
Tawa Aara Pecah karena berhasil menjahili suaminya." Gimana kak. Enak Enggak" Kata Aara masih memegang perutnya merasa geli melihat ekspresi wajah aneh suaminya karena rujak mangga itu yang sangat masam.
Aggam menatap Tajam pada istrinya."Kau sudah pintar menjahili ku Aara.." Ujar Aggam.
" Ti Tidak kak" Aara menghentikan Tawanya melihat Tatapan tajam Suaminya.
" Sini Kau" Aggam menarik tangan istrinya dan melototinya.
" Ma mau kemana Kak" Gugup Aara.
Aggam membaringkan tubuh istrinya di kasur dan menindihnya." Layani aku sayang. Kau sudah menjahili ku, jadi kau harus di hukum" Jawab Aggam tidak memberi peluang lagi istri untuk menjawabnya dan langsung menyerangnya.
Hadeh... Aggam. Bagaimana dengan pekerjaan kantor mu.. Ck ck ck.
,,,,,,,,,,
" Mas, kapan kita mengunjungi Villa baru Aggam Mas. Aku penasaran ingin Melihat Villa miliknya" Tanya Sarah pada suaminya yang sedang duduk santai.
" Kapan kapan juga boleh Ma...lagian kenapa Mama Tidak datang sendiri saja ke sana " tanya Kusuma.
" Apaan sih Mas, di Ajak malah nyuruhnya aku yang pergi sendirian... Lagi pula Mas kok semangkin malas sekali keluar rumah semenjak Aggam menggantikan Mas Di kantor" kata Sarah kesal pada suaminya yang sering menghabiskan waktunya hanya di mension membaca koran dan tidak pernah menemani nya keluar lagi seperti dulu.
Kusuma Yang mendengar suara kesal istrinya langsung melipat Koran melihat pada istrinya." Baik lah,... Istri tercinta Mas ini maunya seperti apa... pengennya Mas nikah lagi, begitu" Canda Kusuma sengaja memancing emosi Istrinya
__ADS_1
Sarah membolakan kedua matanya mendengar ucapan suaminya dan langsung memukul bahu suaminya.
" Arghh. Sakit Ma'' ringis Kusuma.
" Gatal lagi mau nikah. Ingat umur Mas. Jika Mas berani menikah lagi akan ku potong punya Mas. " Marah Sarah meninggalkan Suaminya Yang tertawa melihat wajah seram istrinya melangkah naik ke kamar dengan menghentak Hentak kan kakinya.
" Dasar... Ngambekkan" Gumam Kusuma masih dengan sisa tawanya kembali membuaka Koran yang tadi sempat dia lipat.
,,,,,,,,,
Malam Hari di Villa Aara membuat wajah masam. Bagaimana tidak. Aggam menggempurnya sehinggah tubuhnya remuk semua.
"Sayang.. Ada apa dengan wajah cantik mu itu.. " Tanya Aggam menahan tawanya. Dia tau jika istrinya kesal karena dia menggempur istrinya berkali kali siang tadi yang membuat dia menunda semua pekerjaannya.
" Dosa loh tidak menjawab Pertanyaan suami" Sindir Aggam.
Aara berdecak melihat pada Suaminya yang sangat menjengkelkan. " Aku kesal sama Kakak." Ketus Aara pada suaminya.
" Dosa Loh Meninggikan suara pada Suami" Tambah Aggam masih menyindir Istrinya.
Aara Manarik nafas menahan kekesalannya pada suaminya." Aku lapar kak. " Ujar Aara dengan suara selembut mungkin.
" Gitu dong sayang..." Aggam mencubit pipi istrinya yang semangkin chubby.
__ADS_1
"Ayo kita turun ke bawah untuk makan. Mungkin bik Ririn (istri pak Has) sudah siap menyediakan makan malam." Kata Aggam berdiri dari duduknya dan menggandeng sang istri tercinta untuk turun ke lantai bawah dengan memeluk pinggangnya.
Aggam memang sudah menyuruh pak Has untuk membawa istrinya tinggal di Villanya. Agar Ada yang menemani istrinya di rumah. Juga ada dua pelayan lainnya yang membersihkan Villa itu. Aggam sengaja tidak terlalu banyak memperkerjakan pelayan di Villanya. Pelayan Aggam juga semuanya sudah bersuami. Tidak seperti tempoh hari di Villa lamanya, kebanyakan pelayannya wanita yang belum bersuami.
" Sayang sepertinya kau semangkin berisi'' kata Aggam meraba pinggang istrinya melangkah turun ke bawah. Berat badan Aara memang sudah bertambah.
" Masa sih kak" Jawab Aara memegang perut, lengan, pipi juga bokongnya." Ah... Iya, aku baru sadar.. Ini pasti karena kau tidak bekerja kak... Hanya duduk diam di Villa ini. Maka Itu, kakak harus izinkan aku bekerja lagi" Kata Aara Sedikit merengek.
" No sayang.... Itu tidak akan lagi. Jika kau mau bekerja, kerja saja di kantor ku. " Jawab Aggam menarik kursi buat istrinya. karena mereka sudah tiba di meja makan.
" Ayolah kakak... Aku mau kerja apa di sana... Lagian aku hanya lulusan SMA kak" Jawab Aara Masih merengek mecoba untuk membujuk suaminya untuk kembali bekerja di toko bunga milik Elina Lagi.
" Aku bos di sana.. Mau kau lulusan apa tidak masalah. Kau bisa bekerja menjadi asisten ku. Aku juga tidak memiliki asisten." Jawab Aggam menyendok nasi Buat istrinya.
" Itu tidak asik kak.. Lagian Asisten itu apa saja pekerjaannya pasti tidak asik"
" Asik sayang... Karena tugas mu cukup diam dan mencintai ku setiap waktu"Jawab Aggam tersenyum penuh arti pada istrinya.
Aara lagi lagi berdecak melihat suaminya. karena dia tau pasti ujung ujungnya arah pembicaraan suaminya itu mengarah ke ranjanglagi.
" Mesum" Kata Aara Malas meladeni suaminya yang semangkin hari semangkin mesum dan sering meminta jatah tanpa kenal waktu.
"
__ADS_1