GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Pelangi setelah Hujan:gay


__ADS_3

Bukan tanpa alasan Ayuna tidak mau mengambil kartu kredit Bima. Bagi nya dia tidak kenal dengan pria itu.. ya, walaupun pada kenyataan nya jika Bima itu adalah Suami nya, tetap saja mereka tidak saling mengenali


Setelah Ayuna turun dari mobilnya. Bima Langsung kembali melajukan mobilnya ke kantor.


Bima turun dari mobil dan langsung melangkah ingin naik ke ruangannya. Dia berpapasan dengan seorang anak gadis yang terlihat seperti cupu sedang membawa berkas berkas yang sangat tinggi sampai menutupi sebahagian wajahnya.


" Hei Ladies.. kenapa kau membawa itu sendiri... Ini sangat berat" Kata Bima mengambil separuh berkas yang membebani gadis tersebut


" T tuan M Muda.. biar aku saja" Gugup gadis tersebut karena takut pada Bima yang dia tau CEO di perusahaan DLDgroup


" Tidak mengapa. Kenapa kau yang membawa semua ini.. mana pekerja lainnya.. dan kau kerja di bahagian apa" tanya Bima melihat gadis cantik di hadapannya tapi terlihat sangat cupu.


" S saya M Magang di sini tuan" kata gadis itu terbata bata.


Bima melihat pada beberapa karyawan yang sudah mulai ketakutan karena ketahuan mengerjai anak magang di kantornya.


" Apa aku menggaji kalian untuk kalian bersenang-senang di kantor ini... Jika kalian sudah merasa bosan bekerja di sini, silakan kalian ajukan pengunduran diri... Jangan membebankan pekerjaan kalian pada anak baru yang kalian bisa sewenang wenang nya." Tegas suara Bima membuat mereka semua menciut. Karena Bima menajam kan netranya pada mereka semua.


" Jika aku menemui yang seperti ini lagi. Siap siap kalian akan saya hukum" Kata Bima tidak hanya mengancam.


Mereka semua mengenali Bima CEO yang sangat baik dan dermawan pada karyawan. Tapi jangan salah, Bima juga terkenal dengan ketegasannya.


" Mengerti!! " Tambah Bima


" M mengerti tuan" Serentak mereka.


" Pagi pagi sudah bikin mood berantakan" gumam Bima melangkah ke lift.


Tiba di ruangan nya sudah ada Aggam di sana duduk santai" Ck, apa yang kau lakukan di kantor ku pagi pagi seperti ini" Ketus Bima pada Aggam.


Aggam mengangkat satu alisnya saat mendengar suara ketua Bima " Ada apa dengan mu... Seperti nya ini bukan dirimu" Sindir Aggam.


" Lihat lah diri mu, kau sudah bahagia bersama kakak ipar dan kau tidak pernah lagi menemui ku ck" Kata Bima kemudian memanggil Asisten Idan


" Keruangan ku sekarang"


Aggam tertawa melihat Bima yang pagi pagi sudah ketus saja.


" Apa yang kau lakukan di kantor ku jam segini... Aku sudah meletak jawatan untuk mengganti kan paman Kusuma menjadi Ayah tiri mu, jadi pergi lah" Kata Bima dengan kurus nya.


" Gila" umpat Aggam.

__ADS_1


" Kau yang gila, gila bucin" sahut Bima.


"Ck"


Tok tok tok


Ketuk Idan pada pintu ruangan Bima " Masuk saja"


" Tuan memanggil ku"


" Ya. Bagaimana dengan rapat pagi tadi.. apa lancar" tanya Bima pada asisten Idan.


" Ya tuan semua nya berjalan dengan lancar..."


" Bagus... Tadinya aku sudah berniat untuk menyunat mu untuk yang kedua kalinya." Ujar Bima serius


" Saya sudah bisa di handal kan tuan muda. Mungkin tuan bisa menaikkan gaji saya dua kali lipat tahun ini" jawab asisten Idan tersenyum manis.


"Ck, sudah berapa kali kau mengucap kan kalimat itu Idan"


"Untuk hari ini baru satu kali tuan. Tapi untuk yang kemarin ada lima kali" jawab Idan lagi masih tersenyum manis.


Aggam hanya menggeleng melihat atasan dan bawahan yang sering berdebat di hadapannya. " Dasar, tuan sama asisten nya, sama sama tidak beres" Gumam Aggam


Asisten Idan melangkah keluar dari ruangan tuannya. Di ambang pintu dia menghentikan langkah kakinya dan sedikit berbalik pada tuannya.


" Apa tuan ingin saya menyiap kan tiket bulan madu ke Palestina bersama nona " kata Idan menahan tawanya.


Bima mengambil pulpen dan langsung melempar asisten tidak berakhlak nya. asisten Idan lari dari ruangan tuannya sambil terbahak-bahak.


"Bisa bisa nya dia menyuruh ku bulan madu ke Palestina... Tiba di sana bukannya bulan madu, yang ada lagi enak enaknya bobo kita di jatuh kan bom... Dasar asisten tidak waras"Ujar Bima


Kesal sama asistennya.


" Wait, wait, apa kata mu tadi, bulan madu? Kau sudah menikah?" Tanya Aggam penuh selidik.


Bima menarik nafas berdiri dari kursi kerjanya kemudian menghampiri Aggam yang berada di sofa ruangannya duduk di hadapan Aggam. Dia mulai menceritakan tentang yang terjadi padanya sampai dia harus berbohong pada istri dadakannya hanya untuk membawa isterinya tinggal bersamanya.


Hahahaha hahaha


Suara Aggam bergema di ruangan Bima mendengar cerita Bima yang mengatakan jika dia harus berakting jadi gay demi bisa membawa istrinya tinggal di mension papanya.

__ADS_1


Bima menatap kesal pada Aggam yang memegang perutnya sambil tertawa terbahak-bahak


"Ku rasa jika kau tidak memiliki keperluan di sini, lebih baik kau pergi.. aku benci melihat wajah jelek mu" kesal Bima


" Ternyata Karma itu beneran ada ya. Dulu kau yang sering membuat kesal.sekarang kau yang di buat kesal hahaha" ucapan Aggam kembali melanjutkan tawanya.


"Sudah pergi sana"


"Santai bro... Aku hanya ingin mengembalikan kartu kredit mu yang aku pinjam tempoh hari. Aku juga sudah mengembalikan uang yang aku pakai ke dalam kartu mu"


" Terserah.. pergi la. Aku sibuk" usir Bima


"Wow sombong sekali"


"Harus sombong.. sombong itu modal"


"Oya, mumpung kau sudah punya istri. Bagaimana jika kita keluar bersama akhir pekan bersama istri ku. Aku sudah janji pada nya ingin membawa nya keluar akhir pekan ini. Sekalian jika kau ingin mengajak kekasih mu juga tidak masalah " Sindir Aggam menahan tawanya. Yang dia maksud dokter Dafin.


" Uwekkk aku seperti ingin muntah. Dasar gila.."


" Baik lah.. nanti kau hubungi aku kita ketemuan di mana" tambah Bima


"Ok... Aku pamit"


" Pergi saja"


Aggam turun dari kantor Bima dan langsung kembali ke kantor nya.


,,,,,,,,


Sore hari Bima pulang ke kantor dan langsung ke kontrakan istrinya. Tadi mereka bertukar nombor Ponsel sebelum Ayuna turun dari Mobil nya. Ayuna menghubunginya jika dia ingin pulang dulu ke kontrakan dan menunggu Bima di sana saja.


" Mas sudah datang" tanya Ayuna


" Belum kayaknya" jawab Bima santai menjawab pertanyaan istrinya.


"Lah, kan mas sudah berdiri disini" tunjuk Ayuna pada Bima yang berdiri di ambang pintu.


"Berarti sudah sampai dong" kata Bima tersenyum manis pada istrinya.


Ayuna menepuk jidatnya sendiri. Dia berfikir kenapa dia memberi pertanyaan seperti tadi pada suaminya.

__ADS_1


__ADS_2