GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Pelangi Setelah Hujan: Semua terjadi seperti sebuah mimpi


__ADS_3

" Ku terima Nikah dan kahwinnya Ayuna Yunda binti Kuwais. Dengan seperangkat alat solat di bayar tunai" Ucap Bima dengan satu tarikan nafas.


" Bagimana para Saksi. Sah"


" Sah"


Kerana Ayuna tidak memiliki saudara mara lagi dari Ayahnya. Bima terpaksa menggunakan wali hakim. karena wanita tidak bisa jadi wali buat wanita muslimah. mereka memang tidak memiliki siapa pun lagi. para saksi di sana hanya ibunya hakim Dokter, dengan dua orang nurse. Serta Asisten Bima. Bima tidak memberi tahu kan pada papa dan bundanya jika dia menikah, karena mengingat sakarang sudah larut malam, Bima tidak ingin Bundanya shock berfikir jika dia menghamili anak gadis orang. Bima juga tau pasti Bundanya sedang menunggu nya saat ini di rumah. dia berniat menghubungi Bundanya sebentar lagi setelah acara akad nikah selesai.


Segala keperluan nikahnya tadi di siap kan oleh asisten Bima yang biasa di sapa Idan.

__ADS_1


Setelah menikah Ayuna mencium punggung tangan Bima yang sudah bertukar status menjadi suaminya. dia bahkan tidak tau siapa nama laki laki yang menjadi suami dadakannya itu. Dia juga sama sekali tidak menyadari dan memang tidak peduli dengan apa yang terjadi saat ini. Yang ada di fikirannya hanya Ibunya saja.


Setelah mencium punggung tangan Bima.Bima juga mengecup dahi Istrinya Ayuna dengan lembut. Tidak ada yang namanya pertukaran cincin. karena semuanya terjadi dengan sangat mendadak.


Hanya yang ada seperangkat Alat solat saja yang sempat di siap kan oleh Asisten Idan. Bima Takut jika terlalu lama mengambil Waktu Ibu Ayuna Tidak Bisa lagi bertahan lebih lama.


Ibu Ayuna tersenyum dengan Raut Wajah yang sangat Bahagia tergambar dengan jelas di wajah lelahnya. Jari jari Ibu Ayuna perlahan mulai melemah. Dengan senyuman yang terukir di wajahnya. Ibu Ayuna menghembus kan nafas terakhirnya. Dia benar benar pergi meninggal kan putri satu satunya yang sudah dia titip kan pada laki laki yang benar benar tepat bisa menjaga sang putri tercinta.


Ayuna menghampiri ibunya dengan hati yang berdebar debar karena dia bisa melihat dari arah samping jika ibunya tersenyum dengan bola mata yang tertutup rapat.

__ADS_1


Tiba di hadapan Ibunya. Benar dugaannya. ibunya benar benar telah pergi. Ayuna perlahan mengangkat jarinya menyentuh wajah ibunya dengan tangan yang bergetar dada yang terasa sesak air mata yang semangkin deras dan bibir yang bergetar.


Brukkk


Akhirnya Ayuna hanya bisa terjatuh dan tidak sadar kan diri lagi. Dia benar benar terpukul dengan kejadian yang sama sekali tidak pernah dia bayang kan sebelumnya. Ibunya memang sakit. Tapi ibunya tidak pernah memperlihatkan pada putrinya jika sebenarnya dia tidak baik baik saja. ibunya sering tersenyum dan menyembunyi kan penyakitnya dari putrinya. Dia tidak sanggup jika melihat sang putri tercinta harus bersedih. Sudah cukup baginya selama ini melihat putrinya harus bekerja keras siang dan malam hanya untuk dirinya.


Apa lagi dia tau jika putrinya harus bekerja di Bar yang tidak seharusnya gadis polos seperti putrinya harus memijakkan kakinya di sana. Tapi karena gaji yang lumayan besar apa lagi sulit mendapat kan pekerjaan. Dia terpaksa mengijin kan sang putri bekerja di sana. Walau pun perkerjaan Ayuna Hanya Cuci piring dan Bersih bersih. ibunya tetap khawatir. Karena di sana itu lah pusat sarang kemaksiatan.


Ibunya akan bernafas lega jika sang anak pulang dalam keadaan baik baik saja. Terkadang juga Ayuna Harus lembur untuk mendapat pendapatan yang lebih demi bisa menyambung pengobatan ibunya. Tapi itu tetap saja masih kurang. Karena kebutuhan hidup yang semangkin hari semangkin mahal.

__ADS_1


Dia juga malu sering meminta tolong pada Sahabatnya Zahra. Walau pun sebenarnya Zahra tidak pernah memintanya untuk membayar uang yang biasa dia pinjam. Ayuna tetap kekeh mau membayarnya karena tidak enak pada Zahra yang sudah sangat banyak membantu nya tanpa mengharapkan imbalan.


Ayuna merasa apa yang dia lakukan selama ini semuanya sia sia. Karena ibunya tetap pergi meninggalkan dirinya sendiri. Walau pun dia sudah memiliki suami. Tapi tetap saja dia juga tidak mengenali siapa laki laki yang menikahinya itu.


__ADS_2