GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
96 iii


__ADS_3

Aara sangat malu mendengar sindiran Ayah mertuanya, Dia buru buru menarik dirinya dari suaminya yang memeluk pinggang rampingnya.


"Tidak perlu tegang dan malu seperti itu" Kata Kusuma menahan tawanya melihat menantunya yang malu.


"Kalian sudah tiba." Kata Sarah yang baru dari dapur.


"Iya mah" Kata Aggam


Aara menyelami kedua orang tua suaminya, setelah itu Aggam dan Aara duduk di sofa berdampingan.


"Bagaimana kabar mu." Tanya Sarah pada anaknya setelah berapa lama tidak bertemu.


"Kami baik baik saja ma" Jawab Aggam, di angguki oleh mamanya.


"Aggam, kenapa kau menjual Villa mu" Tanya Kusuma berbasa-basi padahal dia sudah tau kenapa anaknya menjual Villa miliknya, dia juga bahkan sudah tau jika Aggam sudah membeli sebuah Villa yang jauh lebih megah dari Villa lamanya.


Aggam sedikit berdecak saat ayahnya yang sudah tau pura pura bertanya padanya lagi." Hanya bosan dengan suasana yang lama ayah, jadi ganti yang baru saja"Jawab Aggam Asal


"Kau menjual Villa mu Aggam" Tanya Sarah yang memang tidak tau jika putranya menjual Villa miliknya.

__ADS_1


Aara juga baru tau jika suaminya menjual Villanya, akhirnya Aara tau kenapa pak Has berada di mension ayah mertuanya.


"Ya Mah" Singkat Aggam


" Aara, kau dengar apa yang di katakan suami mu barusan, dia menjual Villanya karena dia sudah bosan dengan Villa lamanya, kau juga harus berhati hati, nanti jika dia sudah bosan dengan mu, dia juga pasti akan menggantikan mu dengan yang baru" Ujar Kusuma sedikit mengejek putra nya, entah mengapa Kusuma sangat senang membuat anaknya itu marah.


"Bicara apa sih ayah" Kesal Aggam pada Ayahnya.


"Lihat lah sayang anak semata wayang mu ini, dia baru saja datang ke rumah, tapi sudah marah marah sama Ayah" Kata Kusuma tanpa Dosa.


"Ayah yang memulai nya" Kesal Aggam.


Sebelum Kusuma menjawab Aggam, terdengar Azan maghrib berkumandang.


"Nyonya mama, ayah, Aara juga pamit."


Sarah dan suaminya mengangguk menjawab Aara dan Aggam.


Mereka melangkah naik ke lantai dua menuju kamarnya, tiba di atas Aara dan Aggam langsung melaksanakan sholat maghrib.

__ADS_1


Aggam akhirnya sudah benar benar berubah dari sikap buruk nya, dia juga tidak pernah lagi meninggalkan sholat, padahal di awal dia mau sholat karena Andra sering memanas manasinya.


Kembali ke Aara dan Aggam.


Selesai sholat seperti biasa Aara mencium punggung tangan suaminya.


Aggam langsung memeluk tubuh istrinya." Sayang, apa kau tidak ingin memiliki anak" Tanya Aggam tiba tiba.


Aara melihat wajah suaminya." Tidak tau kak, aku belum terfikir sampai ke sana" Jawab Aara jujur yang memang belum terfikir untuk memiliki Anak.


"Kenapa, kau tidak ingin" Tanya Aggam menangkup kedua pipi istrinya.


"Tentu saja ingin." Jawab Aara santai menyatukan jari jarinya pada jari jari suaminya.


"Apa hari ini kau lelah" Tanya Aggam penuh arti, tapi Aara tidak menyadari kemana Aara pembicaraan suaminya.


" Tidak, hari ini sangat kurang pembeli" Jawab Aara polos.


Aggam mengecup dahi istrinya." Istirahat lah sebentar, setelah itu kita turun ke bawa untuk makan malam bersama ayah dan mama" Kata Aggam membuka mukena istrinya dan melipatnya, mengambil ikat rambut dan menggulung rambut panjang istrinya kemudian mengikatnya.

__ADS_1


Tiba tiba Aara tertawa "Kenapa kau tertawa sayang, apa ada yang lucu"


"Yang lucu itu kakak, kak Aggam memperlakukan ku seperti bayi kak, aku bukan bayi" Kata Aara masih dengan sisa tawanya.


__ADS_2