
Ayuna Dan Bima Sudah tiba di rumah kontrakan Ayuna. Ayuna Langsung turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam Kontrakannya.
Bima menyusul Ayuna masuk ke dalam kontrakannya." Kau tidak apa apa kan ku tinggal dulu sebentar di sini. " Kata Bima Membuka pembicaraan Pada Ayuna Yang Dari tadi hanya diam jika dia tidak lebih dulu memulai pembicaraannya.
Ayuna hanya mengangguk pelan Dan melangkah Masuk ke dalam Kamarnya.
Bima Hanya bisa menarik nafas kemudian Pergi Dari Kontrakan Ayuna.
Bima mengemudi mobilnya ke kantor DLDgroup, dia tidak kembali ke Mension Papanya, karena dia memiliki banyak pekerjaan di kantor yang dia tinggalkan.
Di kontrakan Ayuna Kembali menetes kan air matanya mengingat ibunya. semua terjadi begitu cepat, dan Ayuna belum bisa menerima kenyataan pahit yang menimpa dirinya.
,,,,,,,,,,
Sore hari Bima Pulang ke Mension Papanya.
" Bima.. dari mana saja kau Sayang" tanya Bunda Bima Memutar Mutar tubuh Anaknya mengecek jika ada yang terluka.
Andika Hanya menggeleng melihat istrinya yang sangat berlebihan. lagi pula Bima kan Lelaki kenapa harus Sekhawatir itu. Fikir Andika papa Bima.
__ADS_1
Bima Tersenyum melihat kekhawatiran Bundanya. Dia langsung mencium kedua pipi bundanya untuk menghentikan tindakan bundanya yang menurut nya lebay.
" Udah... Bima Enggak apa apa Kok Bunda sayang... " Kata Bima Memeluk Bundanya seperti anak kecil.
"Kenapa Anak Bunda ini berantakan seperti ini.. dari mana saja kenapa baru pulang " Tanya Bunda Bima.
" Tapi tetap tampan kan bunda" Tanya Bima tersenyum. Tanpa menjawab bundanya.
"Kan sudah tampan dari lahir" kata Bima Dan bundanya bersamaan dan tertawa bersama.
" Anak Dan ibu sama saja terlalu banyak Drama" Gumam Andika.
Bunda Bima Aneh dengan tindakan Putranya yang tidak seperti biasanya.
" Ada apa sayang.. kenapa kau duduk di bawah" Tanya Bunda Bima.
Andika hanya diam melihat putranya. dia tau pasti ada yang ingin putranya itu katakan melihat tingkah anehnya.
" Papa, Bunda, ada yang ingin Bima Katakan. Tapi Bima Harap Bunda dan Papa jangan marah dulu atau berfikiran yang bukan bukan. dengarkan dulu semua cerita Bima Sampai Selesai.." Kata Bima Mencoba Memberi Pengertian Pada Bunda Juga Papanya.
__ADS_1
" Apa Nak. kenapa membuat Bunda Khawatir Sayang." tanya Bunda Bima dengan wajah mulai gelisah.
Bima Menggenggam Pergelangan tangan Bundanya." Bima Sudah Menikah Bunda, Papa" Kata Bima Melihat Kedua Orang tuanya secara bergantian.
" Apa!! Menikah! Jangan Becanda Nak. apa kau merusak Anak Gadis orang sampai dia hamil" Teriak Bunda Bima Kaget mendengar ucapan Putranya. Papa Bima Masih duduk Tenang menatap putranya. karena dia tau putranya bukan laki laki bejat.
Bima sudah menduga pasti Bundanya beranggapan yang tidak tidak jika dia memberi tahu dia sudah menikah secara Tiba tiba.
" Bunda dengar dulu bunda... kan tadi Bima Sudah katakan. dengar dulu" kata Bima mencoba menenangkan Bundanya yang sudah mulai menjatuhkan air matanya.
" Sayang.. dengar dulu apa yang ingin di katakan putra mu. kenapa kau terlalu cepat panik Seperti ini Da.. putra mu juga belum menjelaskannya seperti apa kenapa dia tiba tiba sudah menikah... Jika dia memang benar menghamili anak gadis orang. papa sendiri yang akan menghukumnya.
Glek!
Bima menelan salivanya dengan Susah payah mendengar ucapan ayahnya yang lembut tetapi mengandung ketegasan dan ancaman di dalamnya
Bunda Bima mengangguk pelan. Andika kembali melihat pada putranya yang mendudukkan tubuhnya di dekat kaki bundanya.
" Katakan Bima, apa yang terjadi. jangan mengecewakan Papa dan bunda Bima. jelaskan kan semuanya" tegas Papa Bima Menginterogasi putranya dengan wajah yang mengintimidasi.
__ADS_1