahnya.


Dan satu ciuman manis lagi lagi mendarat di bibir Andrea. Julian menempelkan bibirnya dengan sangat lekat dan lembut ke bibir Andrea.


Beberapa saat mereka masih berciuman dengan penuh kelembutan. Tetapi entah bagaimana, Julian sepertinya sudah terbawa oleh arus berkeinginan yang lebih. Ciuman itu makin panas, makin menyesatkan, makin liar dan makin tak terkendali.


Baik Andrea dan juga Julian sepertinya terbawa oleh sengatan gairah kebutuhan batin yang sudah lama mereka tidak mendapatkan itu.


Andrea yang telah menjanda selama 7 tahun. Dan Julian yang di ceraikan istri nya sejak 10 tahun terakhir itu seakan menjadi singa yang kelaparan. Bahkan Andrea nampak kesulitan untuk mengimbangi ciuman panas yang di lancarkan Julian.


"Julian, hentikan." desis Andrea di sela sela ciuman panas itu masih berlangsung. Dan Julian malah semakin merangsek kan dirinya sambil mendorong tubuh Andrea ke arah pinggiran kolam renang.


Di saat tubuh Andrea sudah stuck dengan dinding kolam renang. Julian seakan sudah hilang akal masih menciumi bibir ranum Andrea dengan semangat.


"Julian, aku tidak bisa bernafas." keluh Andrea, yang kini ia berusaha untuk mendorong dada bidang Julian untuk menyudahi ciuman panas itu.


Seolah-olah sadar jika tindakannya sudah terlalu dalam pada Andrea. Julian menarik dirinya dari menghimpit tubuh Andrea. Dengan napas keduanya yang masih tersengal-sengal. Julian menautkan dahinya ke dahi Andrea.


"Maafkan aku Andrea, aku lepas kontrol. Maafkan aku."


"Tidak apa apa, tapi lain kali kau tidak bisa melakukan hal ini terhadapku, di saat kita belum resmi menjadi suami-istri." tukas Andrea yang sepertinya juga sama sama hilang kendali beberapa saat lalu. Kemudian Andrea melegos, berinsut keluar dari kolam renang.

__ADS_1


Meninggalkan Julian yang masih mematung di sana.


__ADS_2