
Drrttt Drrttt Drrttt
No tak di kenali menghubungi nombor ponsel Aggam di pagi hari.
"Hello" jawab Aggam
"Hello Assalamualaikum kak Aggam, Aaranya ada" tanya Kirana yang menghubungi Aggam. Dia sengaja memanggil Aggam dengan sebutan 'kakak' karena dia melihat jika Aggam sepertinya seumuran dengan suaminya Andra. Sedangkan dia baru berusia 24 tahun.
"Waaliakumsalam. Sebentar." Kata Aggam yang mengenali suara Kirana. Aggam melangkah ke dapur menghampiri Aara yang sibuk membuat sarapan.
"Sayang, ada yang mencari mu" kata Aggam memeberikan Aara Ponselnya.
Aara langsung mengambil ponsel Suaminya "Hello."
"Sayang.. Wah romantisnya pengantin baru... Lagi anget-angetnya" Ejek Kirana yang mendengar Aggam memanggil Aara dengan sebutan 'sayang'
"Apaan sih kak. Jagan ngaco pagi pagi. Ada apa kakak menelpon ku" tanya Aara.
"Ciee... Yang lagi tidak pengen di ganggu..." Kirana semangkin menjahili Adik ipar sepupunya itu.
"Udah lah kak, jika tidak ada keperluan, aku tutup ya." Ancam Aara.
__ADS_1
"Wait wait wait.. Tidak sabaran banget sih. Baiklah baiklah. Aku mau mengajak mu ke panti Al Amin bersama Mas andra. Mau ya" ujar Kirana terdengar memelas.
Aara menoleh melihat suaminya yang sedang duduk di meja makan "Kalau itu, jangan mintanya sama aku kak, aku juga tidak berani memutuskannya." jawab Aara sedikit terdengar berbisik.
"Jadi bagaimana dong" tanya Kirana Lagi
"Ya sudah, aku tanya sama kak Aggam dulu ya kak" Kata Aara.
"Baik lah, jika suamimu mau, kita ketemunya nanti di depan restoran tempat makan semalam saja ya.'' Ucap Kirana
"Baik lah kak. Aku tutup ya. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Ini kak, terima kasih" Kata Aara memberikan ponselnya pada suaminya kemudian mendudukkan tubuhnya di hadapan suaminya.
Aara menyiapkan Aggam sarapan. "Kak," Panggil Aara melihat Aggam yang mulai memakan sarapannya.
"Hm.." Dehem Aggam
"Kita ke panti. Kak Kirana mengajak kita kesana kak, itu juga kalau kakak mau."
__ADS_1
"Boleh.. Sarapan lah. Selepas itu kita ke supermarket membeli oleh-oleh buat anak panti" Aggam tersenyum pada Aara.
"Benar kah... Terima kasih kak" kata Aara antusias karena dia memang sangat ingin mengunjungi anak anak di panti Al Amin.
Aggam hanya menggeleng masih tersenyum mendengar Aara yang lagi dan lagi mengucapkan 'terima kasih' padanya.
"Aara, pergi lah bersiap. Nanti aku yang membersihkan ini'' Kata Aggam saat mereka sudah siap sarapan
"Jangan kak, biar aku bantu" jawab Aara tidak enak jika membiarkan Aggam yang membersihkan sendiri bekas mereka sarapan.
"Pergi lah sayang. Atau kau ingin aku menggendong mu ke kamar" Kata Aggam mengulum senyum penuh arti di wajahnya.
Aara yang melihat senyuman aneh suaminya langsung beredar dari dapur menuju kamar untuk bersiap.
,,,,,,,
Mereka berdua sudah siap menuju ke mobil. Aggam membawa sebuah jaket untuk berjaga jaga jika Aara akan kesejukan nanti. Jadi dia menyediakan jaket di mobilnya.
Beberapa minit Aggam dan Aara sudah tiba di sebuah restoran yang tadi Kinara sebutkan. mereka bertemu di sana kemudian sama sama bergerak ke panti Al Amin.
Andra Dan istrinya turun dari mobil menghampiri Aggam bersama Aara yang baru turun dari mobil setelah mereka berempat tiba di Halaman Panti Al Amin.
__ADS_1
"Ayo" Ajak Andra pada Aggam. Aggam mengangguk menggandeng istrinya masuk ke dalam panti.