
Aggam masuk ke dalam mobil, menghidupkan mobilnya. Melaju dengan sangat kencang menuju kontak kannya, ia bahkan memotong semua mobil mau pun motor yang berada di depannya dengan perasaan cemas.
Hanya beberapa minit saja Aggam sudah tiba di kontrakan nya. Turun dari mobil dengan sedikit berlari.
"Aara, buka pintunya Aara" Panggil Aggam saat pintu yang ingin dia buka terkunci dari dalam.
Tidak mendengar adanya tanda-tanda Aara akan membuka pintu. Dengan perasaan cemas Aggam mendobrak pintu kontrakan dengan tubuhnya.
Brakkk
Pintu terbuka, Aggam melihat barang barang di rumah kontrakan nya sudah berantakan dan beserakan di lantai.
Berlari cepat ke dalam kamar, samar samar Aggam mendengar suara teriakan Aara dari kamar, seperti tertahan karena mulutnya di di bekap.
Membuka pintu kamar dan melihat dua preman berusaha ingin memperkosa seorang gadis di kukungannya mereka terus memberontak sehingga tubuhnya terluka. Aggam tidak mengenali Aara, tapi dia mengenal suara gadis itu yang menangis dan meminta tolong.
"Bedebah!!!" Geram Aggam dengan amarah yang memuncak langsung memukul kedua preman yang ingin menodai istrinya.
__ADS_1
Memukul kedua preman itu dengan membabi buta, ia benar-benar sangat marah, ia bahkan berniat untuk membunuh kedua preman itu jika ia tidak mendengar Aara yang menangis.
Preman tersebut sudah babak belur tidak bergerak lagi di lantai kamar kontrakan Aggam. melihat penjahat tidak bergeming, Aggam mengalihkan pandangannya pada
Aara yang meringkuk memeluk tubuhnya di sudut ruangan menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya masih terus menangis dengan tubuh yang gemetaran.
Mengambil sebuah kain panjang lalu menghampiri Aara, menutup tubuh Aara yang setengah polos. Aara belum menyadari keberadaan Aggam di dekatnya, ia bahkan tidak tau siapa yang menolongnya. Aara benar-benar shock dan trauma atas musibah yang menimpa nya.
Aggam iba melihat istrinya, perasaan menyesal yang teramat dalam menyelimuti nya saat ini. Dia sangat menyesal meninggalkan Aara sendirian di kontrakan itu.
"Jangan!! ku mohon jangan apa apa kan aku," Teriak Aara dengan tubuh semangkin gemetaran mendapat sentuhan di bahunya.
"Aara... Ini aku," kata Aggam dengan suara lembut menatap sendu pada Aara.
Aara perlahan mengangkat pandangan nya melihat Aggam dengan mata memerah dan bibir yang pecah, wajah yang lebam tapi tidak mengurangi sedikit pun kecantikannya.
Deg!
__ADS_1
Aggam tertegun melihat wajah cantik bak bidadari yang berada di hadapannya saat ini, ia tidak menyangka jika Istrinya itu sangat cantik dan anggun dengan rambut ikalnya yang tergerai indah.
Bruk
Aara jatuh jatuh tidak sadar kan diri. Aggam menangkap tubuh istrinya. Membawa Aara ke ranjang kemudian menghubungi polisi untuk mengamankan kedua penjahat yang tidak sadar kan diri.
Setelah itu Aggam kembali menghampiri Aara, Menatap wajah anggun yang tidak sadarkan diri di atas kasur.
Mengambil obat oles lalu membuka kain yang menutupi tubuh lemah Aara.
Melihat ada banyak sekali kesan lebam di tubuh Aara. Aggam semangkin merasa bersalah telah meninggal Aara sendirian di kontrakan.
"Maafkan aku, aku tidak tau jika akan terjadi seperti ini.." Lirih Aggam merapikan anak rambut Aara dengan bola mata yang berkaca kaca.
Apa kah seperti ini wajah mu saat aku melakukan kekerasan dulu padamu, maafkan aku karena sudah banyak membuat mu menderita gadis kecil. Batin Aggam perlahan menjatuhkan titik demi titik kristal bening di kedua bola matanya.
Aggam ingin membawa Aara ke rumah sakit. Tapi mengingat Aara pasti tidak ingin ada yang melihat tubuhnya, mengurungkan niatnya dan mengobati sendiri luka Aara juga mengganti pakaian Aara yang robek kesana Kemari.
__ADS_1