GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Bab 70


__ADS_3

"Apa kak Aggam tidak ingin memperkenalkan Aku dengan istri kak Aggam?" Tanya Merissa setelah dari tadi diam memperhatikan wanita bercadar di hadapannya.


"Maaf aku sampai melupakan itu" Aggam memperkenalkan Aara pada Merissa .


"Apa aku panggil kakak, atau Aara saja" tanya Merissa berbasa basi pada Aara.


"Apa saja."Jawab Aara tersenyum pada Merissa.


Suaranya indah sekali.. Seperti apa wajahnya. Batin Merissa.


"Suara mu indah sekali ternyata.. Pantas saja Aggam mau menggantikan Rossa hahahaha" Kata Brian bercanda pada Aara.


Aara hanya tersenyum mendengar candaan Brian padanya.


Mereka berempat memesan makanan dan makan bersama. Setelah itu Aggam dan Aara pamit untuk kembali ke tempat kerjanya masing-masing.


,,,,,,,,,,


Malam hari di kontrakan Aggam.


Tok tok tok


Aara berjalan ke pintu dan membukanya saat mendengar seseorang mengetuk pintu.


"Selamat malam nona" Sapa Zaki pada Aara yang membuka pintu.


"Malam."Jawab Aara tersenyum pada Zaki


"Apa tuan Ada" Tanya Zaki

__ADS_1


"Ada apa kau mencari ku" kata Aggam berjalan menghampiri Zaki dan Aara.


Aara membalik tubuhnya melihat Aggam dan buru-buru menunduk. Ternyata Aggam hanya menggunakan Boxer saja.


"Aish'' Gumam Aara melewati Aggam. Aggam tersenyum tipis melihat Aara. Dia tau pasti wajah wanita itu sedang memerah saat Ini.


"Ambilkan aku handuk Aara," Aggam Berniat ingin mengerjai Aara sambil menahan tawanya


Apa benar ini tuan Aggam yang sombong itu.. Kenapa dia berubah.. Sejak kapan tuan Aggam pintar berkelakuan aneh. Batin Zaki melihat Aggam yang Aneh.


Tidak berapa lama Aara datang membawakan handuk buat Aggam sambil menunduk memberikan Aggam handuk


''Tolong di pakaikan Aara" Kata Aggam semangkin menahan tawanya melihat Aara yang sudah seperti kepiting rebus.


Tuan muda, ada-ada saja. Batin Zaki yang melihat drama tuannya sedang live saat ini.


"P-pakai saja sendiri..." Aara gugup bercampur malu.


Mau tidak mau Aara menghampiri Aggam dan menutup kedua bola matanya Agar tidak melihat tubuh sempurna suaminya.


Dengan wajah yang memerah Aara memakaikan handuk buat Aggam.


"Sepertinya Ada kecoak di jilbab mu" Jahil Aggam.


Aara langsung membuka kedua bola matanya dan melihat wajah Aggam dengan was-was.


"Jangan becanda.." kata Aara tanpa sadar memegang dada bidang Aggam yang berotot


Aggam semangkin bersemangat untuk mengerjainya, " untuk apa aku bercanda. Zaki, apa aku sedang becanda?" tanya Aggam pada Zaki.

__ADS_1


"T-tidak tuan," jawab Zaki terbata-bata karena ikut membohongi Aara.


"Singkirkan dari jilbab ku" Kata Aara mulai ketakutan tanpa sadar meremas dada bidang Aggam.


"Kau meminta bantuan ku?" kata Aggam. Dia sudah tidak bisa lebih lama lagi menahan tawanya karena remasan Aara membuatnya kegelian


"I-iya" Aara memelas pada Aggam melalui sorot matanya.


Aggam berpura-pura membuang kecoak dari kepala Aara" Sudah, aku sudah membuangnya''


"Terima kasih" Aara belum melepas tangannya dari sesuatu yang ia pegang.


Laki-laki itu mendekatkan Wajahnya pada Aara dan berbisik di telinganya." Apa kau sangat menyukai dada bidang ku, sehingga kau terlupa untuk melepasnya" bisik Aggam tersenyum mesum pada Aara.


Aara mengalihkan pandangannya pada dada Aggam dan ternyata benar dia memang sedang meremasnya di sana.


Membolakan kedua bola matanya dan menarik tangannya dari Aggam dengan buru-buru lalu ingin melangkah pergi.


DUK!


Aara terhantuk tembok, untung Aggam secepat kilat menaruh tangannya di dahi Aara, hingga ia tidak kesakitan karena ada tangan Aggam melindunginya.


"Kau mau mencoba kekuatan dahimu?" Kata Aggam lagi dan Aara bertambah sangat malu. Dia seperti ingin menghilang saja saat ini dari muka bumi


Berjalan sedikit berlari masuk kedalam kamar.


Selepas Aara menghilang di balik pintu, suara Aggam bergema memenuhi kontrakan kecilnya itu karena menertawai Aara yang berhasil ia Jahili


''Hahahahahahahaha''

__ADS_1


Aggam benar benar tertawa terbahak-bahak hingga memegang perutnya melihat tingkah Aara yang sangat menggemaskan.


Tuan benar-benar sudah berubah. Ini pertama kali setelah hampir delapan tahun saya bekerja dengannya, saya bisa melihatnya tertawa seperti itu. Batin Zaki ikut senang melihat kebahagiaan Aggam.


__ADS_2