GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
76


__ADS_3

Setelah Ayah Aggam pergi. Aggam kembali meneruskan pekerjaannya yang sempat dia tunda tadi.


Selesai pekerjaannya dia langsung menghantar Aara ke toko. Juga kemnbali ke Bengkel Andra.


"Aara.. Embak pulang dulu ya... Kau tutup seperti biasa saj ya " Kata Elina tersenyum Pada Aara.


" Iya embak. Tapi siapa yang menjemput embak Elina" Tanya Aara Pada Elina. Karena dia tidak melihat Ada suaminya di Toko.


"Ada di luar Supir dari rumah, tadi di suruh sama Mas Ray"


" baik lah embak. Hati hati"


" Embak pergi dulu ya... Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam "


Elina melangkah kelur dari toko. Tiba di luar, Ternyata sudah Ada Tante Difa dan juga anaknya Fadilah.


"Mau Ketemu dengan Aara " tanya Elina tersenyum pada mereka berdua yang berdiri di luar.

__ADS_1


" Iya" singkat Fadilah dengan wajah cueknya.


" Ya sudah masuk saja"


" Ayo ma" Fadilah menggandeng Mamanya masuk ke dalam menemui Aara. Elina hanya menggeleng melihat Tante Difa dan Juga Fadilah.


Tiba di dalam Fadilah langsung meminta uang pada Aara.


"Eh, kau sudah sombong ya sekarang... Mentang mentang sudah menikah dengan mantan calon suami ku, kau sudah tidak pernah datang ke rumah lagi. Berikan aku uang mu" Kata Fadilah dengan Angkuh dan langsung meminta Uang pada Aara.


"Sebentar kak" Lembut Aara berjalan mengambil uang di tasnya.


" Tante.. Jangan di ambil semua uang nya.. Aku juga membutuhkannya tante" Kata Aara dengan nada lembutnya pada tantenya.


"Hanya uang segini. Bukannya kau sudah menikah sama orang kaya ya. Atau jangan jangan dia tidak memberi mu uang lagi. Lagi pula kau sudah lama tidak memberikan ku uang. Jadi anggap saja ini sebagai jatah selama kau tidak memberikan ku Uang" Kata Difa melempar tas Aara kepadanya setelah mengambil semua uangnya.


Aara hanya diam dan pasrah karena dia tidak mungkin melawan tantenya yang sudah menghidupinya selama ini.


"Wah.. Apa ini Ponselmu, Lihat deh ma, ini kan ponsel paling mahal yang harganya itu wow banget ma." Kata Fadilah membolak balik kan Ponsel Aara yang di belikan Tempoh hari oleh Mertuanya (Sarah) semasa ke mall bersama dengan Bima juga.

__ADS_1


" Iya... ternyata kau sudah hidup enak dan melupakan kami" sinis Difa.


Aara masih tetap diam. dia juga bingung ingin berkata apa. Mana mungkin juga dia memberi tahu jika dia dan Aggam sebenarnya tidak hidup seperti yang mereka berdua bayang kan.


"Ponsel ini buat aku saja ya. " kata Fadilah tanpa memikirkan Aara dan langsung memasukkan ke dalam tasnya.


"Tapi kak..." Kata Aara yang khawatir jika Aggam menanyakan tentang ponselny nanti jika dia pulang dan tidak melihat ponsel Aara


"Tapi apa.. kau ingin melawan ku. jangan mentang-mentang kau sudah menikah dan kau mulai pintar ingin membantah ku" Fadilah melototi Aara.


Aara hanya pasrah mereka mengambil semua miliknya. dari uang sampai ponselnya.


"Ayo ma. kita pergi dari sini.. tempat ini juga panas banget lagi." Kata Fadilah Menarik tangan mamanya.


"Aku mau pergi. nanti aku ke sini lagi untuk meminta uang padamu. awas kau jika kau tidak memiliki uang nanti" Ancam Tante Difa Padanya lalu mereka berdua pergi meninggalkan Aara.


Bagaimana jika nanti dia menanyakan ponselku... apa yang harus aku katakan. Tante Difa juga mengambil semua uang yang sudah aku siap kan untuk membeli bahan di dapur yang sudah pada habis semua.. mana mungkin aku meminta uang padanya. batin Aara yang bingung ingin memasak apa lagi nanti. karena dia juga sudah kehabisan bahan makanan di dapurnya di kontrakan.


"

__ADS_1


__ADS_2