
Aggam Aara dan juga Andra Kirana saat ini sudah berada di sebuah restoran. Mereka Bersiap untuk makan setelah memesan makanan.
"Ra. Besok kau mau ke mana Ra, Besok kan Akhir pekan, apa kau tidak ingin jalan jalan" tanya Kirana.
"Tidak tau juga kak. " Jawab Aara mulai menyuapi makanannya.
Aggam dan Andra hanya diam sibuk dengan makanan mereka masing masing. Ini juga pertama kali Andra tidak mencari gara gara pada Aggam. Tentu saja karena ada istrinya.
"Ke panti yuk. Udah lama Aku tidak pernah mengunjungi Umi dangan kyai Amri"Ajak kirana pada Aara.
Kirana dan suaminya juga kenal dekat dengan Kyai Amri dan ustazah Amelia.
" Lihat saja besok kak" jawab Aara. Di angguki oleh Kirana.
Mereka kembali makan dengan tenang. Aara melirik pada Aggam dan Andra yang dari tadi hanya diam saja.
Tumben mereka berdua tidak bertengkar. Batin Aara
Kirana yang memang tidak bisa diam kembali bertanya pada Aara.
" Ra, apa sudah ada isinya" tanya Kirana yang membuat Aara tidak mengerti arah pembicaraannya.
Menyerjit" Isi Apa kak" jawab Aara
"Itu, si dedek bayi apa sudah ada di dalam sana'' Tunjuk Kirana Ke perut Aara.
__ADS_1
Uhuk uhuk uhuk
Aggam menepuk nepuk pundak Aara saat Aara terbatuk mendengar ucapan Kirana. Dia saja belum pernah berfikir sampai ke sana..
" Kenapa minum tidak perlahan Aara" Aggam mengusap usap pundak Aara yang sudah mulai reda.
Andra melototi istrinya karena mempertanyakan Aara tentang ke hamilannya. Mereka Tau seperti apa pernikahan mereka berdua. Jadi kenapa di tanya Lagi. Fikir Andra menggeleng melihat Istrinya.
Kirana Hanya menyengir melihat suaminya
Setelah mereka selesai makan. Mereka melangkah keluar ke parkiran.
"Ra. Berikan Kakak nombor ponsel mu" Kata Kirana menyodor kan Aara ponselnya untuk mencatat nombornya.
"Kakak sudah menghubungi nombor yang dulu tapi tidak pernah aktif lagi. Jadi kakak meminta nombor ponsel baru mu" Tambah Kirana masih menggantungkan tangannya
" Loh. Tumben kau tidak memiliki ponsel Aara" Tanya Andra yang dari tadi Diam bersama Aggam.
" Jangan Bilang----"Timpal Kirana menggantung ucapannya melihat Aara penuh selidik.
" Apa benar Aara" Tanya Andra yang tau Arah pembicaraan istrinya.
Aggam jadi bingung mendengar pembicaraan mereka bertiga.
Aara menggaruk kepalanya yang tidak gatal
__ADS_1
"Akan ku datangi dua lampir itu besok, berani beraninya mereka mengganggu mu lagi" geram Kirana memukul mukul kepalan tangannya di pergelangannya.
"Lampir" tanya Aggam menatap Aara
"Iya lampir si nenek sihir dengan anaknya si Keledai itu yang sering ngerampok Aara di toko tempat nya bekerja. Dasar parasit. Pasti dia juga mengambil semua uang mu kan Seperti biasanya hufff seharus nya dari dulu lagi aku menghajar mereka berdua itu" Kirana benar benar geram dan marah pada tindakan tante Difa juga anaknya yang sering semena mena pada Aara.
" Ingat perut sayang" kata Andra mengusap perut Kirana.
Aggam sudah mengerti arah pembicaraan dua suami istri itu.
Aggam kembali menatap pada Aara. Aara terus berusaha menghindari tatapan Aggam.
Aggam mengeluarkan Nombor ponsel yang berada di sakunya.
" Kau hubungi nombor ini saja jika kau mencari Aara" ucap Aggam memberikan Kirana nombor ponselnya." kami pamit Dulu" Kata Aggam juga meminta Izin untuk pamit pulang.
" Baik lah. Assalamualaikum" Kata Kirana memeluk Aara" Jangan biar kan dua mahkluk ghaib itu terus menindas mu"
'' Iya kak. Kak Andra aku pamit dulu" jawab Aara tidak ingin memperpanjangkan.kemudian pamit pada kakaknya
" Hm. Hati hati di jalan" Andra mengusap sayang kepala Aara dan lagi lagi di tepis oleh Aggam
" Main pegang pegang istri orang saja" Geram Aggam pada Andra.
" Ck, Posesif" gerutu Andra menatap tidak suka pada Aggam.
__ADS_1
"