
"Mas... bagaimana dengan kabar Aggam dan Aara mas... sudah lama mama tidak mendengar kabar mereka berdua... apa mereka baik baik saja.." Tanya Sarah Pada suaminya kusuma. Karena dia memang sudah lama tidak mendengar kabar tentang Aara dan juga Aggam.
"Aara dan Aggam baik baik saja... mama tidak perlu khawatir... "Jawab Kusuma dengan mata yang serius menatap layar televisi,.
Sarah mengangguk lalu kembali bertanya pada suaminya."Apa Mas tau di mana Aara bekerja.."Tanya Sarah
Kusuma mengangguk"Ya tau... kenapa ma"
"Tidak, Hanya bertanya... siapa tau saja aku kebetulan Lewat di toko tempatnya bekerja, kan aku bisa mampir untuk melihat lihat bunga di toko itu... " Alasan Sarah yang tidak ingin menjatuh kan Harga dirinya di Hadapan suaminya jika dia ingin menjeguk menantunya itu.
Kusuma tertawa geli dan menggeleng melihat ke Arah istrinya. dia tau pasti istrinya ingin mengunjungi menantunya. tapi Sarah tetap Sarah yang memang selalu sombong dan bersikap angkuh..."Nanti Mas kasih alamatnya...sekalian jika datang ke sana jangan lupa bawakan menantu makanan atau cemilannya." Sindir Kusuma menahan tawanya.
"Apaan sih mas!!" Ketus Sarah meninggalkan suaminya yang sering mentertawakannya
Hahahaha tawa Kusuma masih terdengar oleh Istrinya.
"Bagaimana Aggam tidak Angkuh, jika Asal pencetakannya memang angkuh" Gumam Kusuma di ujung tawanya
,,,,,,,,,,,,,,,
Drrrttt Drrrtttt Drrrttt
__ADS_1
Ponsel Aara berdering.
Paman Dimas
Nama dalam Kontak Aara. Aara langsung mengangkat panggilanya
"Hello paman, Assalamualaikum.." Lembut Aara pada pamannya.dia sangat merindui pamannya itu. semenjak dia sudah menikah dengan Aggam dia tidak pernah lagi bertemu pamannya
"Waalaikumsalam Aara... Aara apa kabar nak, Aara sehat,,, kenapa tidak pernah mengunjungi paman lagi Nak.Uhuk uhuk uhuk" Kata Dimas di akhir kalimatnya dia batuk batuk. karena memang Dimas sedang sakit.
"Paman kenapa... paman sakit."Tanya Aara khawatir pada pamannya.
"Hanya sakit sikit Aara maklum paman sudah tua."Kata Paman Dimas dengan suara yang Lemah dan tersenyum
" Iya Aara paman sudah minum Obat. Aara tidak perlu khawatir Aara. Aara...apa Aara baik baik saja dengan suami Aara...Maafkan Paman Aara" Sedih paman Dimas dengan suara lirihnya yang masih merasa bersalah Hingga saat ini karena menikahkan Aara pada Aggam untuk menutup malunya.
"Paman tidak perlu khawatir... Aara baik baik saja paman. rumah tangga Aara juga baik baik Saja" Bohong Aara menutupi kenyataan yang sebenarnya sambil berusaha tersenyum.
Dimas juga tidak tau apa apa tentang Aggam dan Aara karena Ayah Aggam memang tidak cerita apa pun padanya tentang mereka berdua. Kusuma khawatir jika Nanti Dimas kecewa dengan sikap putranya yang keterlaluan.
"Ya sudah jika Aara baik baik saja. paman tutup dulu ya... Assalamualaikum"
__ADS_1
"Waalaikumsalam." jawab Aara menutup ponselnya.
Aara membalikkan tubuhnya. dan lagi lagi dia di kagetkan dengan Aggam yang sudah berdiri di hadapannya
Aara memegang dadanya dan mengusap usapnya. laki laki ini memang seperti cenayang. Batin Aara
"Aku ingin keluar, mungkin aku tidak pulang malam ini... apa kau bisa di sini sendiri" Ujar Aggam yang sudah siap dengan jean's panjangnya serta baju lengan panjang berwarna putih yang di naikkan hingga ke siku memperlihat kan dada bidangnya yang menonjol juga otot ototnya, rambut yang di biar sedikit berantakan. Aggam terlihat sangat tampan. Aara sendiri tidak menafikan jika pria di hadapannnya itu menggunakan baju Apa saja tetap terlihat tampan dengan sejuta pesona yang dia miliki.
"Bisa..." Singkat Aara. tentu saja Aara berbohong, selama ini Aara tidak pernah tinggal sendiri di dalam sebuah rumah.
"Baik lah. aku pergi dulu." Kata Aggam di angguki oleh Aara.
Setelah kepergian Aggam Aara juga bersiap siap ingin tidur.
,,,,,,,,
Brang!!
Sebuah Benda terjatuh dari arah dapur kontrakan Aara.
Aara yang baru tertidur selama satu jam langsung terbangun dari tidurnya. Aara melihat jam.
__ADS_1
"Baru pukul 11. Apa dia sudah pulang... Tapi dia baru pergi selama satu jam... dan perasaan aku juga mengunci pintu tadi" Gumam Aara yang mendudukkan tubuhnya di ranjang saat mendengar benda terjatuh dari arah dapurnya.