
''Sayang kan jika sesuatu yang halal di anggurin''Jawab Aggam menahan tawanya. Tidak tau kenapa dia berubah jadi suka Jahil. Padahal Aggam bukan tipe yang suka bercanda.
Apa maksudnya. Batin Aara kembali ingin melepas pelukan Aggam.
"Ssstttt berhenti lah terus bergerak, Atau kau akan berteriak nikmat nanti" Kata Aggam menutup kedua bola Matanya menahan sesuatu dalam dirinya yang mulai bergejolak.
"Berteriak nikmat?" Ulang Aara bingung tidak mengerti maksud Aggam.
"Uhum, kau ingin mencobanya" Kata Aggam tersenyum penuh arti
Aara melihat ke arah belakang untuk melihat wajah Aggam. Ternyata Aggam sangat dekat dengan nya. Hidung munggil Aara bersentuhan hidung tinggi Aggam. Aara ingin kembali mengalihkan wajah nya. Tapi dengan cepat Aggam menahannya.
"Kau berniat menggoda ku'' Kata Aggam menyatuhkan dahi nya bersama dengan dahi Aara. Dia menatap dalam bola mata Aara untuk menafsirkan perasaan nya pada Gadis di hadapannya itu.
Perlahan Aggam mulai menyadari jika dia sudah Mencintai istri kecilnya itu.. Entah kapan perasaan itu mulai tumbuh, tapi Aggam benar benar sudah mengerti apa yang dia inginkan.
Aggam memegang dagu Aara lalu menyatuhkan bibirnya dengan bibir hangat Aara. Aara terdiam membeku dan membiarkan Aggam m****t bibirnya dengan lembut.
__ADS_1
Perlahan Aggam melepas ciuman nya dan mengusap bibir Aara." Tidur lah... besok makan siang aku ingin mengajak mu keluar" Kata Aggam kembali memeluk Tubuh Aara.
Aara masih diam dengan wajah yang memerah dan menunduk kan pandangnya. Jantung Aara berdebar debar seperti ingin keluar dari tempat nya. dia sangat malu jika Harus bersifat dengan Aggam saat ini.
Cup!
Sebuah kecupan hangat di pucuk kepalanya. Membuat Aara bertambah tidak berputik.
Maafkan semua Kekejaman ku salama ini. Aku sudah banyak menyakiti fisik dan perasaanmu.. Aku sudah banyak membuat mu terluka dan kecewa.. Maaf kan aku. Batin Aggam mulai menutup matanya
Aara masih terdiam merasakan pelukan Aggam yang sangat lembut seperti pelukan ayah untuk melindungi anaknya. Bukan pelukan yang penuh hasrat dan mendamba untuk menuntaskan hasrat yang terasa menyiksa. Seperti mana dia sering melakukan nya pada Rossa.
Ada apa sebenarnya dengan pria ini.... Mengapa dia sangat lembut... Bukan kah dia sendiri yang berkata jika dia tidak mungkin menyukai ku... Tapi kenapa dia memperlakukan ku yang membuat aku sering berdebar debar. Batin Aara yang tidak mengerti dengB sikap Aggam.
Aara menarik nafas dalam dan membuangnya dengan pelan untuk mengontrol rasa yang seperti ingin meledak di dadanya.
,,,,,,,
__ADS_1
Keesokan harinya Aara bangun dan melakukan aktivitas nya seperti biasa. Dia kedapur ingin membuat sarapan untuk nya dengan Aggam. Saat tiba di dapur ternyata Aggam sudah siap membuat sarapan buat mereka berdua.
"Hai... Morning'' sapa Aggam tersenyum manis pada Aara masih menggunakan celemek.
Ada apa lagi dengan pria ini... Dia benar-benar tidak sehat.. Makin ke sini, semangkin banyak sisi aneh yang dia tunjukkan. Kenapa aku merasa merinding ya... Batin Aara masih mematung di mulut pintu dapur.
Aggam mendekati Aara yang terus memperhatikan nya. DIa mensejajar kan wajahnya dengan wajah Aara.
Aara mundur sedikit "Ada apa" Tanya Aara heran dengan sikap Aggam
" Morning kiss" Kata Aggam menunjuk pipinya meminta Aara menciumnya.
"Ah?" Aara terbengong dengan permintaan Aggam. "Jangan bercanda pagi pagi.. Kau bisa membuat ku jantungan.'' Kata Aara mengecilkan suaranya di akhir kalimatnya.
Cup!
Aggam tanpa aba aba langsung mencium pipi Aara. Aara mengedip ngedip kan bola matanya melihat Aggam Yang kembali memasang wajahnya.
__ADS_1
"Aku sudah mencium mu... Tentu saja itu tidak gratis. sekarang cium aku juga Aggam berkata tanpa rasa bersalah sudah membuat Aara seperti ingin jantungan di pagi hari.