GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
102


__ADS_3

" Lakukan apa saja dokter asal kan menantu saya bisa pulih semula seperti sedia kala." kata Kusuma menimpali saat melihat anaknya tidak mampu lagi mengeluarkan kata kata.


"Baik tuan. saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat nona kembali pulih semula." kata dokter itu kemudian dia izin pamit.


,,,,,,,,


Aggam saat ini berada di ruang rawat inap VIP tempat istrinya di rawat. Dia duduk diam menatap istrinya tercinta yang masih belum sadar kan diri.


Aggam menggenggam pergelangan tangan istrinya menatap wajah istrinya yang di balut akibat luka yang di berikan oleh Rossa .


"Bagun lah sayang.... kenapa kau belum membuka mata mu... sudah hampir tiga jam tapi kau belum sadar juga... Maaf kan aku yang tidak menjaga mu dengan baik sayang.... maaf kan aku.. Buka lah mata mu"" Lirih Aggam menjatuhkan air matanya.


Dia benar-benar tidak menyangka jika akan di uji dengan ujian sebegini beratnya.


Aggam mencium dahi isterinya dengan lembut. air matanya jatuh tepat mengenai wajah Aara.


Perlahan Aara menggerakkan jari jarinya saat merasakan wajahnya terkena jatuhan air mata suaminya.

__ADS_1


Aara membuka mata samar samar melihat Wajah suaminya yang masih menciumnya dengan air mata yang mengalir di kedua bola matanya.


"Kak" panggil Aara dengan suara lemah.


Aggam yang mendengar suara istrinya. membuka bola matanya yang tertutup. dia melihat wajah istrinya yang melihat ke arah nya.


"Sayang kau sudah sadar" Kata Aggam langsung memeluk tubuh istrinya.


"Arghhh, sakit kak" Ujar Aara meringis saat lehernya sedikit tergerak saat Aggam memeluk nya. leher Aara memang sangat sakit akibat cekikan Rossa yang membuat dia merasa seperti tulang tulang lehernya remuk semua.


Aara perlahan mengangkat tangannya dengan lemah memegang Wajah nya yang di balut.


" Apa wajah ku terluka parah kak" tanya Aara.


Aggam menggeleng " tidak sayang... kau akan segera sembuh. " Aggam tidak ingin jika istrinya khawatir jika mengetahui wajahnya yang terluka parah dan akan menjalani pembedahan.


Aara membalas pegangan suaminya yang menggenggam pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Apa kakak akan meninggalkan ku. jika aku sudah cacat nantinya." Aara tau jika wajah nya terluka dengan parah walau pun Aggam mencoba untuk menyembunyikan nya darinya.


"Apa yang kau katakan sayang. fokus saja pada kesembuhan mu. Seperti apa pun wajah mu aku tetap mencintaimu... karena cinta ku tulus pada mu sayang. bukan karena wajah dan fisik mu. jika aku mencintaimu karena wajah mu, mana mungkin aku mencintaimu sebelum aku melihat Wajah mu di balik cadar mu tempoh hari" jelas Aggam.


Karena memang benar yang dia katakan. jika dia mencintai istrinya itu apa adanya. buktinya dia sudah mencintai Aara jauh sebelum melihat wajah anggun di balik cadar nya. hanya saja dia tidak menyadari perasaannya pada istrinya waktu itu.


Aara terharu mendengar ucapan suaminya."Terima kasih kak. terima kasih sudah mau menjadi Ayah, ibu, juga suami yang baik buat aku.." Aara menjatuhkan air matanya. Aggam memang menjadi ayah dan ibu Yang sangat baik untuknya. karena Aggam menjaganya seperti bayi yang mudah terjangkiti. kadang Aara merasa lucu dengan sikap Suami nya yang berlebihan.


"Kau tidak perlu berterima kasih sayang. sudah tugas ku menjaga dan mencintai mu." Aggam mengusap air mata istrinya


"Apa kau lapar sayang. ini sudah sangat jauh dari waktu makan siang. Karena sudah malam sayang" tambah Aggam dengan lembut


Aara mengangguk. dia memang merasa sangat lapar saat ini.


"Kau mau makan apa sayang."


"Apa saja kak" Aara tersenyum tipis pada suaminya. dia merasa sangat bersyukur karena Aggam mencintai dan menyayangi nya dengan sangat tulus.

__ADS_1


__ADS_2