GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
103


__ADS_3

Beberapa hari berlalu Aara sudah semangkin membaik. Hari ini Aara akan menjalani operasi untuk memperbaiki luka di wajahnya.


Aara menolak keras jika wajahnya ingin di operasi plastik. dia hanya ingin membuat operasi untuk sedikit menyembuhkan luka di wajahnya. biar nanti sisanya hanya mencari obat untuk menghilangkan sisa dari luka itu.


Seperti apa pun wajah nya. bagi Aara dia Hanya ingin wajahnya yang di berikan dari Pemilik tubuh. dia tidak ingin wajah lain lagi. dia bersyukur apa pun dan seperti apa pun hasil wajah nya ke depannya. dia akan ridho dengan semua ketentuannya.


Beberapa jam berlalu Aara masih di dalam ruang operasi. Aggam di luar dan semua ahli keluarga ada di sana juga termasuk Dimas bersama anak dan isterinya.


Setelah mengetahui jika ponakan nya tertimpa musibah. dia sangat sedih, tidak henti hentinya dia terus mendoa kan untuk ponakannya agar segera membaik. seperti semula. Lain halnya dengan Fadilah juga Mamanya Difa. mereka sama sekali tidak peduli pada Musibah yang menimpa pada Aara.


Fadilah terus melihat wajah tampan mantan calon suaminya itu. Sial... dia bahkan terlihat sangat khawatir. Batin Fadilah yang terus menatap Aggam. Aggam sadar dengan tatapan Fadilah, tapi dia tidak peduli sama sekali. dia hanya mengkhawatirkan istrinya.


Setelah cukup lama akhirnya dokter keluar dari ruang operasi. operasi nya berjalan dengan lancar. Aggam bernafas lega saat semua berjalan dengan semestinya.


Aggam tidak henti hentinya memanjatkan doa Agar istrinya bisa kembali sembuh seperti semula.


Setelah itu Aara kembali di hantar ke ruangan nya. Aara belum sadar akibat pengaruh obat bius.


Cukup lama menunggu Aara bangun akhirnya separuh dari mereka pamit pulang ke rumah masing-masing. begitu pun paman Dimas dan keluarganya saat sudah memastikan jika Aara baik baik saja.


"Aggam.. pulang lah. biar mama yang menjaga istri mu. pergi bersihkan tubuh mu dulu. kau juga terlihat sangat lelah" Lembut Sarah pada anaknya. karena semenjak Aara sakit. Aggam juga sangat kurang istirahat. dia benar-benar menjaga istrinya sampai sampai terkadang mengabaikan diri nya sendiri.


Aggam melihat istrinya yang masih setia dengan tidurnya di brankar. Dia berdiri mencium lembut dahi istrinya. "aku pulang sebentar sayang." Kata Aggam lembut.


"Terima kasih ma. Aggam pulang sebentar " Jawab Aggam melihat ke arah mamanya.


"Ya. buruan"Aggam langsung pulang ke mension untuk membersihkan tubuh nya.


Setelah Aggam pergi perlahan Aara mulai membuka matanya. Dia melihat ruangannya dengan lemah. hanya mertuanya saja yang dia lihat. tapi Sarah tidak sadar jika Aara sudah terbangun.


. "Nyonya Mama"Panggil Aara lemah melihat Sarah.

__ADS_1


Sarah mengalihkan pandangan pada Aara saat mendengar suaranya"Aara. kau sudah bangun. bagaimana perasaan mu, mana yang sakit" Tanya Sarah lembut tidak seperti biasanya yang sering terdengar angkuh.


Aara menggeleng pelan" Aara baik baik saja nyonya Mama. Kak Aggam mana Nyonya Mama " Ujar Aara mencari suaminya. karena dia tidak melihat Aggam di Ruangannya.


"Suami mu kembali sebentar membersihkan dirinya.apa kau mau makan Aara" Tanya Sarah lagi penuh perhatian.


"Tidak nyonya Mama. nanti saja"


" Apa Wajah mu masih sakit"


"Sedikit saja nyonya Mama "


"Istirahat lah. mungkin sebentar lagi suami mu akan kembali kesini. " Kata Sarah menepuk nepuk lembut bahu menantunya seperti sedang menidurkan bayinya.


"Makasih nyonya Mama.." Ujar Aara


"Untuk apa" tanya Sarah menyerjit.


"Ini tidak gratis.... sembuh nanti, kau harus membayar nya dengan mengikuti semua perintah nyonya Mama. makanya, cepat sembuh.. berani beraninya kau membuat nyonya Mama Khawatir" ujar Sarah dengan Mood on Sikap Angkuh nya.


Aara tersenyum tipis dengan haru. dia sudah mulai terbiasa dengan sikap angkuh mertuanya itu. tapi dia tau mertuanya itu Sangat menyayangi nya. Aara merasa seperti mendapat kembali kasih sayang dari Bundanya yang sudah lama wafat. dia juga sudah tau jika mertuanya lah yang masak sendiri dan mengantarkan nya makan siang. dia sudah tau jika mertuanya berbohong jika dia membeli makanan itu.


Flesback


" Sayang. apa kau sudah membeli makan siang. " Tanya Aggam saat dia datang ke toko ingin mengajak istrinya makan siang tapi dia sudah menemui bekal makanan di meja tempat Aara sering duduk.


Aara tersenyum dan menghampiri suaminya mencium punggung tangan suaminya yang baru tiba.


" Itu tadi supir dari mension papa yang bawa. katanya dari nyonya Mama. nyonya Mama membeli makan siang itu kemudian menyuruh supir mengantar nya kemari. kata Supir tadi " Jelas Aara duduk di kursi.


Sarah memang menyuruh supir untuk memberitahu pada Aara jika Aara bertanya beritahu saja jika itu makanan yang di beli nyonya Mama. seperti itu lah kira kira pesan Sarah pada supirnya tadi.

__ADS_1


Aggam mengangkat satu Alisnya. dia tau itu bukan Sikap Mamanya. Aggam membuka makanan itu yang terlihat sangat mewah dan semua terbuat dari bahan bahan yang berkhasiat.


Aggam mengambil sendok dan mencoba sedikit masakan tersebut. Aara hanya diam melihat suaminya.


Setelah mencoba masakan itu Aggam tersenyum dan menggeleng " Nyonya Mama mu itu ada ada saja" Kata Aggam masih tersenyum geli mengingat sikap Mama nya yang gengsian.


Aara menyerjit " Kenapa kak? ada yang salah dengan masakannya" Tanya Aara heran.


" Tentu saja ada sayang. makanan ini bukan di beli. Mama sendiri yang memasaknya. ini tu masakan Mama" Ucap Aggam memberitahu isterinya masih tertawa.


" Benar kah? apa Kakak tidak salah" Aara masih tidak yakin, dia tidak tau jika mertuanya pintar masak.


" Benar sayang. Mama itu sangat pintar masak. masakan Mama itu memang selalu juara. tapi Mama sangat malas masak kata ayah Semenjak aku tidak tinggal lagi di mension beberapa tahun lalu. Tidak sangka mama mau masak untuk menantunya" Jelas Aggam yang tidak pernah memudarkan senyuman di wajah. dia melihat wajah istrinya dengan penuh cinta.


Kemudian mengambil tangan istrinya seperti biasa dia akan memeriksa suhu tubuh istrinya.


" Benar kah... ku kira nyonya Mama tidak menyukai ku" Kata Aara tersenyum melihat suaminya


" Tingkah Mama itu tidak sesuai dengan hatinya. Mama memang seperti itu." Aggam menyendok makanan lalu menyodorkan pada istrinya sendok yang berisi makanan.


" Aku makan sendiri saja kak. aku bukan bayi " kata Aara menolak. karena Aggam baginya terlalu berlebihan akhir akhir ini.


" Buka mulutnya sayang... " Aggam bersuara lembut tapi mata nya mengancam istrinya.


" Kebiasaan. sering memaksa" Gumam Aara mengangkat cadarnya kemudian menerima suapan dari suaminya.


Mereka berdua pun makan bersama dengan di suapi oleh Aggam sambil bercanda. karena makanan yang di kirim oleh Sarah memang porsi mereka berdua. dia sudah menduga jika putra nya akan datang menemui istrinya saat makan siang.


Selesai


Flashback

__ADS_1


__ADS_2