GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
43


__ADS_3

Di lain tempat seorang wanita memegang sebuah foto yang berukuran kecil di ambil dari jarak jauh.


" Kalian berdua ikuti wanita yang berada di Foto itu, bila kalian mendapat peluang, terus laksanakan yang telah aku perintahkan pada kalian berdua. jika kalian berhasil, maka aku akan membayar setengah dari uang yang sudah aku berikan pada kalian." Kata Rossa pada dua preman yang berwajah sangar.


Rossa memerintah kan kedua preman itu untuk memperkosa Aara. Rossa juga membayar mereka dengan cukup mahal hanya untuk menyingkirkan Aara dari kehidupan Aggam. karena Rossa merasakan semangkin hari Aara sudah semangkin menjadi ancaman bagi nya.


" Baik nona." Kata kedua preman itu lalu pergi dari hadapan Rossa.


"Aara... aku akan menyingkirkan mu dari kehidupan Aggam dengan cara apa pun... tidak ada yang bisa mendampingi Aggam selain dari aku... Aggam adalah aset terbesar dalam hidup ku... dia adalah pewaris tunggal dari perusahaan raksasa di Negera ini... aku tidak akan bodoh melepaskan nya begitu saja... orang tua itu.. aku tahu niatnya membuat perjanjian konyol itu bersama Aggam, itu hanyalah alibinya saja untuk mendekatkan Aara dengan Aggam. tapi itu tidak akan pernah berhasil, karena aku akan menghalal kan segala cara untuk memisahkan mereka, bila perlu, aku akan membunuh menantu sialan nya itu hahahahha" Rossa tertawa dengan wajah jahatnya.


Aggam memang sudah menceritakan pada Rossa tentang yang berlaku pada dirinya sewaktu Aggam menemuinya di restoran tempoh hari. tapi Rossa yang memang berfikiran picik langsung tau tentang rencana Ayah Aggam hanya untuk menyatukan mereka berdua. Rossa memang wanita yang sangat licik di balik wajah lembut yang sering dia tunjukkan di hadapan Aggam. dan Aggam dengan bodohnya begitu saja mempercayai wajah munafik Rossa.

__ADS_1


,,,,,,,


Aara sedang duduk di depan toko menunggu Aggam menjemputnya. selama dua Minggu ini memang Aggam akan menghantar jemput istrinya dari toko. tapi seperti biasa hubungan mereka belum ada kemajuan. hanya saja Aggam sudah tidak terlalu ketus lagi pada Aara seperti sebelumnya.


Aara yang duduk di depan toko merasa ada yang sedang mengawasinya.


Apa hanya perasaan ku saja, atau memang lagi ada yang mengawasi ku ya... aku merasa tidak enak hati... Batin Aara yang tiba-tiba merasa cemas.


Tidak berapa lama, mobil Aggam sudah tiba di depan toko Elina


Aara langsung melangkah ke arah mobil Aggam dan langsung masuk ke dalam. Aggam melajukan mobilnya saat Aara sudah naik ke dalam mobil .

__ADS_1


" Kau beri tau pada pemilik toko itu untuk tutup lebih awal lagi. jika dia tidak mau, kau cari pekerjaan lain saja." Datar Aggam pada Aara tanpa melihat ke arahnya.


"Kenapa... ku rasa ini juga sudah pas, pukul enam sore... lagi pula tidak mudah mendapat pekerjaan. dan aku juga sudah sangat lama bekerja dengan embak Elina" Kata Aara pada Aggam dan melihat Aggam sekilas.


Aggam tidak lagi menjawab Aara. beberapa waktu berlalu mereka akhirnya tiba di kontrakannya.


Aggam dan Aara melangkah masuk sama sama. Aara langsung melaksanakan solat Maghrib.


Selesai solat Maghrib, Aara menuju ke dapur untuk masak makan malam. Aggam juga ada di dapur sedang duduk di meja makan sambil memutar mutar gelas yang berada di tangannya, melihat air di dalam gelas itu menyambar nyambar pinggir gelasnya.


Ada apa dengannya. batin Aara melihat Aggam yang seperti melamun. tapi Aara juga tidak berani menegur Aggam.

__ADS_1


__ADS_2