GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
116


__ADS_3

Tok tok tok


Aara mengetuk pintu rumah pamanya. " Assalamualaikum Paman" Panggil Aara setelah mengetuk beberapa kali tapi tidak ada yang membuka pintu untuknya.


Di Dalam Rumah Pamannya Fadilah yang mendengar suara Aara menghampiri Mamanya.


" Ma. Itu bukannya Suara Aara Ma" Kata Fadilah bertanya pada Mamanya.


" Iya, itu sepertinya memang Aara Deh" Jawab Difa.


" Ayo buka Pintunya" Fadilah melangkah membuka kan pintu untuk Aggam dan Aara yang masih berdiri di luar pintu


Cklekk


Bola Mata Fadilah langsung melihat Wajah Tampan Aggam yang berdiri Di luar bersama Aara.


" Assalamuaikum Kak. Paman Ada " Tanya Aara tidak lupa memberi salam pada Fadilah yang tidak mengalihkan sama sekali bola matanya dari wajah tampan suami Sepupunya.


Ini salah satu Aggam malas ke rumah paman Aara. Dia sangat tidak suka dengan tatapan buas Fadilah padanya. Aggam juga tidak mungkin membiar kan Aara berkunjung sendiri ke rumah paman Dimas. Mengingat kedua mahkluk ghaib di rumah itu sangat tidak menyukai istrinya.

__ADS_1


" Ada. Ada di kamar" jawab Fadilah jutek.


" Aara.. " Panggil paman Dimas saat melihat ponakannya yang masih berdiri di ambang pintu. Karena Fadilah tidak mempersilakan mereka masuk ke dalam.


" Masuk la Nak" Kata Paman Dimas.


Aara menghampiri pamannya menyalami nya dan langsung memeluk pamannya. Aara sangat merindui Adik ayahnya itu.


Paman Dimas tersenyum menepuk nepuk pundak ponakan kesayangannya." Kenapa kau menangis nak. Jangan bersedih, ajak suami mu duduk" Kata Paman Dimas Pada Aara.


Aara melepas pelukannya pada pamannya. " Aara sangat merindui paman. Maaf kan Aara baru sempat berkunjung kemari paman" Kata Aara mengusap Air matanya.


Aggam tersenyum dan duduk bersama dengan Aara. Mereka berbincang bincang kosong. setelah itu Aara pamit pulang pada pamannya setelah dia puas ternyata pamannya baik baik saja.


Paman Dimas menyuruh mereka menginap tapi Aara menolaknya dengan halus. Karena dia tau suaminya pasti tidak nyaman di sana. Apa lagi dia juga sadar dengan bola mata Fadilah yang terus memandangi suaminya. Dia sadar jika suaminya risih dengan sikap Fadilah.


,,,,,,,,


Di Mension Papa Bima.

__ADS_1


Bima Melangkah turun dari kamarnya berniat ingin keluar sebentar.


" Bima... Kau mau ke mana Sayang " Tanya Bunda Nya saat melihat Bima yang rapi seperti ingin keluar dari rumah.


Bima tersenyum memperlihat kan deretan Gigi ratanya menghampiri Bundanya dan langsung memeluk bundanya tidak lupa mencium kedua pipi bundanya.


" Aku ingin mencari menantu untuk Bunda siapa tau Aja ada yang sesat di malam malam seperti ini"Canda Bima masih memeluk tubuh Bundanya dan menggoyang goyang kan tubuh sang bunda.


" Jangan ngaco kamu sayang. Memang anak orang bisa sesat di malam seperti ini ada ada saja " Bunda Bima mencubit pipi Anak kesayangannya yang memeluk tubuhnya dengan erat.


" Kalau tidak ngoco itu berarti bukan anakmu Da" Timpal Andika Papa Bima yang baru dari kamar membawa Koran di tangannya. Papa Bima Memang memanggil istrinya dengan sebutan 'Da' perpanjangan dari 'Bunda'


Bunda Bima mengembangkan senyuman di wajahnya saat mendengar ucapan suaminya.


" Katanya mau keluar Sayang. Lihat, penampilan mu sudah berantakan kerana memeluk Bunda" Ujar Bunda Bima merapikan Rambut putranya yang sudah berantakan.


" Tapi tetap tampan kan Bunda" Jawab Bima dengan senyuman yang tidak pernah pudar Dari wajah tampannya.


" Emang dari lahir sudah Tampan" Ucap Bunda Bima bersama Dengan Bima. Itu adalah salah satu ciri khas Bunda Dan Anak itu. kemudian tertawa bersama.

__ADS_1


Andika hanya menggeleng melihat Bunda Dan Anaknya yang Kompak tingkat kepedeannya.


__ADS_2