
Hahahaha
Dafin tertawa terbahak-bahak saat sadar jika Bima belum Malam pertama dengan istri nya.
Dafin mencondongkan diri dan berbicara dengan Suara yang di kecilkan." Lo belum belah duren..."Bisik Dafin yang tidak di dengar oleh Ayuna yang melih heran pada Dafin karena berbisik-bisik dengan Bima.
" Kau.." Geram Bima karena Dafin kembali tertawa terbahak. Kemudian kembali mendekatkan wajahnya pada Bima
" Lo mau ngak, aku ada obat kuat untuk malam pertama kalian berdua, obatnya begini" Ujar Dafin memain kan alisnya sambil menaikkan jempolnya.
Tak!
Bima memukuli kepala Dafin dan melototinya " Gila Lo ya, kau tidak percaya dengan kejantanan ku begitu" kata Bima jengkel pada Dafin.
" Memang kau pernah mencobanya " bisik Dafin masih memegang kepalanya yang di pukuli tadi oleh Bima
Sial.. benar benar ni anak nyebelin banget. Batin Bima tidak ingin Lagi menjawab Dafin yang super duper banyak tanya nya. Fikir Bima mengabaikan Dafin yang memutar otak nya memikirkan cara agar Bima bisa gol bersama dengan istri nya.
Ayuna hanya diam sambil memakan makanan nya sesekali melihat pada mereka yang sibuk berbisik bisik di hadapannya.
__ADS_1
Ada ada saja kedua mahluk aneh ini. Batin Ayuna.
,,,,,
Malam harinya Aggam sedang menerima panggilan dari sekertaris Zaki.
" Tuan, saya sudah berhasil membeli kebun teh berserta rumah milik keluarga Nona Tuan" Kata Zaki.
" Benarkah... bagus Zaki.. kalau begitu kau atur semua jadwal ku yang paling penting.. lalu kosongkan jadwal ku nanti untuk mengunjungi rumah peninggalan kedua orang tua istri ku" perintah Aggam melalui panggilan telefon pada Zaki.
" Baik tuan. Apa ada lagi" tanya sekertaris Zaki.
Dia melangkah mendekati Aara berbaring di sebelahnya dan menarik Aara ke dalam pelukannya.
" Sayang... Sepertinya bayi bayi kita sedang ingin di berikan susu hangat " Bisik Aggam pada Aara
" Apaan sih Mas... Bilang saja mau jatahnya, tidak usah pake alasan baby baby segala " ujar Aara yang tau tujuan suaminya.
Aggam terkikik mendengar ucapan istrinya dan perlahan menyerang istrinya dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
🤭Udah ya, di skip aja... Jangan kepo. Kalo kepo praktek aja sendiri bagi yang sudah tidak jomblo Alias muhrim 🤣🤣
,,,,,
Lain halnya di mension keluarga Andika. Dafin sedang berkunjung malam malam ke mension dengan alasan bosan di rumah nya. Tentu saja Dafin sedang merencanakan rencana jahilnya pada Bima.
" Ada apa Lo malam malam datang kemari" tanya Bima menghampiri Dafin yang sedang sibuk sendiri di dapur membuat jus untuk dirinya dan juga untuk Bima.
Dafin memang sudah terbiasa di mension keluarga Bima. Dia juga sangat dekat dengan bunda juga papa Bima.
Tadi bunda sudah melarang Dafin untuk membuat jus sendiri. Tapi Dafin bersikeras ingin membuat minum untuk dirinya sendiri di dapur. Tentu saja untuk memulai aksi jahilnya.
" Ni buat Lo" Dafin memberikan Bima jus yang dia buat pada Bima. Dafin juga sudah menurun kan obat perangsang ke dalam minuman tersebut tanpa di sadari oleh Bima. Dia juga tidak menjawab pertanyaan Bima padanya.
Bima menatap curiga pada jus yang di berikan oleh Dafin." Ini tidak ada racunnya kan" tanya Bima penuh selidik.
Dafin memutar bola mata malas pura pura terlihat santai di hadapan Bima." Ya sudah, buang aja kalo Lo ngak mau" Kata Dafin melangkah keluar dari dapur membawa jusnya.
Aaaa... Jangan di buang beneran konyol. Tambah Dafin dalam hati diam diam melirik Bima yang menatap minuman di tangan nya sebelum benar benar meninggalkan dapur
__ADS_1
Bima mengangkat bahu acuh dan langsung meminum minuman itu hingga tuntas.