
Bima Menarik Ayuna ke dalam pelukannya yang sedang menangis.'' Maaf kan aku... '' kata Bima. Ayuna sama sekali tidak menolak pelukan suaminya.
'' Kau hanya salah faham Ayu... apa yang kau lihat itu semua hanya kejadian yang tidak di sengajakan... kau satu satu wanita pertama yang masuk ke dalam hidup ku selain Bunda ku.. aku tidak pernah menjalin hubungan dengan siapa pun..'' lembut Bima mengusap punggung istrinya.
Ayuna menarik dirinya dengan pelan dari pelukan Bima dan melihat kedua bola mata suaminya. '' Kau berbohong lagi..'' tanya Ayuna karena sebelum nya Bima pernah berbohong jadi dia tidak terlalu yakin mendengar ucapan Bima.
Bima mengusap air mata istrinya " Aku tidak pernah berbohong Ayuna... hari itu aku berbohong karena terpaksa.. aku memang jahil tapi aku tidak suka berbohong jika sesuatu itu tidak mendesak ku '' Kata Bima mencoba meyakinkan Ayuna.
'' Mas Bima serius... Mas Bima tidak bercanda lagi kan... " Tanya Ayuna yang benar benar belum yakin.
'' Tentu saja aku serius Ayu..'' Jawab Bima dan langsung mengecup sekilas bibir merah Ayuna.
Wajah Ayuna bersemu merah karena Bima tiba tiba menciumnya '' A Apaan sih mas Bima'' Gugup Ayuna sedikit menjauh kan tubuhnya dari Bima karena dia merasa sangat malu.
''Jadi siapa pria yang bersama mu itu dua hari ini... dan Kenapa kau berani keluar tanpa izin ku '' Ujar Bima menatap Ayuna penuh selidik.
__ADS_1
''Beneran itu hanya teman.. aku sedang mencari teman ku yang Bernama Zahra.... karena sudah beberapa hari ini dia tidak masuk kuliah '' jujur Ayuna.
''Benar? '' tanya Bima lagi yang kurang yakin.
Ayuna mengangguk '' benar Mas Bima''
'' Baik lah, ayo kita turun ke bawah '' Bima menggandeng Istrinya untuk turun ke lantai bawah.
,,,,,
Keesokan Hari nya Aggam sedang menemani isterinya Di ruang Doktor untuk Scan bayi mereka menggunakan Ultrasound.
Aggam berkaca-kaca dan sangat bahagia begitu pun dengan Aara yang sangat bahagia sambil menjatuhkan air mata haru melihat bayi mereka.
Setelah di periksa mereka keluar dari ruang dokter dan tidak sengaja berpapasan dengan Kirana dan suaminya Andra yang juga berada di rumah sakit memeriksa kandungan Kirana.
__ADS_1
'' Kak Kirana '' Kata Aara langsung memeluk Kirana.
Kirana juga membalas memeluk Aara '' Aara... kau apa kabar dek, lama kakak tidak melihat mu'' tanya Kirana.
'' Aku baik kak. kakak apa kabar, seperti nya kandungan kakak sebentar lagi akan meletup ni'' ujar Aara memegang perut Kirana yang sudah berusia sembilan bulan.
''Iya, ini juga seharusnya sudah tinggal di Wab. tapi kakakmu itu sangat keras kepala '' Sahut Andra yang berada di sebelah istrinya.
''Kelamin anaknya apa Kak '' tanya Aara
'' Bayi Laki-laki Aara '' Jawab Andra tersenyum lembut pada Aara.
'' Moga Moga tidak seperti Papanya yang nyebelin '' Gumam Aggam yang masih di dengar oleh Andra.
'' Cari gara gara kayaknya ni orang... sepertinya belum taubat ni manusia purba'' Andra juga bergumam tapi sengaja membesarkan suaranya agar Aggam mendengar nya.
__ADS_1
'' Kau!!'' Geram Aggam pada Andra yang mengatai nya manusia purba.
''Apaan sih kalian berdua, sudah tua juga tapi masih kayak anak kecil'' Kara