
Seperti biasa Aktivitas Aara saat bangun Dari tidurnya melaksanakan Solat Subuh setelah itu mempersiap kan Sarapan buat mereka berdua.
Saat sedang Asik masak Aara merasa Sepasang tangan yang melingkar di Perut ramping nya dari arah belakang.
Aara menghentikan pergerakan tangannya Saat Aggam memeluknya. Aggam ternyata baru siap mandi dengan Rambut yang masih basah, Aggam bahkan masih menggunakan Handuk. Aara Sangat Gugup dengan perlakuan Aggam padanya apa lagi kulitnya bersentuhan langsung tanpa adanya benang yang menghalangi.
"A ada apa.." Tanya Aara merasa tidak nyaman bercampur malu dengan perlakuan Aggam padanya. Terasa sangat Asing bagi Aara dengan sikap Aggam yang terlalu manis.
"Apa aku tidak bisa memeluk istri ku sendiri.." Jawab Aggam mencium lembut pucuk kepala Aara. Yang membuat Aara lagi lagi ingin jantungan oleh perlakuan Aggam di pagi hari
Apa lagi Aggam mengatakan 'istri ku sendiri'. Sepertinya dia sudah mengakui Aara ya.
"Kau masak apa.." Tanya Aggam membungkuk dan menaruh Dagunya di bahu Aara yang jauh lebih pendek darinya.
"S seperti biasa saja... Apa kau ingin sarapan yang lain" Aara benar benar tidak bisa mengontrol rasa tegangnya.
"Tidak... Tapi sepertinya kau harus makan yang lebih bergizi agar kau sedikit lebih tinggi" canda Aggam. Aara jadi kesal Mendengar ucapannya.
"Seperti Rossa maksudnya" Kata Aara cemberut tanpa sadar.
__ADS_1
Aggam menahan tawanya melihat wajah masam Aara." apa kau sedang menunjukkan jika kau sedang cemburu" Bisik Aggam membuat Aara tersadar dengan ucapannya barusan.
Blushhhhh
" T Tidak... Kau pergi lah memakai pakaian mu" Aara terbata bata Menolak lembut tubuh Aggam yang memeluknya kemudian Melangkah sedikit menjauhkan tubuhnya dari Aggam.
Apa yang barusan kau kata kan Aara. Batin Aara menutup kadua bola matanya berusaha mengontrol malunya.
"Kalau cemburu bilang saja... ya kan kau cemburu kan" Aggam semangkin senang membuat Aara bertambah malu.
"T tidak" Kata Aara melangkah meninggalkan Aggam menuju meja makan.
Aku sangat malu. Batin Aara menutupi wajahnya.
Setelah menyiapkan sarapan Aara juga bersiap siap memakai pakaiannya. hanya saja Aara belum memakai cadarnya. melangkah ke dapur di mana Aggam sudah menunggu nya sambil memainkan ponselnya.
Aara mendudukkan tubuhnya di kursi hadapan Aggam. Aggam Tiba Tiba menyodorkan ponselnya pada Aara.
Aara melihat ke arah Aggam seolah bertanya 'untuk apa'.
__ADS_1
"Berikan aku nombor ponsel mu. sepertinya aku belum memiliki nombor ponsel mu" Ujar Aggam.
Glek!
Yang tadinya Aara lapar terus berubah jadi kenyang Tanpa sarapan. Aara terdiam mendengar ucapan Aggam yang meminta nombor ponselnya. dia takut mengatakan pada Aggam jika dia sudah tidak memiliki ponsel lagi. dia juga tidak mungkin memberi tau jika Fadilah yang mengambil ponselnya.
Melihat Aara hanya diam Aggam kembali bertanya" Aara... apa kau mendengar ku" Tanya Aggam menyerjit melihat Aara
Aara masih tetap diam. dia benar-benar tidak mengerti ingin mengatakan apa pada suami nya.
"Aara" Suara Aggam terdengar tegas memanggil nya. Aggam mulai sadar ada yang tidak beres dari sikap Aara. dia juga baru perasaan jika Aara belum pernah memegang ponselnya dari pulang kerja kemarin Sore.
"I I Itu..." Aara tidak berani meneruskan ucapannya apa lagi Aggam memandang nya serius.
"Itu.... itu apa Aara" tanya Aggam sedikit tidak sabar.
"Aku tidak memiliki ponsel" Aara menutup bola matanya menunduk dan mengatakan yang sebenarnya.
"Mana Ponselmu" Tanya Aggam penuh selidik.
__ADS_1
Aara meremas jari jarinya di bawa meja makan. dia juga tidak ingin mengatakan jika ponselnya di ambil oleh Tante Difa Dan Fadillah.