
"Mommy dari mana saja, aku dan Alden hampir kelaparan menunggu Mommy pulang untuk makan malam." cecar Isabel pada Mommy nya. Sesaat setelah Andrea muncul di ruang makan. Sedangkan Isabella dan Alden sudah duduk di kursi mereka masing-masing sambil menikmati hidangan makan malam yang sudah di siapkan pelayan di rumah.
"Maafkan Mommy sayang, Mommy lupa memberi kabar." sesal Andrea sambil menghampiri anak nya satu persatu dan mencium puncak kelapa Isabella dan juga Alden dengan sayang.
Biasanya, Andrea memang selalu menyuruh Isabella dan Alden untuk makan malam duluan jika Andrea pulang agak malam dari kantor.
Tapi biasanya, Andrea juga berkoordinasi bersama Reyhan untuk bisa menemani anak anak mereka makan malam. Karena saat ini Reyhan juga tidak enak badan. Sehingga kedua anak itu makan malam berdua saja.
Dan Andrea merasa bersalah pada anak anaknya karena terlalu lama menunggunya dan ia juga tidak memberi kabar jika telat pulang. Padahal ia mala asik berduaan bersama Daddy mereka.
"Maaf ya sayang, tadi Mommy ada urusan." jawab Andrea yang kemudian duduk di kursinya seperti biasa.
"Daddy juga tidak ada kabar." keluh Isabel.
"Daddy sedang sakit sayang." jawab Andrea.
"Dari mana Mommy tau,"
__ADS_1
"Tadi.........," dan Andrea pun menghentikan perkataannya, kemudian berfikir untuk menjelaskan.
"Sebenarnya pulang kerja tadi, Mommy mampir menjenguk Daddy. Daddy hanya sakit demam dan flu. Dia tidak bisa kesini karena tidak ingin kalian tertular flu. Daddy titip salam untuk kalian tadi." jelas Andrea.
"Daddy sakit ya Mommy," ucap Alden seperti ikut kawatir.
"Ia Alden sayang, tapi Daddy sudah baikan sekarang. Habiskan makanan mu, dan ganti baju tidur ya." ucap Andrea pada anak laki lakinya.
"Sejak kapan Mommy pergi ke rumah Daddy. Aku tak pernah melihat sekalipun Mommy berkunjung ke rumah Daddy?" tanya Isabella menyelidik. Andrea pun hanya bisa tersenyum menanggapi pertanyaan putri nya yang kadang sudah seperti detektif.
🌹🌹🌹🌹🌹
Sedangkan Andrea sendiri yang baru saja tiba di kamarnya, langsung melepaskan blazer warna hitam yang ia kenakan. Melepaskan sepatunya dan ia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sejenak, Andrea memandangi dirinya yang terpantul di kaca yang ada di dalam kamar mandi. Ia melihat sosok dirinya di sana.
"Andrea, ternyata kamu hanya bisa mencintai satu orang pria saja. Pria itu tidak lain adalah mantan suami mu sendiri. Suami yang 7 tahun lalu kamu ceraikan. Pria yang sudah berhasil menjadikan diri mu menjadi ibu dari dua anak. Pria yang sudah berhasil menyentuh mu kembali tadi sore. Bahkan kalian sempat bercumbu, sampai sampai sudut bibir mu bengkak. Pria itu adalah Reyhan Aditya Dimitri." (ucap Andrea dalam hati)
__ADS_1
Andrea hanya bisa mendesah lemah dan parah untuk perasaannya. Yang saat ini kembali terpaut dengan Reyhan.
Apa lagi setelah mereka sudah sama sama saling menyatakan perasaannya. Lingkupan rasa bahagia dan hangat itu masih terasa di hatinya saat ini. Di tambah dengan apa yang telah mereka lakukan bersama-sama di kamar Reyhan tadi sore, masih terngiang jelas di benak Andrea.
Letupan cinta bercampur hasrat itu kian membuncah. Jika mereka tidak bisa berfikir jernih. Sudah tentu mereka pasti akan melakukan hubungan layaknya suami istri.
Tapi Andrea sadar, hal itu tidak akan ia lakukan. Kecuali mereka telah kembali bersama dan sah dalam hubungan pernikahan.
Pernikahan
Apa Reyhan akan menikahi nya kembali dalam waktu dekat ?
Untuk hal itu, keputusan ada di tangan Reyhan. Tidak mungkin dirinya memohon pada Reyhan untuk segera di nikahi.
Bagaimanapun, Andrea harus tetap menjaga sikap. Bahwa ia tidak akan bersikap gegabah. Dalam arti, ia tidak akan terlalu menunjukkan antusiasme soal hubungan mereka.
Andrea justru akan tetap bersikap menunggu. Saat itu tiba, jika Reyhan benar-benar ingin menikahi ya kembali.
__ADS_1
Sebagai orang yang pernah di kecewakan, Andrea tidak ingin terlihat gampangan. Tapi ia akan tetap bersikap jual mahal.
Bonus up ya 😬🥰