GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Bab i75


__ADS_3

Ayah memang suka sekali memancing emosi ku. Batin Aggam.


Tok tok tok.


"Masuk" kata Aggam mempersilakan Zaki masuk ke dalam


"Tuan, ini makan siang yang tuan minta tadi" Ujar Zaki membawa Makan siang.


"Kau siap kan di meja" kata Aggam.


Zaki pun masuk kedalam. " Selamat siang tuan besar" Sapa Zaki Pada Kusuma.


"Siang" Jawab Kusuma tersenyum pada Zaki.


"Mama mana Ayah." Tanya Aggam mendudukkan dirinya di dekat Aara.


Kusuma tersenyum tipis melihat Aggam yang sudah mulai menerima Istrinya.


"Biasa, palingan lagi arisan sama teman temannya. Ada apa kau datang ke perusahaan. Kau sudah menyerah dan ingin kembali lagi bekerja sama Ayah," tanya Kusuma sengaja memancing Ribut dengan putranya. Tentu saja dia tau jika Aggam datang ke perusahaan karena pekerjaan yang dia sengaja bebankan untuk putranya itu.


Andai saja dia bukan Ayah ku, aku pasti sudah membogemnya. Aggam benar benar terpancing dengan sikap Ayahnya.


Kusuma sedikit melirik Anaknya yang hanya diam tidak menjawabnya. Dia tau pasti Aggam sangat emosi menghadapinya yang langsung melepas tanggung jawab pada perusahaan. Kusuma memang sengaja ingin merepotkan putranya.

__ADS_1


"Makanlah" kata Aggam pada Aara saat Zaki sudah menyiapkan makan siang buat mereka bertiga.


"Ayah tidak makan?" tanya Aara pada Kusuma.


"Boleh juga, kalau di panggil" Jawab Kusuma tersenyum tanpa Dosa.


"Tentu saja Ayah. Ayah mau makan apa? Biar Aara ambilkan" Tanya Aara lembut tersenyum pada Ayah Kusuma.


"Apa saja jika kamu yang mengambilkan, pasti sedap" jawab Kusuma mengembangkan senyumannya.


"Ingat umur," Sindir Aggam kesal melihat Ayahnya seolah sengaja menggoda Istrinya.


Kusuma memang sengaja memanas -manasinya.


Gadis itu gelagapan tidak tau ingin menjawab apa, "Ini makanan untuk Ayah" memilih tak menjawab Ayah mertuanya itu. Dan mengakhirinya dengan memberikannya makanan.


"Terima Kasih Aara"


"Suaminya aku apa Ayah sih? Kenapa dia hanya melayani Ayah yang menyebalkan ini" Gumam Aggam melihat Aara bergantian dengan Ayahnya. Dia sudah hilang selera makan siangnya karena kehadiran Ayahnya yang menurutnya mengganggu saja.


,,,,,,,,,


"Kenapa Ayah datang kemari?" tanya Aggam setelah mereka bertiga sudah siap makan dengan makan mereka.

__ADS_1


"Ayah ingin dua bulan dari sekarang kau ke jerman untuk mengurus kantor cabang di sana," jawab Kusuma.


Aggam menyerjit, "Untuk apa aku ke sana Ayah? Lagian perjanjian kita belum selesai dalam masa dua bulan dari sekarang," Jawab Aggam malas ke Jerman. Karena pasti dia Akan lama tinggal di sana.


Tanpa dia sadari dia Tidak ingin meninggalkan Aara sendirian di sini. Aggam melirik pada Aara. Ayah yang benar saja.. Dia tau aku sudah menikah.. Kenapa dia ingin mengirimku ke sana lagi. Batin Aggam.


"Apa kau masih ingin meneruskan perjanjian itu? Kau masih ingin menikahi wanita itu yang sudah hamil dari Anak selingkuhannya?" Tanya Kusuma melihat Aggam dengan penuh selidik.


Tentu saja Kusuma menyelidiki semua tentang Rossa semenjak Aggam memberi tahu tentang hubungannya bersama dengan Rossa yang masih berlanjut.


Aggam berdecak melihat Ayahnya. Bukan itu yang dia maksud. Dia hanya tidak ingin jauh dari Aara.


"Nanti Aggam pikir kan dulu, apa Aggam akan ke jerman Atau tidak," Jawab Aggam Malas.


"Kau bisa membawa istri mu jika kau ingin" Kusuma berdiri dari duduknya. Dia tau alasan kenapa Aggam tidak ingin ke Jerman. Pasti Karena Aara Jawabannya.


Benar juga... Kenapa aku tidak terpikir ya. Aggam tersenyum dalam Hati.


Kusuma tersenyum melihat perubahan di Wajah putranya, "Ya sudah, Ayah pamit dulu, Jika kau punya waktu luang, kau datanglah berkunjung ke mension, Mamamu juga pasti sangat senang," Pamit Kusuma.


"Aara.. Ayah pamit Dulu," Tambah Kusuma Melihat ke arah menantunya dan tersenyum hangat.


" Ya Ayah. Hati-hati di Jalan" Aara kembali menyalami Ayah mertuanya lalu Kusumapun pergi dari kantor.

__ADS_1


__ADS_2