
Aara tersenyum melihat suaminya yang sangat perhatian" Kakak sudah seperti dokter yang memeriksa pasiennya setiap kali bertemu kakak pasti memeriksa ku. Aku seperti bayi saja"Kata Aara menggeleng melihat suaminya.
Semenjak Aara demam tempoh hari. Aggam Pasti langsung memeriksa jari jari istrinya Saat bertemu.
" Karena aku mengkhawatirkan mu sayang.." Jawab Aggam menggandeng tangan Aara melangkah ke mobil.
Aara hanya tersenyum melihat sikap suaminya yang sangat jauh berbeda dari sebelunya. Jika dulu dia sangat kejam dan tidak berprikemanusiaan. sekarang dia malah berubah sebaliknya dan sangat menjaga istrinya seperti bayi.
"Kak, tadi nyonya Mama datang ke toko kak. kata nyonya Mama, dia menyuruh kakak untuk menginap di mension " Kata Aara saat mereka berdua sudah naik ke Atas Mobil
Aggam tertawa Mendengar Aara menyebut Mamanya dengan sebutan nyonya Mama
" Kenapa kakak tertawa" Tanya Aara menyerjit heran melihat suaminya tertawa.
"Kenapa kau memanggil Mama dengan Sebutan 'nyonya Mama' " Tanya Aggam masih terkikik
" Owh, itu, kata Nyonya Mama Sebutan itu Keren untuk nyonya Mama" Jawab Aara dengan wajah polosnya. Dia masih ingat ucapan mertuanya tempoh hari di dapur.
" Begitu kan Keren" kata Sarah sambil mengipas ngipas tangannya yang membuat Aara bertambah bingung dengan karakter mertuanya itu. Keren? anehh... fikir Aara lagi
Aggam menggeleng mendengar ucapan istrinya. Mama ada ada saja. Batin Aggam." Jadi kau mau kita kesana malam ini sayang" Tanya Aggam mulai menghidup kan mobilnya.
"Boleh jika kakak mau."
" Baik lah, kita kesana sekarang" Aara mengangguk. Aggam menjalan kan mobilnya menuju Mension Ayahnya.
" Kakak terlihat bahagia sekali.. Apa kakak menang lotre" Canda Aara karena melihat suaminya dari tadi senyum senyum sendiri.
" Mungkin juga. Tapi..." Gantung Aggam kembali fokus menyetir.
__ADS_1
Aara yang penasaran kembali bertanya'' Tapi apa kak?" Dengan Wajah penasaran melihat suaminya.
" Kita sudah tiba" Aggam memasukkan mobilnya di gerbang mension Ayahnya.
" Kakak tidak asik deh main rahasia rahasiaan" kata Aara cemberut.
Aggam menghentikan Mobilnya tepat di hadapan mension Ayahnya.
" Kalau mau tau, ya sudah, cium dulu" Kata Aggam sudah mematikan mobilnya kemudian menunjuk pipinya menaik turun kan alisnya meminta Aara menciumnya.
" Tidak ah kak, biar lah jadi rahasia" Aara membuka pintu mobil suaminya turun dari mobil.
"Ya sudah kalau tidak mau"
Aggam menggenggam pergelangan tangan Aara dan melangkah masuk ke dalam mension Ayah nya.
"Sore pak Has. Ayah sama mama mana pak Has" tanya Aggam.
"Tuan dan nyonya ada di ruang tengah tuan muda. Mari tuan " kata pak Has mempersilakan tuan dan nonanya masuk ke dalam.
Aggam mengangguk melangkah masuk.
"Kak, kenapa pak Has berada di sini kak" bisik Aara pada suaminya. karena yang dia tau jika pak Has bekerja di villa suaminya
"Tidak tau sayang. kanapa kau tidak tanyakan saja pada pak Has nya " canda Aggam memeluk pinggang ramping Aara sambil berjalan masuk.
" Kakak benar benar tidak asik " jawab Aara yang malas pada suaminya karena tidak mau menjawab nya.
"Kau yang tidak asik sayang. aku hanya meminta kau menciu----" ucapan Aggam terhenti karena Aara menutup mulutnya dengan wajah yang sudah memerah karena malu pada pak Has yang melirik mereka berdua. apa lagi Aggam sengaja membesarkan nada bicaranya.
__ADS_1
"Apaan sih kak malu maluin saja" Bisik Aara.
"Ehem... kalau mau bermesraan jangan di hadapan pak Has. nanti dia meminta libur karena merindui istri tercinta yang jauh" Sindir Ayah Aggam saat mereka sudah tiba di ruang tengah tanpa sadar dengan tangan Aggam yang memeluk pinggang istrinya, juga Aara yang menutup mulut suaminya.
@@@@@@@@@@@@@@@@@@
Assalamualaikum semua🥰🥰.... bunda mau kasih tau. nanti baca juga ya novel bunda yang satu ini. tidak lama lagi akan bunda terbitkan.
Kisah ustadz Sulaiman dan Zahra.
Sedikit sinopsis
"Apa yang kau lakukan Zahra!!!" Marah Ayah Zahra melihatnya tidur bersama seorang pria dalam satu selimut tapi tidak bersentuhan. Zahra hanya menggunakan dalaman saja.
Zahra samar samar mendengar suara ayahnya, begitu pun pria yang berada di sebelahnya. Zahra memegang kepalanya yang terasa sangat berat.
Saat tersadar Zahra melihat Ayah ibunya umi Abi juga suaminya serta kakak laki lakinya sedang berdiri melihatnya yang tidur bersama seorang pria.
Zahra melihat pada laki-laki di sebelahnya. begitu pun laki laki itu. Zahra dan laki-laki itu sama sama membola kan kedua matanya lalu menarik selimut menutupi tubuhnya.
Kakak laki laki Zahra ingin memukul pria itu tapi di cegah oleh ayah Zahra. sedangkan ustadz Sulaiman benar benar kecewa melihat istrinya yang tega menyelingkuhi nya.
Zahra mulai menangis apa lagi dia melihat kekecewaan dari bola mata suami." Tidak... aku tidak melakukan ini... Aku tidak melakukan apapun. percaya lah aku tidak melakukan apa pun padanya" Kata Zahra dengan air mata yang sudah mulai deras mengalir membasahi pipinya.
Zahra di jebak oleh sahabatnya sendiri yang sudah lama iri dengan kecantikan yang dia miliki. kemudian sahabatnya mengirim pesan guna nombor tidak di kenali pada semua keluarga suaminya juga keluarganya untuk datang ke lokasi Zahra yang tidur bersama seorang pria.
🥰hai hai hai .. jangan lupa. di baca nanti ya. prm Awal saja. bunda mau fokus sama kisah Aara dan Aggam dulu🥰
__ADS_1