
Ayuna dan Bima duduk di kursi taman dengan Ayuna Yang sedang memakan Aiskrim.
Bima melihat ke arah istrinya " Ayu... apa aku bisa berbicara sesuatu" tanya Bima mulai membuka pembicaraan pada Ayuna.
Ayuna melihat sekilas pada Bima dan mengangguk pelan.
" Kau janji jika kau tidak akan marah jika aku jujur tentang sesuatu " Tambah Bima Saat melihat Ayuna mengangguk.
" Jujur tentang sesuatu?" ulang Ayuna.
" Hm" Dehem Bima mengangguk dengan tangan yang refleks terangkat mengusap bibir Ayuna yang terkena Ais cream.
Deg ! deg ! deg !
Lagi lagi jantung Ayuna berdebar debar saat Bima melakukan itu padanya.
" Apa yang ingin mas Bima kata kan" tanya Ayuna sedikit menarik wajahnya ke belakang karena dia merasa sangat canggung. walau pun sudah berkali-kali dia mencoba untuk berfikiran jika Bima itu sama seperti nya (wanita ) tapi tetap saja dia tidak bisa menghindari perasaan nya.
,,,,,,,
__ADS_1
Di lain tempat Aggam dan Aara mampir di pinggir pantai yang berada di hadapan villa nya. karena sekarang sudah sore jadi pemandangan di sana terasa sangat asri.
Mereka berdua duduk di pinggir pantai " kenapa kita baru ke sini Kak... ternyata di sini itu cantik banget ya..." Kata Aara
" Kau sangat menyukai di sini sayang.. " tanya Aggam mengambil tangan istrinya dan seperti biasa dia akan mengecek suhu tubuh istrinya.
" Tentu saja..." Singkat Aara tersenyum bahagia
" Kau terlalu sensitif dengan angin sayang... maka itu aku jarang membawa mu keluar... apa lagi sekarang kau sedang hamil..." Lembut Aggam mencoba memberi pengertian pada istrinya.
" Tapi aku bosan di rumah terus kak..." Jawab Aara jujur.
" Bagaimana jika aku bekerja lagi kak" Saran Aara melihat sekilas pada suaminya.
" Tidak bisa sayang... aku tidak mengijinkan mu untuk bekerja lagi " Tegas Aggam yang memang sudah trauma dengan apa yang menimpa istrinya.
" Lagi pula kau sedang hamil sayang... aku tidak ingin terjadi apa apa dengan mu dan juga calon bayi kita" tambah Aggam menggenggam pergelangan tangan istrinya.
Aara akhirnya diam. karena percuma dia berbicara dengan suaminya yang super ekstra posesif itu.
__ADS_1
" I Love U Honey" Bisik Aggam mencium pipi istrinya yang di tutupi cadar.
Aara tersenyum melihat Aggam" Aku juga mencintai mu Kak" Jawab Aara membalas mencium pipi suaminya.
Aggam tersenyum memeluk Aara dengan perasaan yang sangat bahagia melihat ke arah pantai di mana ombak yang saling berkejaran sekali sekala mengenai mereka berdua.
Aara mengambil air lalu memercik ke wajah suaminya. Aggam tertawa juga mengambil air membalas memercik air pada istrinya.
Mereka berdua saling bercanda dengan bermain Air di pinggir pantai. Aara bahkan tertawa terbahak-bahak yang membuat Aggam sangat senang melihat istrinya.
Maaf kan aku sayang jika aku terlalu egois... aku melakukan semua ini demi kebaikkan mu dan juga calon bayi kita. Batin Aggam melihat istrinya
,,,,,,
Kembali ke Bima dan Ayuna.
Ayuna menyerjit saat Bima hanya diam tidak mengatakan apa pun. dia sedang menimbang kan apa kah dia akan mengatakan yang sesungguhnya. tapi dalam masa Yang Sama dia masih sangat ragu, Bima takut jika Ayuna sampai marah padanya dan meminta untuk kembali ke kontrakan nya.
Tapi dalam masa yang sama dia juga khawatir jika terus membiarkan kebohongan nya berjalan dan akhirnya tidak menemukan jalan keluar nya lagi.
__ADS_1
" Ada Apa Mas... kata nya mau bilang sesuatu.... kok cuma diam..." tanya Ayuna yang semangkin penasaran.