
Kembali dari rumah sakit Aggam membawa istrinya ke kantor, Bima juga sudah kembali ke kantornya.
" Sayang kau ingin memakan sesuatu" Tanya Aggam menggenggam pergelangan tangan istrinya melangkah masuk ke dalam kantor ABADIJAYA group dengan langkah yang di pelan kan agar Aara tidak kesulitan mengimbanginya, apa lagi dia tau jika istrinya saat ini sedang hamil.
"Tidak kak." Jawab Aara.
Karyawan semua merasa Aneh dengan sikap pemimpinnya yang tersenyum cerah sepanjang perjalanan masuk ke dalam kantor apa lagi dengan warna kemeja yang dia gunakan pink terang, Aggam terlihat sangat asing di hadapan mereka semua, dan juga lucu.
Aggam masuk ke dalam ruangannya mendudukkan istri di sofa. "Kau boleh kan sebentar di sini sayang." Tanya Aggam lembut pada Istrinya.
"Tentu saja" Jawab Aara tersenyum
Tok tok Tok
Suara ketukan dari pintu ruangan Aggam.
"Masuk"
Sekretaris Zaki melangkah masuk ke dalam dengan membawa beberapa berkas yang berada di tangannya.
" Selamat pagi nona muda" Sapa Zaki lada Aara yang duduk di Sofa
" Pagi " Singkat Aara tersenyum pada Zaki.
"Permisi tuan, ini ada beberapa berkas yang memerlukan tandatangan anda dengan segera. " Zaki menyimpan berkas di meja kerja Aggam, Aggam mengangguk pada Zaki.
__ADS_1
Zaki kembali keluar dari ruangan tuannya.
"Kak, apa tidak bisa nanti kita berkunjung ke rumah paman Dimas. sudah terlalu lama aku tidak pernah bertemu dengannya Kak" Tanya Aara melihat Pada suaminya yang mulai menandatangani berkas.
Aggam mengangkat pandangannya melihat pada Aara "Untuk apa kau mau ke sana sayang, kedua wanita di rumah itu sangat tidak menyukai mu, aku tidak ingin jika nanti mereka mencoba mencelakai mu, apa lagi saat ini kau sedang hamil sayang.
Mendengar penolakan suaminya Aara bungkam dengan wajah cemberutnya. dia tidak menjawab lagi suaminya.
Aggam kembali menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya.
,,,
Aggam sudah siap dengan pekerjaan nya dan melihat pada istrinya yang tertidur dengan pulas di sofa.
" Bagaimana aku tidak sadar jika dia tertidur, bagaimana kalau tadi dia terjatuh, dia sangat ceroboh" Batin Aggam menghampiri istrinya ingin mengangkatnya ke kamar yang berada di ruangannya.
" Ya sudah, kita pergi makan, kau mau makan apa sayang" Tanya Aggam dengan lembut.
" Entah la kak, aku juga bingung, mau makan apa kita cari saja dulu, nanti di sana baru aku lihat mau makan apa kak"
" Ya sudah, ayo"
Mereka berdua pun turun dari Kantor menuju mobil
,,,
__ADS_1
Di lain tempat Bima ampir di sebuah apotik untuk membeli obat pusing, karena dia merasa sedikit pusing dari tadi.
Turun dari mobil melangkah masuk ke dalam Apotik.
Di sana dia melihat seorang gadis yang sedang berbicara dengan kasir pembayaran.
" Apa obatnya tidak bisa di beli setengah saja kak. soalnya aku tidak memiliki cukup uang untuk membeli obatnya kak" Lirih gadis yang menggunakan jilbab bewarna hitam berkulit putih.
Bima berdiri di sebelah gadis itu dan melihat wajah sedihnya.
" Maaf dek, obatnya tidak bisa di buka, saya juga hanya karyawan di sini, tidak berani membuka obatnya dek karena itu sudah menjadi peraturan "Kata seorang wanita yang menjaga di kasir.
Gadis tersebut terdiam menyimpan obat yang berada di tangannya dengan mata yang mulai berkaca kaca.
" Bungkus saja, saya yang akan membayarnya mbak. " Kata Bima yang dari tadi diam memperhatikan gadis di sampingnya.
Gadis itu langsung melihat pada laki laki yang tinggi berpakaian rapi dan berwajah sangat tampan di sampingnya.
" Om Serius mau membayar obatnya." Tanya gadis itu melihat wajah tampan Bima.
Om? ulang Bima dalam hati, tampan kaya gini di kata om apa gadis ini, apa dia sedang rabun. Fikir Bima.
"Iya, apa itu cukup, kalau tidak di tambah lagi" Kata Bima tersenyum lembut pada gadis di hadapannya.
"Cukup Om." Makasih, Bima mengangguk menjawab gadis itu.
__ADS_1
Setelah membayar obatnya.l, gadis tersebut ingin pergi tapi di tahan oleh Bima" Hei ladies, apa kau hanya memiliki uang yang berada di tangan mu itu "Tanya Bima.
Gadis itu melihat pada tangannya yang memegang beberapa Ribu rupiah kemudian kembali melihat pada Bima dan mengangguk dengan polos.