
Tiba di mobil Zahra memakai gamisnya tanpa membuka Baju minimnya, juga mengenakan jilbabnya dan menghapus make up di wajahnya. menghidupkan mobil kemudian melaju ke Rumah Ayah ibunya.
,,,,,,,,,
Di Mall ustadz Sulaiman kembali melangkah masuk ke dalam. tidak sengaja dia seperti melihat Aara yang sedang memilih cemilan. saat sadar itu adalah Aara dia melangkah mendekatinya
" Assalamualaikum Aara" Salam ustadz Sulaiman menyapa Aara dengan jarak yang lumayan jauh, dia tidak ingin timbul fitnah di antara dia dan Aara. apa lagi dia tau jika Aara sudah menikah.
Aara mengangkat pandangannya dan melihat ustadz Sulaiman.
"Waalaikumssalam. Ustadz... maaf saya tidak sadar ada Ustadz Sulaiman di sini tadi." Kata Aara tersenyum melihat wajah Ustadz Sulaiman yang tersenyum lembut.
"Tidak apa. aku juga baru tiba. kau apa kabar Aara. apa kau sendiri, mana suami mu" tanya Ustadz Sulaiman karena dia tidak melihat ada Aggam di Sana.
"Ah, tadi dia sedang menerima panggilan. Ustadz juga sendiri" tanya Aara
"Tidak. aku bersama dengan Danissa (adik ustadz Sulaiman) aku menghantar nya ke Mall sebentar" jelas Ustadz Sulaiman.
Tiba-tiba terdengar suara bariton Aggam sebelum Aara membuka suara lagi menjawab Ustadz Sulaiman.
__ADS_1
"Apa kau sudah siap" Tanya Aggam memeluk pinggang Aara dengan posesif menatap kedua bola mata Ustadz Sulaiman seolah mengatakan jauh jauh dari istriku.
Ustadz Sulaiman faham dengan tatapan mata suami Aara. dia tersenyum lembut membalas tatapan Aggam.
"Iya.. aku sudah siap" jawab Aara merasa tidak nyaman dengan perlakuan Aggam.
" Kak Sulaiman, Danissa sudah siap. ayo kita pulang" Kata Danissa menghampiri Ustadz Sulaiman Aggam dan Aara. Danissa mengalihkan pandangannya pada Aara.
"Eh. kak Aara... Assalamualaikum kak"Tambah Danissa menyapa Aara dengan tersenyum manis
"Waalaikumssalam Danissa. kau mangkin cantik. apa khabar" tanya Aara mengembangkan senyumannya pada Danissa adik dari Ustadz Sulaiman.
"Arh.. ini suami kak Aara" jawab Aara
"Owh, benar kah.. kak Aara sudah menikah ternyata. kak Sulaiman juga akan menikah dua bulan lagi bersama kak Zahra. ya kan kak" Ujar Danissa Polos masih tersenyum manis
"Benarkah...kok kakak enggak tau" Jawab Aara
"Benar kak. jemput datang ya kak nanti"
__ADS_1
Bagus lah jika pria ini sudah akan menikah. aku tidak perlu mengkhawatir nya lagi untuk mendekati istriku. batin Aggam tersenyum miring menatap Ustadz Sulaiman. ustadz Sulaiman tau apa yang di fikiran oleh Aggam.
"Ya sudah. kami pamit dulu. Assalamualaikum " ujar Ustadz Sulaiman mengakhiri obrolan Adiknya dan Aara
"Waalaikumssalam" jawab Aara. Aggam menggenggam pergelangan tangan Aara membawanya ke Kasir untuk membayar tagihan belanjaan mereka.
Di parkiran Ustadz Sulaiman masuk ke dalam mobilnya bersama dengan adiknya.
"Kak. sepertinya tadi aku melihat kak Zahra deh. tapi kenapa dia berpakaian minim dan sangat terbuka dengan rambut yang sudah di warnai... tapi apa benar itu kak Zahra. Mana mungkin dia berpenampilan kayak wanita malam seperti itu ya kak. kak Zahra kan memakai Hijab. apa aku salah lihat ya kak?." Kata Danissa yang juga sempat melihat Zahra sekilas tadi.
Ustadz Sulaiman mengeluarkan mobilnya dari parkiran" Kau mungkin salah lihat Nissa.. jika ada mana mungkin kakak tidak melihat nya tadi. sudah, tidak usah di fikirkan" Bohong Ustadz Sulaiman dengan wajah tenangnya. mana mungkin dia memberi tahu pada adiknya seperti apa sikap Asli calon istrinya itu.
Aggam dan Aara juga menuju parkiran setelah membayar belanjaan nya. Aggam memasukkan belanjaan nya di mobil dan naik ke atas mobil bersama Aara mulai menghidupkan mobilnya dan keluar dari parkiran.
Tiba-tiba Aggam membuka suara" Aku tidak suka kau terlalu dekat dengan pria tadi " Kata Aggam terdengar tidak bersahabat .
"Aku tidak dekat dengan Ustadz Sulaiman. dia menyapaku. mana mungkin aku tidak menjawabnya" Jawab Aara.
"Apa kau bisa mengatakan 'iya' saja tanpa membantah ku.! " Aggam tanpa sadar membentak Aara. dia tidak bisa mengontrol emosinya saat bersangkutan dengan Ustadz Sulaiman.
__ADS_1
Aara langsung Kaget dengan respon Aggam yang membentak nya.