GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Pelangi Setelah Hujan: Gawat ini mah


__ADS_3

Bima dan Ayuna sudah tiba di rumah kontrakan Ayuna.


Ayuna langsung turun dari mobil melangkah masuk ke dalam kontrakan mengambil beberapa keperluan kuliahnya berbalik ingin keluar tapi dia di kaget kan dengan Bima yang sudah berdiri di belakang nya.


"Arkh" teriak Ayuna kaget.


"Kenapa kau teriak teriak. seperti lihat hantu saja" Ujar Bima tanpa rasa bersalah sudah mengejutkan istrinya.


"Apa yang mas lakukan di sini. ayo kita keluar "Jawab Ayuna ingin melangkah keluar tapi punggung bajunya di tarik oleh Bima


"Eitss... kau mau kemana " tanya Bima.


"Kuliah mas. apa lagi" jawab Ayuna menyerjit.


"Kemas dulu beberapa barang yang ingin kau bawa. kita akan tinggal di mension Papa" kata Bima.


"Aku malu tinggal di sana mas. di sini saja"


Bima memegang tangan istrinya dengan wajah yang sudah mulai berakting "Oh ayo lah... Bantu aku ya... Aku sangat mencintai kekasih ku. tapi aku sulit dekat dengannya karena bunda sering mengawasi ku. jadi jika ada kau di mension aku jadi mudah untuk keluar bersama nya dengan alasan membawa mu keluar. mau Ya" Bohong Bima dengan wajah sedihnya.


Tiap kali mengatakan itu, aku pasti ingin muntah. apa kata ku tadi, mencintai Dafin. oh tolong lah tuhan, apa yang sedang aku lakukan dan aku katakan. Batin Bima mengoceh dalam hati.

__ADS_1


Ayuna yang melihat Bima dengan wajah sedihnya. akhirnya dia luluh. "Baik lah, aku akan tinggal di sana " ucap Ayuna dengan tersenyum manis.


Cantik sekali... apa boleh di cium tipis... sepertinya aku akan merana dan tersiksa dalam permainanku sendiri. semangat Bima, kau harus bisa membuatnya mencintai mu. agar sandiwara konyol ini bisa berakhir. dan si dedek junior bisa mengakhiri masa Perjakanya. aduh... apa yang sedang aku fikirkan. sepertinya aku sudah mulai berubah mesum, Gawat ini mah.. Batin Bima melihat gadis cantik di hadapannya sedang mengemasi beberapa barang miliknya.


" Sini aku bantu" Kata Bima ingin mengambil tas Ayuna, dengan bersamaan Ayuna juga ingin mengambil tasnya.


Tangan Bima memegang punggung tangan Ayuna. Bima melihat ke arah Ayuna begitu pun juga Ayuna yang melihat ke arahnya. bola mata mereka bertemu.


Deg! deg !deg !


Jantung Bima berdebar debar melihat bola mata indah milik Ayuna.


Ayuna menarik tangan nya dan tersenyum manis pada Bima. dia tidak merasakan apa pun. karena Ayuna sudah terlanjur berfikiran jika Bima memang menyukai sesama jenisnya. dia menganggap Bima sama seperti nya 'Wanita'


Terlalu lama jomblo aku jadi mudah baper dan berdebar debar ck. batin Bima


" Biar aku bawa tasnya " Bima mengambil tas di tangan Ayuna.


" Makasih "


Bima mengangguk menjawab Ayuna. mereka berdua melangkah keluar dari kontrakan Ayuna ke mobil dan kembali menghantar isterinya ke kampus.

__ADS_1


,,,,,,


Saat ingin turun dari mobil Bima mencegah Ayuna.


" Iya Mas. tanya Ayuna melihat Bima."


"Ambil ini gunakan untuk ke butuhan mu" Bima memberikan Ayuna salah satu kartu Kreditnya."


"Tidak usah Mas" tolak Ayuna


Bima menarik pergelangan tangan Ayuna menyimpan kartu kredit di tangan nya "Udah ambil saja" kata Bima memaksa Ayuna .


"Tidak usah mas" Ayuna kekeh tidak mau mengambil kartu kredit Bima


"Apa ini kurang. sebentar" Bima kembali mengambil satu lagi kartu kreditnya" ini tambah lagi" menaruh di tangan Ayuna.


"Bukan itu maksud nya aku..."


"Kurang lagi. sebentar " potong Bima kembali ingin mengambil kartu kredit lain nya.


" Ok ok ok, cukup... ini cukup" kata Ayuna cepat dengan senyuman yang di paksa kan di wajahnya cantiknya.

__ADS_1


Tidak tau saja sedang berhadapan dengan siapa. Batin Bima mentertawakan Ayuna dalam hati.


__ADS_2