
Di kantor Aggam baru saja siap Rapat. Dia melihat Arloji mewah yang melingkar di tangannya ternyata sudah mendekati makan siang.
" Zaki kau hantar aku ke Toko tempat istri ku bekerja Zaki." perintah Aggam pada Zaki.
" Baik tuan"
Aggam melangkah ke lift dengan di ikuti Zaki dari belakang. Tiba tiba Aggam merasa seperti berdebar debar dan gelisah. Dia teringat pada Istrinya. Ada apa ini.. Apa terjadi sesuatu pada Aara. Batin Aggam melajukan langkahnya keluar dari Lift dia teringat tempoh hari saat Aara mendapat musibah di Kontrakannya, dan perasaannya saat ini sama seperti yang dia rasakan waktu itu.
Tiba di parkiran Aggam mengeluarkan ponselnya dan masuk ke dalam mobil. Aggam menghubungi nombor ponsel Aara tapi berkali kali tetap tidak di angkat.
Zaki sudah mulai mengeluarkan mobil dari parkiran. Aggam dengan hati yang tidak bisa lagi tenang menghentikan mobil yang di kendarai oleh Zaki.
" Stop Zaki.. " kata Aggam. Zaki langsung menekan rem mobil. Aggam keluar dari mobil dan mengedarkan pandangannya.
Netra Aggam menangkap salah satu karyawan nya yang menunggang motor. Aggam memanggilnya.
" Eh kau, sini" Panggil Aggam mengode penunggang itu guna jarinya.
Karyawan itu menghampiri tuannya turun dari motor membuka helmnya sedikit membungkuk hormat pada Presdirnya.
__ADS_1
"I Iya Presdir " Gugup nya karena di panggil. dia mengira jika dia sedang melakukan kesalahan. Sekretaris Zaki juga masih bingung melihat tingkah tuannya yang tidak biasa.
Arh, tuan memang sering bertingkah tidak biasa semenjak kehadiran nona muda di kehidupannya. Zaki.
"Pinjam kan aku motor mu." Kata Aggam langsung mengambil helm dari tangan karyawannya.
Mulai naik me motor dan memakai helm. "Nanti aku akan membayar mu."
Dia menghidup kan motosikal tersebut dan mulai menjalankan nya. Aggam melaju dengan kencang di jalan. dia sangat pasti jika terjadi sesuatu pada istrinya.
Alasan dia tidak menggunakan mobil karena sekarang waktunya jam makan siang. jadi sudah pasti jalanan akan sangat padat oleh mobil. yang akan menyebabkan nya terjebak macet nanti.
Aggam turun dari motor berlari masuk ke dalam. Aggam membuka pintu kaca toko bunga itu .
Dia melihat Rossa yang mengangkat pisau ingin menusuk leher jejang Aara.
Tak!
Aggam menahan tangan Rossa mendorong tubuh Rossa dengan keras. Rossa terjatuh di lantai Bersamaan Aara juga jatuh pingsan karena sudah kehabisan nafas dengan wajah yang membiru di banjiri darah segar dari pipi cantiknya.
__ADS_1
"Kau sudah gila ..!!! " Aggam meneriaki Rossa dan menangkap tubuh Istrinya yang hampir mendarat di lantai.
"Sayang bangun... " kata Aggam dengan mata yang memerah" Apa yang kau lakukan Rossa !!!!!!" Aggam benar benar marah seperti ingin sekali membunuh Rossa saat ini juga.
" Ya, aku memang sudah gila!!!!! kau meninggalkanku hanya karena bocah itu!!!!" Teriak Rossa berdiri dari terjatuhnya menghampiri Aggam dan langsung menikam bahu Aggam dengan pisau di tangan nya. dia benar-benar sudah sakit mental karena tertekan.
" Tuan muda" Teriak Zaki menarik Rossa menjauhi tuannya. Zaki memang sengaja tadi mengikuti Aggam karena dia khawatir melihat tuannya yang buru buru. Zaki langsung mengamankan Rossa yang terus berteriak dan memberontak meminta di lepaskan. Zaki mengunci tangan Rossa mengambil pisau yang berada di tangannya.
" Lepaskan aku Zaki sialan !!! biar ku bunuh bocah itu" teriak Rossa memberontak.
"Anda tidak apa apa tuan tanya Zaki khawatir melihat darah segar yang mulai berjatuhan dari punggung tuannya. dia tidak peduli dengan Rossa yang meminta di lepaskan.
"Aku tidak apa apa. kau hubungi polisi untuk menangkap wanita gila itu." Kata Aggam mengangkat tubuh Aara yang memprihatinkan dan menyembunyikan wajah istrinya di pelukannya. karena Aara tidak menggunakan cadar. Aggam bahkan tidak peduli dengan luka yang berada di bahunya.
Bersamaan Ray juga datang ke toko untuk mengambil beberapa barang istrinya yang berada di toko. karena Elina baru melahirkan semalam.
"Aara. ada apa ini. " tanya Ray khawatir melihat Aara di gendongan suaminya.
" Kau tolong setir mobil hantar aku ke rumah sakit " Kata Aggam melihat Ray. karena Zaki juga harus mengamankan Rossa jadi dia minta tolong pada suami Elina.
__ADS_1
" Baik. ayo cepat. guna mobil ku saja" Ray dan Aggam langsung menuju ke mobil untuk menghantar Aara ke Rumah sakit.