
Ada apa dengannya. batin Aara melihat Aggam yang seperti melamun. tapi Aara juga tidak berani menegur Aggam.
Aara mulai menyibukkan dirinya di dapur.
Aggam mengangguk pandangannya lalu melihat Aara yang sedang sibuk berkutat di dapur.
Sebenarnya Aggam sedang berfikir tentang dirinya yang sudah hampir tiga Minggu tidak bekerja dan belum mendapat pekerjaan. walaupun Aggam memiliki uang dari Bima, tapi Aggam bukan tipe orang yang suka bergantung hidup sama seseorang.
Walau pun Bima tidak mempermasalahkan berapa jumlah uang yang dia pakai dari kartu kreditnya. tapi tetap saja, Aggam tidak suka bergantung dengan siapa pun.
Ini lah tujuan sebenarnya Ayahnya. bukan tanpa alasan Kusuma mempersulit putranya. dia ingin agar putranya itu mandiri dan merasakan seperti apa kerasnya hidup di luar sana. hidup dalam kemewahan dari lahir tanpa kekurangan satupun, Aggam tumbuh menjadi pribadi yang sombong dan angkuh, Aggam tidak pernah peduli di sekelilingnya. dan tidak pernah melihat orang orang di bawahnya.
Aggam Menarik nafas dalam. Untung saja gadis ini tidak pernah mempersulit kan ku... dan tidak pernah menuntut apa pun. jika seperti Rossa, aku bisa gila.... tapi tunggu, ada apa dengan ku, kenapa aku membanding bandingkan nya dengan Rossa. Aishh... sepertinya aku sudah mulai tidak beres. batin Aggam yang memperhatikan punggung Aara. Aggam lagi lagi membuang nafas kasar, karena dia merasa Aara mulai menarik perhatiannya.
Aggam berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati Aara. " Ada yang mau aku bantu" tanya Aggam berdiri di dekat Aara
Aara mengalihkan pandangannya pada Aggam lalu menggeleng. "Tidak.. tunggu saja di sana"
__ADS_1
"Tapi aku ingin membantumu" kata Aggam.
Sekali sekala aku mengerjai nya tidak apa kan... kapan lagi aku bisa mengerjai pria Angkuh ini jika bukan sakarang. batin Aara yang berniat mengerjai Aggam.
"Ini... kupas bawang ini" Aara memberikan Aggam bawang dan pisau kecil.
Aggam Mengangguk lalu mengambil pisau dan bawang dari tangan Aara. mulai mengupas bawang itu. hanya beberapa saat saja Aggam sudah menutup matanya guna punggung lengannya dengan air mata yang sudah mengalir.
Aara menahan tawanya di balik cadar melihat Aggam yang ke pedasan.
"Ya sudah,,, hentikan saja jika tidak bisa" kata Aara sambil menahan tawanya yang tidak di sadari oleh Aggam.
Setelah mencuci wajahnya Aggam baru tersadar jika Aara sedang mengerjainya. Owh.. ternyata Bocah ini sedang mengerjai ku ternyata.. Batin Aggam yang menyeringai dalam hati.
Bola mata Aggam menangkap ada anak kecoak. mau bermain main ya gadis kecil... mari kita bermain main. tambah Aggam membatin., mengambil anak kecoak itu lalu meletakkan nya di bahu Aara Dengan perlahan. dan Aara tidak sadar dengan tindakan Aggam yang membalas menjahilinya.
"Aara... seperti nya ada kecoak di bahumu " Tunjuk Aggam pada bahu Aara
__ADS_1
Aara tiba tiba membeku di tempatnya. karena Aara memang sangat takut dengan kecoak. " D di mana... " Aara mulai ketakutan dan tidak berani bergerak.
"Itu di bahumu." kata Aggam menahan tawanya.
"Ambilin dong.." kata Aara
Tapi Aggam tidak mengambil kecoak itu. dia menikmati reaksi Aara yang sedang ketakutan.
Melihat Aggam yang tidak berniat membantunya. Aara menepis dengan cepat bahunya. siapa sangka jika kecoak itu malah terbang naik ke atas ke atas kepalanya.
"Arkkhhhh " teriak Aara ketakutan. yang membuat Aggam ingin tertawa terbahak bahak. tanpa Aggam duga Aara melompat ke tubuhnya dan memeluknya dengan erat.
"Singkirkan ini!!!" Aara memeluk tubuh Aggam dan menenggelam kan wajahnya di dada bidang Aggam.
Deg! Deg! Deg!
Aggam membeku dengan tangan yang terangkat dan jantung yang berdebar debar oleh kelakuan Aara
__ADS_1