
Pulang kerja Aggam langsung menjemput Aara seperti biasa, Aggam melangkah masuk ke dalam toko yang belum tutup karena Aara masih memiliki pelanggan.
Aggam duduk dan menunggu Aara yang sedang melayani beberapa pelanggan nya,
Setelah pelanggan pergi Aara berjalan mendekati Aggam.
"Maaf, Sedikit telat, Soalnya lagi ada pembeli" Kata Aara yang tidak enak karena Aggam menunggunya.
"Hm, Jadi sudah mau pulang" Tanya Aggam.
" Iya, aku tutup toko dulu" Kata Aara lalu mengemas untuk menutup Toko, Aggam berdiri dan membantu Aara menutup Toko embak Elina.
"Terima Kasih " Kata Aara saat sudah selesai menutup toko. Aggam hanya mengangguk dan mengajak Aara pulang.
Di Mobil Aara seperti biasa hanya diam, Tapi kali ini dia terus meremas jari jarinya, Dia khawatir jika nanti Aggam akan mempertanyakan ponselnya, Dan dia juga tidak memiliki uang lagi sama sekali.
Aggam yang melihat Aara hanya diam akhirnya membuka suara.
"Aara, Tadi pagi aku lihat bahan di dapur sudah habis, Apa kau tidak ingin berbelanja bahan dapur" Tanya Aggam melihat sekilas pada Aara.
"I Iya "Jawab Aara sedikit gugup
"Ya sudah, Kita ke Mall saja"
"Tapi, Aku tidak memiliki uang" Lirih Aara.
__ADS_1
"Nanti aku yang bayar. "Kata Aggam tidak mempertanyakan pada Aara tentang kemarin saat dia berkata jika dia masih memiliki uang waktu Aggam memberikan nya.
Aara hanya mengangguk dan bernafas lega karena Aggam tidak bertanya tentang uangnya.
Tidak berapa lama mereka akhirnya tiba di Mall dan turun masuk membeli beberapa bahan makanan.
"Aara, Apa kau tidak ingin membeli cemilan"Tanya Aggam pada Aara.
"Tidak " Jawab Aara yang tidak nyaman jika berbelanja menggunakan uang Aggam.
"Beli Aara, Mari" Aggam menarik pelan tangan Aara dan membawanya memilih cemilan.
Aara mengambil satu cemilan saja" ini saja kak." Kata Aara memperlihatkan pada Aggam satu cemilan di tangannya
"Ba Baik kak" Aara mau tidak mau terpaksa mencari cemilan yang dia inginkan lagi.
Aggam menerima panggilan dan sedikit menjauhi Aara.
Brukkk
Aara tidak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis yang menggunakan pakaian sangat minim memperlihatkan tubuh mulusnya yang putih bersih
" Maaf embak, Aku tidak sengaja menabrak embak " Kata Aara membantu mengambil beberapa cemilan gadis itu yang terjatuh.
"Tidak mengapa" Jawabnya cuek.
__ADS_1
Aara melihat gadis yang tinggi semampai sangat cantik tapi berwajah jutek.
" Ini cemilannya embak" Aara memberikan cemilan gadis itu padanya.
Gadis itu terdiam memperhatikan penampilan Aara dari atas sampai bawah" Kau sudah menikah" entah mengapa Zahra menanyakan itu pada Aara dengan tiba-tiba
Gadis yang tidak sengaja bertabrakan dengan Aara tadi itu adalah Zahra. lebih tepatnya tunangan Ustadz Sulaiman.
"Iya.. Ada apa "Tanya Aara juga yang heran dengan pertanyaan Zahra.
"Tidak, hanya bertanya, Ya sudah aku pergi dulu" Setelah pamit Zahra langsung melenggang pergi.
Saat ingin keluar dari Mall, Zahra juga tidak sengaja berpapasan dengan ustadz Sulaiman.
Tanpa aba-aba Zahra langsung mencegah lengan ustadz Sulaiman." apa yang kau lakukan di sini" Tanya Zahra semangkin mengikis jarak dirinya dan Ustadz Sulaiman. Zahra terus mendekati ustadz Sulaiman yang membuat ustadz Sulaiman melangkah sedikit mengambil jarak darinya.
" Apa kau bisa lebih sopan dan bertindak selayaknya"Datar Ustadz Sulaiman yang sangat tidak menyukai Sikap Zahra yang terlalu berani pada laki laki.
"Sopan seperti ini maksudnya"Kata Zahra tersenyum mengejek kembali meraba dada bidang Ustadz Sulaiman.
"Jaga sikap mu Dzakiyyah Zahra Putri." Ustadz Sulaiman menatap tajam pada Zahra dan menepis tanganya.
Zahra kembali tersenyum mengejek dan menarik kerah baju Ustadz Sulaiman mendekat kan bibir nya di telinga ustadz Sulaiman.
"Aku suka penolakan" Bisik Zahra lalu melenggang pergi meninggalkan ustadz Sulaiman yang mencoba meredakan emosi nya menghadapi sikap biadap Zahra.
__ADS_1