
Aggam menarik nafas pelan saat sadar jika Aara sudah mulai ketakutan." Ya sudah.. Sarapan dulu.. Selepas sarapan coba beri tahu aku apa yang terjadi" Kata Aggam menuangkan Aara segelas susu Hangat.
Aggam baru teringat jika Aara sangat muda ketakutan padanya. Walau pun dia sudah memberi tahu tentang perasaannya yang sesungguhnya pada Aara tetap saja Aara masih ketakutan jika Aggam Seperti mengintrogasinya.
"Terima kasih" kata Aara Saat Aggam menuang kan susu Hangat untuknya.
Aara dan Aggam mulai sarapan. Aara masih memikir kan apa yang akan dia beri tahu pada Aggam tentang penjelasan yang Aggam minta padanya.
Siap Sarapan Aggam membantu Aara untuk membersih kan sisa makan mereka berdua. Setelah itu mereka menuju ke mobil untuk berangkat bekerja.
Di Mobil Aggam ingin kembali bertanya pada Aara tentang ponselnya. tapi saat melihat Aara meremas jari jarinya seperti orang yang sedang gelisah Aggam mengurungkan niatnya untuk bertanya lagi pada Aara.
Tiba di toko Aara ingin turun dari mobil tapi di cegah oleh Aggam.
Aara melihat pada Aggam yang memegang tangannya. "iya" tanya Aara.
"Sebentar" Aggam mengambil kartu kreditnya kemudian memberikannya pada Aara. Dia ingat semalam Aara mengatakan jika dia tidak memiliki uang.
"Pakai ini. Aku tidak memiliki uang Tunai lagi. Jika kau membutuhkan sesuatu pakai saja ini untuk keperluan mu. Kodenya tanggal pernikahan kita." Lembut Aggam pada Aara dan menyodorkan Kartu kredit miliknya pada Aara.
Aara melihat tangan Aggam yang menggantung di hadapannya tanpa mengambil kartu kredit milik Aggam. Dia ragu untuk mengambil yang Aggam berikan.
Aara menggeleng" Tidak usah kak.. " Kata Aara menolak halus pemberian Aggam dan kembali ingin turun dari Mobil.
__ADS_1
"Aara" Panggil Aggam menatap tajam Pada Aara" Ambil ini, atau pulang rumah, tidak usah bekerja"Ancam Aggam tidak main main padanya.
"Tapi..."
"Tidak ada bantahan. Ambil, dan pastikan nanti aku akan menerima notifikasi dari penarikan uang di kartu kredit ini, jika tidak, kau tidak perlu bekerja lagi" Tegas Aggam tidak terbantahkan. Dia sudah mulai hapal dengan sikap Aara yang tidak ingin memakai uangnya.
Mau tidak mau Aara terpaksa mengambil kartu di tangan Aggam." terima kasih kak" Kata Aara
"Tidak usah berterima kasih Aara. Dari semalam kau terus berterima kasih. " Kata Aggam menggeleng. Aara hanya tersenyum kecut kembali ingin turun dari mobil. Tapi lagi lagi Aggam menahannya kemudian menyodor kan tangannya pada Aara.
Aara melihat sebentar tangan Aggam dengan Bingung. Sesaat kemudian dia akhirnya mengerti maksud dari Aggam. Aara mengambil tangan Aggam kemudian mencium punggung tangannya dengan lembut.
"Assalamualaikum. Aku pamit dulu kak" kata Aara tersenyum pada Aggam
Tampan sekali pria ini. ah, ku kira dia tidak tau menjawab salam. Batin Aara turun dari mobil melangkah masuk ke dalam toko
Setelah melihat Aara masuk ke dalam toko Aggam kembali menghidupkan mobilnya melaju ke bengkel Andra.
,,,,,,,,,,
Terdengar Azan Zhuhur Dari bengkel Andra. karena Masjid memang tidak jauh dari bengkelnya.
Andra bersiap siap untuk ke masjid. saat melangkah keluar dia melihat Aggam sedang mengecek sebuah mobil.
__ADS_1
" Ehem, sepertinya aku tidak pernah melihat orang itu solat. apa kah dia sudah mengganti keyakinannya. menyedihkan sekali adik sepupu ku mendapatkan suami tidak bisa di harapkan menjadi imam untuknya dan anak anaknya kelak" Sindir Andra seperti biasa selama Aggam bekerja di bengkel nya. Para pekerja yang lain menggeleng melihat Andra yang sering cari gara gara pada Aggam dan berakhir bertengkar ujung ujungnya.
Aggam menghentikan pekerjaannya menatap tajam pada Andra yang sengaja mencari ribut padanya.
" Cari ribut Lo" Kata Aggam dengan bahasa gaulnya.
" Tidak, siapa makan cili, dia yang terasa pedas." Sindir Andra lagi mengejek Aggam.
" Wah, benar lo ini cari gara gara" Aggam melangkah mendekati Andra.
" Mulai lagi mereka" bisik Salah satu pekerja Andra.
" Kau benar. Bos juga memang sangat suka memancing ribut pada sepupu iparnya itu"
" Lagian aku heran. kok bisa ya pengusaha sukses itu bekerja di bengkel ini"
" Bangkrut kali "
" Mana mungkin. buktinya ABADIJAYA mangkin maju tu"
Bisik bisik pekerja yang juga bersiap untuk ke masjid.
" Ya sudah... jika kau bisa jadi imam buat adikku. ayo ikut saja ke masjid. aku mau pasti kan apa kau bisa solat atau tidak" Kata Andra sengaja memancing Aggam.
__ADS_1
Aggam menatap Andra. " Ayo" Kata Aggam langsung mendahului Andra untuk solat ke masjid.