GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
113 ii


__ADS_3

Setelah beberapa minit berlalu akhirnya dokter keluar dari ruangan. Aggam yang melihat dokter berdiri dari duduknya menghampiri dokter tersebut bersama dengan Bima.


" Bagaimana dengan istri saya dokter, dia sakit apa" Tanya Aggam sedikit tidak sabaran.


Seorang dokter wanita tersenyum pada Aggam " Istri Tuan tidak apa apa. muntah muntah itu biasa bagi wanita yang hamil muda " Kata Dokter Wanita yang memeriksa Aara.


Aggam terdiam mematung mendengar ucapan Dokter mengatakan istrinya Hamil" Hamil? Istri saya Hamil Dok" Ulang Aggam masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Dokter tersebut kembali tersenyum kemudian mengangguk " Tahniah tuan, Istri anda sedang hamil. usia kandungannya sudah masuk empat minggu tuan"


Aggam berkaca kaca mendengar istrinya hamil, Dia terlalu senang sehingga tidak bisa mengungkap kan rasa senangnya.


Bima Yang mendengar Aara hamil juga ikut bahagia, Dan tersenyum cerah " Makasih Dokter" Kata Bima pada Dokter saat Aggam masih diam dengan wajah nya yang sangat bahagia mendengar berita kehamilan sang istri tercinta.


" Kalau begitu saya pamit undur diri dulu Tuan"


" Silakan Dok" Jawab Aggam dengan Wajah yang sangat cerah menggambarkan kebahagiaan di wajahnya, Dokter itu kembali ke ruangannya


" Tahniah Bro, Akhirnya tidak lama lagi nama mu akan berganti menjadi Ayah" Kata Bima menepuk Bahu Aggam

__ADS_1


" Makasih Bim. Aku sangat bahagia " Kata Aggam mengusap Air matanya.


" Aku juga turut bahagia Bro"


" Mari kita ke dalam" Kata Aggam mengajak Bima menghampiri Istrinya yang masih berada di ruangan.


Cklekkk


Aggam masuk ke dalam dengan Wajah Yang sangat cerah, Dia langsung menghampiri Aara dan memeluknya dengan hangat. Aara yang masih belum tau jika dia sedang hamil. heran melihat Suaminya.


" Ada Apa kak" Tanya Aara juga melihat pada Bima.


" Aku sangat bahagia sayang.. Karena sebentar lagi akan bertambah Si munggil dalam keluarga kita" Kata Aggam menatap bahagia pada wajah istrinya.


Aggam mengangguk" Iya Sayang... "


Aara langsung memeluk suaminya dan menjatuhkan Air mata Haru.


" Apa kau bahagia sayang" Tanya Aggam mengusap air mata Sang istri

__ADS_1


" Aku sangat bahagia kak.. Aku tidak tau bagaimana menggambarkan nya, Tapi yang pasti aku sangat bahagia.." Kata Aara kembali memeluk suaminya.


" Ehem.. Sepertinya aku berada di tempat yang salah.... Aku malah jadi obat nyamuk melihat para para manusia yang lagi kasmaran" Sindir Bima yang berdiri menggeleng melihat Aggam dan Aara yang mengabaikan keberadaanya.


Aara Dan Aggam melepas pelukannya lalu tertawa melihat ke Aara Bima " Makanya kak, Buruan sana nikahnya, kan tidak sendiri lagi" Kata Aara sedikit mengejek Bima.


" Wah, Si kakak ipar sudah pintar mengataiku, Bagaimana mau menikah coba, Tidak ada yang mau, aku malah masih jomblo... Miris miris miris... Tante Sarah juga tidak mau sama Aku, Karena masih ada paman Kusuma" Kata Bima bercanda membuat wajah Menyedihkan.


Buk!


Aggam melempar Bima dan menatapnya dengan kesal, Karena Bima senang sekali bercandakan nama Mamanya" Awas aja Lo" Kata Aggam melototi Bima.


Aara hanya tertawa melihat Aggam dan Bima" Lihat Lah kakak Ipar, Suami mu sangat tidak asik" Ujar Bima kembali tersenyum tanpa dosa.


" Kau yang bicaranya ngaco" Ketus Aggam


" Terserah lah... Selamat kakak ipar karena sebentar lagi akan memiliki dedek bayi, Yang pastinya cantik seperti Ibunya, Tidak seperti ayahnya yang berwajah jelek dan menyebalkan" Ucap Bima dengan sedikit di bumbuhi sindiran pada sahabatnya, Bima mengangkat tangannya ingin menyentuh bahu Aara, Tentu saja dia sengaja hanya ingin membuat sahabatnya bertambah kesal padanya.


Tak!

__ADS_1


Aggam langsung menepis tangan Bima" Awas kau Bim, Ku potong tangan mu nanti jika kau berani menyentuh istri ku" Marah Aggam Pada Bima.


" Canda dikit aja udah marah, Dasar... bucin akut, Suami Posesif" Ledek Bima mengusap punggung tangan nya.


__ADS_2