
" Ini makanan yang sangat cepat untuk membuatnya. Cocok buat lagi yang malas ingin repot" kata Aara lalu sedikit menjauhkan tubuhnya dari Aggam saat sadar mereka ternyata sangat dekat.
" Kau saja. Aku tidak ingin" jawab Aggam lalu melangkah mendudukkan dirinya di meja makan sambil menikmati kopi buatan Aara.
Tidak berapa lama Aara juga datang menghampiri Aggam dengan membawa sepiring mi segera yang baru saja dia buat. Aara baca doa lalu mulai memakan meggi itu.
"Apa uang yang aku berikan pada mu sudah habis ? "tanya Aggam.
Aara menggeleng" aku belum menggunakan nya.. " singkat Aara
" Terus kamarin kau makan siang guna uang apa. " tanya Aggam
"Aku masih miliki uang"
Aggam kembali diam menikmati kopi nya Dengan ponsel di tangannya.
"Mana orang tua mu. perasaan aku tidak pernah melihat orang tuamu." tanya Aggam entah sadar atau tidak.
__ADS_1
Aara mendongak melihat Aggam. dia merasa aneh dengan Aggam yang bertanya tentang orang tuanya.
"Bunda dan ayah ku sudah lama p wafat dari aku usia 10 tahun " Jawab Aara
Aggam sedikit kaget. dia memang tidak pernah mencari tahu tentang istrinya. ini pertama kali dia bertanya tentang istrinya itu.
"Berapa usia mu." tanya Aggam sambil meminum kopinya. entah mengapa hari ini dia menjadi sedikit cerewet yang begitu banyak sekali bertanya pada Aara. padahal Aggam bukan orang yang suka mencari tahu tentang jati diri seseorang
"19 tahun" jawab Aara.
Byurrrrr
Aara langsung kaget dengan respon Aggam. ada apa dengannya. batin Aara
19 tahun... Ayah.... bisa bisanya dia menikahkan ku dengan bocah. yang benar saja, umurku terpaut 12 tahun dengan bocah ini. batin Aggam menghembuskan nafas kasar. dia baru tahu jika Aara ternyata baru berusia 19 tahun. Aggam mengira selama ini Aara dalam usia 25 keatas. Fikirnya.
,,,,,,
__ADS_1
Mension Kusuma.
"Bagaimana Zaki... apa yang kau dapat." tanya Kusuma pada Zaki sekretaris Aggam.
"Tuan muda dan nona tinggal di sebuah kontrakan kecil yang berhampiran dengan pasar ekonomi sudah dua Minggu ini tuan" jawab Zaki yang di perintahkan oleh Ayah Aggam untuk mengawasinya
Kusuma mengangguk angguk." Apa tuan muda itu belum mendapat pekerjaan " tanya nya lagi
"Belum tuan. tapi tuan muda ada mengajukan surat lamaran pekerjaan di beberapa perusahaan yang berada di kota ini, tapi sesuai yang tuan sudah rencanakan, jika tidak akan ada yang berani menerima tuan muda bekerja di perusahaan mereka tanpa seizin tuan" jelas Zaki yang mengetahui semua tentang Aggam dan Aara yang telah mengawasi nya selama mereka keluar dari mension malam itu.
"Apa dia masih menemui wanita itu. dan masih membuang buang waktunya di bar "Tanya Kusuma lagi
"Tidak tuan. tuan muda tidak pernah lagi ke Bar selama dua Minggu ini, terakhir tuan ke bar semasa saya melaporkan pada tuan dua Minggu lalu, di mana tuan muda bertengkar dengan istrinya. dan tentang nona Rossa. selama dua Minggu ini baru satu kali tuan muda menemui nona Rossa. itu juga hanya di sebuah restoran. tuan muda tidak pernah lagi mendatangi Apartemen nona Rossa tuan"
Kusuma tersenyum senang" Bagus Zaki... akhirnya anak itu perlahan tapi pasti mulai berjarak dari wanita ular itu... ini yang aku tunggu tunggu Zaki... " Kusuma sangat senang Akhirnya ada kemajuan dalam diri putranya. Akhirnya putra nya tidak lagi meniduri wanita seperti Rossa, dan tidak lagi terlalu membuang buang waktunya bersama wanita itu.
"Dasar anak bodoh..."Gumam Kusuma.
__ADS_1
"Baik lah Zaki,aku sangat puas dengan perkembangan tuan muda mu itu, suruh anak buah mu terus mengawasi mereka berdua" perintah Kusuma
"Baik tuan besar"