
Aara mengalihkan pandangannya lalu beristighfar dalam hati. dia tidak menyangka jika wanita yang suaminya perjuangan adalah wanita yang membiarkan siapa saja untuk menjamah tubuhnya.
Tapi Aara menutup mulutnya rapat rapat. karena Aara tahu suaminya sangat mencintai wanita itu. apa lagi rela kehilangan segalanya demi wanita yang sedang di jamah oleh Pria lain di sebelahnya yang tidak dia sadari.
"Aku ingin pulang. " ujar Aara pelan tapi masih di Dengar oleh Aggam. karena memang posisinya sangat dekat dengan Aara.
"Sebentar lagi Aara" Jawab Aggam.
" Tapi aku sudah ngantuk, aku ingin pulang" kata Aara lagi. hanya mereka berdua yang saling mendengar pembicaraan mereka.
Aggam tidak menanggapi Aara. " Ya sudah, jika kau tidak ingin pulang, biar aku saja yang pulang." kata Aara langsung berdiri dari duduknya meninggalkan Aggam dan melangkah keluar.
Aku harus pergi dari sini. seperti nya pria ini sudah mabuk dan lupa untuk pulang.. Batin Aara yang melangkah pergi
__ADS_1
"Aara" Panggil Aggam Tapi tidak di Hiraukan oleh Aara. yang ada di fikiran Aara saat ini hanya ingin segera keluar dari bar itu.dia tidak peduli jika nantinya Aggam akan marah Padanya. dia harus segera menyelamatkan dirinya dari tatapan mata mata yang mulai buas memandang nya, karena mereka sudah mulai mabuk. walau pun Aggam berada di dekat nya tapi tetap saja Aara tidak percaya dengan suaminya itu. apa lagi Aggam sering mengancam ingin menjualnya.
Aara tau jika seorang istri memang harus taat pada perintah suaminya, tapi dengan catatan masih dalam rangka yang masih baik. jika seperti suaminya ini. sudah sangat jauh dari kata baik, karena membawanya ke tempat yang jelas dan nyata tempat bersarangnya pusat kemaksiatan
Tiba di luar Aara berjalan dengan sangat cepat menyusuri Jalan yang sudah kurang dari kenderaan. karena tanpa Aara sadari sudah pukul satu dini hari.
Di dalam bar Aggam ingin berdiri mengejar Aara tapi di cegah oleh Rossa" kau mau kemana sayang" kata Rossa memegang pergelangan tangan Aggam.
Aggam langsung keluar mencari Keberadaan istrinya.
"Sial... wanita cadar itu benar benar membuat ku ingin membunuhnya.. dia sudah banyak mengambil waktu Aggam bersama ku" Geram Rossa melihat punggung Aggam yang pergi mencari Istrinya
"Kemana gadis itu... " gumam Aggam mencari Istrinya di dalam bar. Aggam mengira jika Aara hanya mengancamnya saja. ternyata Aara benar benar pergi
__ADS_1
Aggam langsung berlari keluar dari bar dan mencari Aara di sekitar bar itu tapi Aggam tetap tidak melihat keberadaan Aara.
"Jaga kau Aara... " Aggam mengatupkan giginya karna Aara ternyata pergi meninggalkan nya di bar.
Dia berlari ke mobilnya dan langsung menghidupkan mobilnya mencari Aara di setiap jalan yang dia lalui.Tidak berapa lama Aggam melihat Aara yang sedang berjalan sendiri di pinggir jalan. Aggam langsung memotong Jalan Aara guna mobilnya dan turun menarik tangan Aara dengan Keras
"Arkkhhh" Teriak Aara karena kesakitan Aggam menarik tangannya.
"Barani kau pergi tanpa seizinku Ha!!! kau tahu aku mencarimu di mana mana tempat ternyata kau meninggalkan ku. kau ingin merepotkan aku Hah!! aku bisa di bunuh oleh ayah ku jika apa apa terjadi pada mu!!"Aggam benar benar sangat marah Pada Aara saat ini.
Seperti itu lah karakter seorang Aggam yang sangat egois dan keras kepala.
Aara yang muak dengan sikap Aggam langsung menarik tangannya dengan sekuat tenaga dari tangan Aggam yang mencengkramnya.
__ADS_1