
Memang benar... Aku masih sangat mencintai Rossa.Batin Aggam yang terdiam.
Di dalam kamar Aara mendengar semua ucapan Rossa.
Perlahan Aggam membuka jari jari tangan Rossa di pinggang nya. "Pulang lah... Jangan terlalu banyak membuang buang waktu mu di sini... " Kata Aggam melepas pelukan Rossa dan kembali melangkah.
"Apa karena wanita itu... Karena kau mulai menyukai perempuan kampung itu. Jujur Aggam" Teriak Rossa menggebu-gebu dengan tangisannya.
Aggam menghentikan langkahnya" Tidak.... Bukan karena dia... Aara tidak ada hubungannya dengan masalah ini... Dan asal kau tau sampai kapan pun... Aku tidak akan pernah menyukai gadis itu... Bagi ku gadis itu bagai kan makhluk yang tidak terlihat di sekeliling ku... Aku menjaganya hanya karena perintah dari ayah ku... " Kata Aggam dan kembali melangkah masuk ke dalam.
Sebenarnya Aggam tidak mengucapkan itu dengan sungguh sungguh. Aggam hanya sengaja agar Rossa tidak lagi mencoba mencelakai Aara. Tapi siapa sangka malang tak berbau... Ternyata Aara mendengar semua ucapan Aggam. Dan Aara menganggapnya benar.
Aara membaringkan tubuhnya di ranjang lalu menarik selimutnya hingga ke leher jejangnya dengan air mata kesedihan yang membanjiri wajah cantiknya.
__ADS_1
Aara tidak menyangka jika Aggam sangat tidak menyukai nya dan sama sekali tidak pernah menganggap keberadaan nya. dia mengira jika Aggam baik padanya karena dia memang peduli padanya. Tapi dia salah, Ternyata semua yang dia lakukan hanya karena perintah dari ayah nya.
Miris sekali kau Aara.
Kenapa aku merasa sesakit ini... Sebelum nya hati ku baik baik saja dan tidak pernah peduli dengan tindakan dan sikapnya ke aku, bahkan ucapannya... Tapi kenapa kini hati ku mulai memberi respon dan peduli pada ucapannya... Sadar Aara... sadar... kau tidak pantas bersanding dengannya... Kau hanya lah sebuah fiquran yang tidak sengaja masuk dalam kehidupannya....Batin Aara menutup rapat mulutnya agar Aggam tidak mengetahui jika dia sedang menangis.
Di luar setelah Aggam masuk ke dalam Rossa masih setia di luar dan belum pergi dari hadapan kontrakan Aggam.
Cklekk
Aroma shampo dari rambut Aara menyeruak di dalam kamar itu. Karena Aara sudah membuka jilbabnya. Toh Aggam juga sudah melihat wajahnya yang menurutnya tempoh hari mengerikan.
"Aara" Panggil Aggam tapi Aara" Sengaja tidak menyahutinya.
__ADS_1
"Apa dia sudah tidur" Gumam Aggam.
Aggam melangkah mengambil obat sapu lalu menghampiri Aara. Aggam membuka selimut Aara.
Apa yang ingin dia lakukan. Panik Aara yang sebenarnya belum tidur.
Perlahan Aggam mengangkat baju Aara. Aara ingin bersuara. tapi sebelum Aara bersuara dia merasa sesuatu benda sejuk menyentuh kulit mulusnya.
Ternyata Aggam sedang mengobati luka dan lebam yang berada di tubuhnya akibat preman itu.
Tubuh Aara membeku, dia tidak menyangka jika Aggam yang sedang mengobati lukanya. Dia tidak tau saja jika sebelumnya Aggam juga lah yang mengobatinya.
Tidak Aara... Benteng hatimu Aara... Jangan luluh dengan perlakuan lembutnya. Ingat apa yang dia lakukan ini. karena permintaan ayah nya.Batin Aara yang mencoba membangun benteng agar nantinya dia tidak tersakiti, Apa lagi dia sudah terang terangan mendengar ucapan Aggam tentang dirinya tadi.
__ADS_1
Perlahan Aara menutup bola matanya. hanya beberapa saat saja Aara sudah masuk ke alam mimpi nya.