GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
93 iii


__ADS_3

Di toko Aara hanya sendiri karena Elina tidak datang ke toko untuk hari ini, Elina juga sudah menghubungi Aara jika dia tidak datang ke toko. Tiba tiba Aara mendengar suara seseorang bertanya padanya


"Berapa harga bunga ini." Aara yang tidak Asing dengan suara itu langsung mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah wanita paruh baya.


"Nyonya mama" Kata Aara tersenyum pada Sarah lalu melangkah menghampiri Sarah dan menyalaminya serta mencium punggung tangan mertuanya yang dia panggil nyonya mama itu


"Nyonya mama apa kabar." Tambah Aara bertanya pada mertuanya.


"Seperti yang kau lihat nyonya mama masih hidup." Jutek sarah dengan angkuhnya seperti biasa. "Ini makan siang, tadi nyonya mama salah beli, ya dari pada di buang kan mubasir, nyonya mama tiba tiba teringat punya menantu yang bekerja di sini, jadi nyonya mama bawa saja kesini" Bohong Sarah.


Padahal kan makanan itu dia yang memasaknya di mension khusus buat menantunya, karena dia berniat ingin mengunjungi menantunya di toko tempat Aara bekerja setelah suaminya memberikannya alamat toko bunga milik Elina.


Aara tersenyum tipis mendengar penjelasan mama suaminya itu "Makasih nyonya mama, di mana nyonya mama mendapat alamat toko ini" Kata Aara bertanya pada Sarah melangkah dan menyimpan makanan itu di meja yang berada di dalam toko.


Sarah hanya berdecak mendengar Aara mempertanyakannya tentang alamat yang dia tau. "Kenapa makanan itu di simpan, makan sana, nyonya mama sudah repot repot membawanya kemari kau hanya menyimpannya di meja seperti itu, itu tidak sopan namanya. "Omel Sarah pada Aara, dia tidak berniat menjawab Aara, mana mungkin juga dia memberi tau jika dia meminta nya dari suaminya ingin mengunjungi Aara, tentu saja dia tidak ingin terlihat menyukai menantunya itu. Fikir Sarah.


Aara sebenarnya juga sudah lapar, tapi mengingat ada mertuanya masa dia mau makan sih. Fikir Aara "Ba baik nyonya mama, Apa nyonya mama tidak makan sekali sama Aara" Tanya Aara sambil membuka makanan yang di bawa oleh mertuanya.


Sarah melangkah ke meja dan duduk di hadapan Aara di kursi kayu seberang meja "Tidak nyonya mama sudah Makan." Jawab Sarah

__ADS_1


"Jadi Aara makan sekarang ni nyonya Mama." Tanya Aara lagi


''Hm"


Aara baca doa kemudian mulai memakan masakan Sarah "Urm... ini enak banget nyonya mama, nyonya mama beli ini di mana" Tanya Aara pada Sarah yang melihat lihat toko tempat menantunya itu bekerja.


"Beli di pinggir jalan saja." Singkat Sarah lagi dan lagi terus berbohong pada menantunya yang polos itu.


''Benarkah.''


Sarah hanya mengangguk "Berapa gajimu bekerja di toko ini" Tanya Sarah.


Sarah mengangguk kemudian melihat pada menantunya dan tersenyum tipis tapi tidak di sadari oleh Aara, dia sangat senang karena Aara menyukai masakannya.


"Bagaimana kabar suami mu yang keras kepala itu, apa dia sudah bekerja" Tanya Sarah tentang putra satu satunya yang sudah lama dia tidak pernah temui.


Aara mengangguk dan melihat Sarah." Iya nyonya mama." Jawab Aara.


"Kerja apa anak itu"

__ADS_1


"Kak Aggam bekerja di bengkel Kak Andra nyonya mama."


Kak Aggam? ulang Sarah dalam hatinya, ternyata anak bodoh itu sudah mulai menyukai istrinya, jika tidak mana mungkin dia mengijinkan Aara memanggilnya dengan sebutan 'Kakak' kemajuan yang sangat cepat dari yang ku perkirakan.


Sarah tidak lagi bertanya pada Aara. Beberapa minit berlalu, Aara sudah siap dengan makanannya.


"Nyonya mama mau pamit pulang dulu, kau beri tau kan pada suamimu jika nyonya mama menyuruhnya untuk menginap malam ini di mension". Ujar Sarah berdiri dari duduknya.


Aara juga berdiri dan menghampiri Sarah kemudian kembali menyalaminya" Baik nyoya mama, hati hati di jalan nyonya mama" Ujar Aara tersenyum.


"Juga terima kasih dengan makanannya nyonya mama, makanannya enak"


"Baik lah nyonya mama mau pergi dulu, jika kau menyukai makanan itu.l, nanti nyonya mama akan menyuruh supir untuk mengantar kan mu setiap hari makanan nya"


"Ah, tidak usah nyonya mama" Aara merasa sangat Canggung pada mertuanya yang angkuh itu.


" Tidak ada bantahan, nyonya mama pulang dulu, Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam nyonya mama"

__ADS_1


__ADS_2