
Aara hanya diam mendengar dan melihat keributan yang berada di hadapannya saat ini. Begitu pun juga dengan Zaki yang juga berada di sana sedari tadi lagi.
"Aku tidak amnesia, kau benar aku juga meniduri Rossa, tapi aku selalu berwaspada jika bersama dengan Rossa, jadi Hal mustahil jika dia mengandung anakku, aku selalu memakai pengaman Bajingan"
"Jawab Aggam pada Nardi. Sebenarnya Aggam tidak peduli tentang pikiran Nardi padanya. Dia hanya menjaga pandangan Aara, dia tidak ingin jika Aara menganggapnya pria yang tidak bertanggung jawab. Padahal memang keyataannya jika bayi yang di kandung Rossa bukan bayi Aggam,. Toh Aggam memang sering memakai pengaman jika berhubungan dengan Rossa.
"Ya sudah, jika itu bukan Anakmu, itu bukan berarti anakku juga kan."jawab Nardi
"Apa maksud ucapan mu itu." tanya Aggam yang tidak mengerti maksud ucapan Nardi.
"Kau dengar Aggam, sebelum kau mengenali Rossa, Rossa adalah Partner Ranjang ku di luar negeri. Dan bukan cuma aku saja yang Rossa biasa bersama, ada beberapa lagi pria lain, hanya kau yang tidak mengetahui siapa sebenarnya Rossa, dan juga aku menyembunyikan semuanya dari mu, itu Atas permintaan Rossa pada ku. Aku akan jujur pada mu, sebenarnya aku sudah lama menyukai Rossa, tapi karena Rossa terlalu murahan dan sanggup tidur dengan siapa saja demi uang, aku simpan dalam dalam perasaan ku pada Rossa dan membiar kan mu menjalin hubungan dengannya' jujur Nardi tanpa menutupi apa pun lagi pada Aggam
Duar!!!
Aggam bagai di sambar petir mengetahui seperti apa Rossa wanita yang selama ini dia cintai. Perassan Aggam pada Rossa menghilang bagai di telan bumi. Dia benar benar merasa sangat di permainkan oleh Rossa selama ini..
__ADS_1
Aggam terdiam seribu bahasa. Begitu pun dengan Nardi yang juga terdiam seperti Aggam. Tidak lama Aggam kembali bersuara.
"Kau urus Rossa, aku mau pulang.."Kata Aggam ingin melangkah pergi.
"Kenapa harus aku yang mengurus Rossa,"Protes Nardi tapi tidak di gubris Oleh Aggam.
Aggam berjalan menghampiri Aara, memegang tangannya lalu membawanya pergi dari rumah sakit.
,,,,,,,,,,,
Aggam membaringkan tubuh Aara kemudian membuka jilbab dan cadarnya juga sepatu yang dia gunakan dan menutup tubuh Aara menggunakan selimut. Kembali melangkah keluar menemui Zaki.
"Zaki, bagaimana dengan perusahaan" tanya Aggam pada Zaki
"Penjualan tahun ini menurun tuan. Dan perusahaan JKL group ada mengajukan Proposal kerja sama. Dia juga ingin menemui Anda tuan."Jelas Zaki.
__ADS_1
"JKL... apa dia sudah kembali dari jepang"Tanya Aggam.
"Iya tuan, baru beberapa hari yang lalu, dia juga membawa Adiknya datang kemari"
"Melissa ikut datang ke indonesia... Umtuk apa..." gumam Aggam
"Baik lah... Kau pulang lah" kata Aggam
"Baik tuan"
Aggam kembali melangkah masuk ke dalam dan menukar pakaiannya. Aggam membaringkan dirinya dan menatap langit langit kamar. Tidak berapa lama Aggam sudah tertidur.
,,,,,,,,
Saat ini menunjukkan setengah dua dini hari. Aggam samar samar mendengar suara Aara yang mengigau. Aggam terbangun dari tidurnya dan menghampiri Aara. menyentuh dahinya.
__ADS_1
Dia demam. khawatir Aggam