GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
110


__ADS_3

"Mesum sama istri sendiri tidak apa apa kan... " Kata Aggam tersenyum pada Istrinya Aggam menaruh beberapa lauk ke dalam piring istrinya. tadi dia menyuruh bik Ririn untuk memasak makanan kesukaan Aara


" Makasih Kak... " Kata Aara juga mengambil kan makanan untuk suaminya.


" Biar aku saja sayang... Kau makan saja" Aggam mengambil piring dari tangan istrinya.


" Terus apa gunanya aku jadi istri kakak, jika ini itu semua tidak bisa" Kata Aara menggeleng melihat suaminya mulai memakan makanan yang suaminya ambil kan tadi.


Tiba tiba Aara merasa mual mencium bau makanan yang akan dia suapi ke dalam mulutnya. Dia langsung berlari ke dapur dan muntah di wastafel.


Uwekkk uwekkk uwekkk


Aara muntah muntah membuat Aggam yang mengikutinya tadi langsung cemas melihat Aara yang muntah.


" Sayang... Kau kenapa... Kita kerumah sakit ya... " Kata Aggam mengusap usap punggung istrinya yang masih muntah.

__ADS_1


" Tidak kak.. Aku baik baik saja. Aku hanya ingin beristirahat.. Mungkin asam lambung ku kambuh lagi kak" Jawab Aara yang menolak untuk ke rumah sakit apa lagi sekarang sudah malam.


" Tidak sayang... Aku sangat mengkhawatirkan mu. Kita ke rumah sakit ya sebentar" Bujuk Aggam pada istrinya.


" Aku ingin istirahat kak" Aara memelas pada suaminya.


Menarik nafas berat karena istrinya tetap tidak mau ke rumah sakit padahal dia sudah sangat khawatir. " Baik Lah.. Mari aku hantar ke kamar sayang" Aara mengangguk. Aggam langsung menuntunnya naik ke lantai dua di kamar.


" Kakak lanjut makannya saja sana kak.." Kata Aara membaringkan tubuhnya di kasur.


" Tidak sayang nanti saja" Aggam ikut berbaring bersama istrinya menarik kepala Aara dan menaikkan di lenganya.


"Tidak kak..aku hanya ingin memakan masakan Nyonya Mama"Tanpa sadar ucapan itu keluar dari mulut Aara begitu saja.


" Ya sudah, kita bersiap untuk ke Mension Ayah... Nanti kau makan di sana sayang" Aggam ingin bangun dari sisi Aara tapi langsung di tahan olehnya.

__ADS_1


" Tidak kak, jangan.. Aku hanya asal bicara saja kak... Ini juga sudah sangat malam kak, yang benar saja mau menyuruh nyonya Mama masak untuk aku kak, aku tidak mau kak.. Itu hanya merepot kan Nyonya Mama.. aku mau tidur saja kak.. Besok saja kita ke sananya ya." Kata Aara yang memang tidak enak hati jika dia harus merepot kan mertuanya Alias nyonya Mama untuk masak di jam istirahat ini.


" Tidak sayang.. itu tidak masalah... Nyonya Mama mu itu pasti tidak keberatan.. Ya sudah, ayo kita berangkat sekarang. " kata Aggam tetap berdiri dari duduknya melangkah mengambil kan pakaian buat istrinya juga tidak lupa dengan jaket yang lumayan tebal agar sang istri tidak akan kedinginan.


" Tapi kak.." Aara merasa benar benar tidak enak pada Nyonya Mamanya.


" Tidak Ada tapi tapian sayang... Aku tidak ingin kau kelaparan malam ini.Ayo" Aggam menarik Tangan Aara dari kasur memakaikannya pakaian buat istrinya yang tadi dia ambil dari ruang ganti.


" kak. Aku bukan bayi."


" Menurut saja Aara" Kata Aggam menyebut nama istrinya. Jika sudah seperti itu dia tidak akan berani lagi untuk membantah suaminya .


Setelah siap mengganti pakainnya. Mereka berdua langsung berangkat ke mansion Ayahnya.


Di jalan Aggam terus menggenggam pergelangan tangan istrinya sambil menyetir. Tidak berapa lama akhirnya mereka tiba di mension.

__ADS_1


Aggam menuntun Aara masuk ke dalam." Assalamualaikum " Kata Aara dan Aggam bersamaan.


Sarah juga suaminya yang masih bersantai di ruang tengah langsung mengalihkan pandangannya pada Aggam dan Juga Aara yang melangkah menghampiri mereka berdua.


__ADS_2